Agar Hati Tidak Rusak - pesantrenluluwalmarjan.org
Artikel IslamArtikel PilihanKhutbah Jumat

Agar Hati Tidak Rusak

Agar Hati Tidak Rusak
30 Januari 2026
Ustadz Imam Rosyadi

Setiap anggota tubuh manusia diciptakan untuk fungsinya masing-masing. Bila ada yang rusak, maka kerja dan fungsinya akan terganggu atau tidak berfungsi sama sekali. Bila mata rusak, penglihatan pun akan terganggu. Begitu pula dengan anggota tubuh lainnya, termasuk pula bila seorang terserang penyakit hati.

Bila hati terjangkit dengan maksiat, penyakit yang menjauhkannya dari Allah ta’ala, maka hati tidak bisa menjalankan fungsi kerjanya dengan baik. Ia tidak bisa menghadirkan amalan-amalan untuk ibadah kepada Allah ta’ala. Ia tidak bisa menikmati rasa nikmat dari ibadah tersebut. Ia akan jauh mengenal Allah ta’ala. Penyakit hati adalah penyakit yang sangat berbahaya dan terkadang si penderita tidak bisa merasakannya, kalaupun ia merasakannya namun susah baginya untuk bersabar dalam mengobatinya. Karena obat sakit hati adalah dengan melawan hawa nafsunya dan ini hal yang memerlukan pengorbanan yang besar.

Hati adalah poros kebahagiaan sekaligus sumber kebinasaan. Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wasallam bersabda:

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadist tersebut menunjukkan bahwa baiknya amalan seseorang tergantung pada baiknya hati. Sebaliknya rusaknya amalan seseorang adalah sesuai dengan rusaknya hati. Hati yang baik itu adalah hati yang selamat, hanya hati yang seperti ini yang akan bermanfaat di sisi Allah ta’ala.

Allah ta’ala berfirman:

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ

إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

“(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih”
(QS. Asy Syu’aro’ 88-89)

Mengenai hati manusia bisa digolongkan dalam 3 kategori. Yang pertama adalah hati yang bersih, yaitu yang selamat dari berbagai penyakit dan kerusakan. Dalam hati ini tidak terdapat di dalamnya selain kecintaan kepada Allah ta’ala. Hati selalu takut akan hal-hal Yang menjauhkannya dari Allah ta’ala. Ia adalah hati yang khusyuk, hati yang hidup senantiasa sadar akan tujuan dirinya ada di bumi atau diciptakannya.

Yang kedua adalah hati yang mati, tidak ada kehidupan di dalamnya ia tidak mengenal rabbnya tidak pula beribadah menyembah kepada Allah ta’ala. Ia hidup mengikuti hawa nafsunya dengan kesenangan, meskipun ia mengundang murka Allah ta’ala. Ia tidak menghiraukan nasihat yang diberikan, ia justru mengikuti seruan syaitan dan bujuk rayunya.

Dan hati yang ketiga adalah hati yang sakit, hati ini sebenarnya menyimpan energi dan menyimpan kehidupan, akan tetapi telah bersarang penyakit dalam hati ini. Terkadang ia bisa lebih dekat kepada ketaatan, kepada keselamatan, bisa pula ia lebih dekat kepada keburukan dan kebinasaan.

Di antara sebab hidupnya hati adalah dengan bergegas menuju Allah ta’ala, membaca kitab-kitabnya dengan merenunginya, menyibukkan, bertadabdur, berzikir kepada Allah ta’ala mengingat Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman:

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”
(QS Ar-Ra’d : 28)

Allah ta’ala pun berfirman:

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمَٰنًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebutkan nama allah kemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan ayat-ayat allah iman mereka akan bertambah dan hanya kepada mereka bertawakal”
(QS. Al Anfal 2)

Di antara sebab agar hatinya hidup yaitu bergaul dengan orang-orang soleh dan mengikuti amalan mereka. Juga dengan sering mendengarkan nasihat tausiyah agama serta dengan menjaga sholat berjamaah bagi kaum laki-laki. Tidak ketinggalan pula dengan bertadabur dan merenungi ciptaan Allah dan hikmah di balik itu semuanya.

Adapun hal-hal yang membuat hati menjadi mati di antaranya adalah karena tidak mau menerima kebenaran padahal ia tahu kebenaran tersebut. Allah ta’ala berfirman:

فَلَمَّا زَاغُوٓا۟ أَزَاغَ ٱللَّهُ قُلُوبَهُمْ ۚ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَٰسِقِينَ

“Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik”
(QS. Ash-Shaff 5)

Orang yang telah mati hatinya ia lebih hina dan rendah daripada binatang ternak dan neraka jahannam tempat kembalinya. Mereka tidak mau menggunakan akal sehat, indera yang diberikan oleh Allah ta’ala untuk mencari kebenaran. Maka orang yang demikian hatinya telah terbalik dan tersegel, sehingga ia tidak bisa mengambil manfaat dari hatinya. Sebab ia telah berpaling dari kebenaran, ia telah rela dengan kebatilan sehingga kebatilan menjadi menu dan nutrisi sehari-hari.

Adapun hati yang sakit diantara sebabnya yaitu memakan yang haram. Sebab makanan yang tidak halal ia akan memberi suplai yang buruk dan kecil kepada badan. Seperti halnya sabda Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wasallam mengenai orang yang berpergian jauh dengan kondisi tubuh yang berdebu, kondisi yang lusuh, rambut yang acak-acakan. ia mengangkat kedua tangannya ke langit seraya berseru ya rab, ya rab, ya tuhanku, ya tuhanku namun makanannya haram dan pakaiannya pun haram, dan diberikan suplai makanan yang haram lalu bagaimana mungkin akan dikabulkan doanya.

Diantara sebab lain hati yang sakit adalah berbuat maksiat, sebab maksiat akan membekas di hati dan membuatnya sakit. Seperti dalam hadis Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wasallam bahwa bila seorang hamba berbuat dosa akan digoreskan titik hitam di hatinya. Bila bertaubat titik tersebut pun akan kembali bersih kalau tidak bertaubat titik tersebut akan bertambah dan semakin banyak.

Tidak ada penawar untuk hati yang sakit selain obat yang telah Allah ta’ala turunkan melalui Al-quran dan hadist Nabi-Nya shallallahu ’alaihi wasallam. Allah ta’ala berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدْ جَآءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِى ٱلصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

“hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit yang berada dalam hati dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman”
(QS. Yunus 57)

Maka sambutlah kitab Allah ta’ala al-quran dan hadits Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wasallam  dengan penuh antusias agar kita bisa menyembuhkan hati kita, agar kita mendapat kesembuhan dan juga rahmat Allah ta’ala. Dalam al-quran, dalam hadist terdapat cahaya dan petunjuk terdapat ruh dan kehidupan yang membentengi diri dari Syaithan.

Demikian ringkasan khutbah yang dapat kami sampaikan, semoga Allah ta’ala senantiasa memberikan taufik kepada kita semua dalam menjalankan amal-amal ibadah kita, baarakallahu fiikum.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Ahlan wa Sahlan di Website Resmi Pesantren Al Lu'lu' Wal Marjan Magelang
👋 Ada Yang Bisa Kami Bantu?
Close
Close