Artikel IslamArtikel Pilihan

Makna Istighfar

Hakikat Istighfar
Khutbah Jum’at 11 Maret 2022
Ustadz Imam Rosyadi

Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah

Tidak diragukan bahwasanya segala kesulitan dan segala kesedihan yang dirasakan oleh seorang muslim, tidak lain adalah akibat dari dosa yang dia lakukan. Allah ta’ala berfirman:

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

“Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy-Syura: 30)

Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

مَا يُصِيبُ المُسْلِمَ، مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ، وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا، إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan keletihan, kehawatiran dan kesedihan, dan tidak juga gangguan dan kesusahan bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya.” (HR. Al-Bukhari no. 5642 dan Muslim no. 2573)

Ini dalil bahwasanya segala yang menimpa muslim, baik itu kesedihan masa lalu, kekhawatiran akan masa depan, hati yang tidak tenang, itu disebabkan karena dosa-dosa manusia, karena dosa-dosa yang kita lakukan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

طُوبَى لِمَنْ وَجَدَ فِي صَحِيفَتِهِ اسْتِغْفَارًا كَثِيرًا

“Beruntunglah bagi orang yang mendapatkan didalam catatan amalnya istighfar yang banyak.” (HR. Ibnu Majah 3950, dan dishahihkan al-Albani)

Orang yang banyak beristighfar, kata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan mendapatkan keberuntungan di dunia maupun di akhirat. Karena orang yang beristighfar, akan dikurangi masalahnya, cobaan hidupnya, dosa-dosanya (diampuni) oleh Allah ta’ala, dan dengan istighfar dia akan mendapati banyak kemudahan di dunia dan di akhirat.

Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullahu jami’an

Sesungguhnya Rasulullah adalah manusia yang telah dijamin oleh Allah masuk surga, Rasulullah telah diampuni dosanya yang telah lalu maupun yang akan datang, akan tetapi beliau manusia yang paling banyak istighfar kepada Allah ta’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّى أَتُوبُ فِى الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ

Wahai manusia. bertaubatlah (beristigfar) kepada Allah karena aku (kata Rasulullah( selalu bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali.” (HR. Muslim)

Lantas Apa makna dari istighfar tersebut?

الإستغفار (Al-Istighfar) diambil dari kata إستغفر (Istaghfara) yang berarti memohon kepada Allah maghfirah (ampunan). Adapun kata المغفره (Al-Maghfirah) diambil dari kata مغفر (Mighfar) yang dalam Bahasa Arab berarti sebuah penutup kepala yang dipakai oleh seorang prajurit dalam peperangan.

Tidaklah dikatakan penutup kepala dengan mighfar, kecuali telah memenuhi dua persyaratan; pertama adalah fungsi menutup kepala; dan kedua adalah fungsi menutupi kepala dari hantaman pedang. Oleh karenanya, Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwasanya sorban dan kopiah tidak dikatakan sebagai mighfar, karena fungsi keduanya hanya menutupi dan tidak bisa melindungi.

Maka dari sini kita tahu bahwasanya Al-Istighfar artinya kita meminta maghfirah kepada Allah ta’ala. Dan meminta maghfirah ada dua makna:

Pertama, yaitu kita meminta agar Allah Ta’ala menutup aib-aib kita di dunia dan di akhirat.

Sungguh merugi bagi orang yang dibukakan aibnya di dunia maupun di akhirat, orang-orang akan menjauhi, orang-orang akan meninggalkannya dan gangguan-gangguan akan datang menimpanya.

Kedua, yaitu kita meminta kepada Allah ta’ala agar dosa-dosa kita tidak menimbulkan dampak yang buruk bagi diri kita.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ العَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ، فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ، وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ

Apabila seorang hamba melakukan suatu dosa, maka di titikkan dalam hatinya sebuah titik hitam dan apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan dan apabila ia kembali maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutup hatinya.” (HR. Tirmidzi no. 3257)

Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullahu jami’an

Semakin banyak dosa yang dilakukan, maka akan semakin membuat hati semakin hitam, sehingga semakin mudah terpengaruh syahwat dan syubhat. Lafadz Istighfar sangatlah banyak diantaranya:

أسْتَغْفِرُ اللهَ

أسْتَغْفِرُ اللهَ وَأتُوبُ إلَيهِ

رَبِّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْم

Istighfar, jika disebut sendirian, maka maknanya adalah menutup dosa-dosa, menghilangkan dampak dari dosa, dan memohon ampunan dari Allah ta’ala. Maka, jika istighfar disebut secara sendirian, maka maknanya sama dengan taubat. Demikian pula jika taubat disebut sendirian maka maknanya sama dengan istighfar. Akan tetapi jika istighfar digabung dengan taubat, sebagaimana dalam beberapa lafal di antaranya,

أسْتَغْفِرُ اللهَ وَأتُوبُ إلَيهِ

Maka taubat kedudukannya menjadi lebih tinggi daripada istighfar.

Maka jika istighfar dan taubat digabungkan, memberikan makna; Taubat melazimkan seseorang meninggalkan dan berhenti dari maksiat. Adapun istighfar, bisa jadi seseorang mengucapkannya sementara dia masih melakukan suatu maksiat. Ini menunjukkan bahwa apakah sesorang mampu meninggalkan dosa-dosanya atau tidak, tetap dia harus beristighfar kepada Allah ta’ala.

Ma’asyiral Muslimin,

Allah ta’ala berkata dalam firmanNya:

وَهُوَ الْغَفُورُ الْوَدُودُ

“Dan Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Pengasih (mencintai).” (QS. Al-Buruj: 14)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullahu memberikan makna bahwa ayat ini Allah ta’ala menggabungkan dua namanya yaitu Al-Ghafur dan Al-Wadud, artinya jika seseorang bermaksiat lantas dia kembali kepada Allah dan bertaubat, kemudian taubatnya diterima, maka Allah ta’ala akan kembali mencintainya, karena Allah ta’ala mencintai hamba-hambaNya yang kembali kepada Allah ta’ala (bertaubat).

Demikian ringkasan khutbah ini kami sampaikan, semoga dapat memberikan manfaat dan barakah bagi yang membacanya.

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Ahlan wa Sahlan di Website Resmi Pesantren Al Lu'lu' Wal Marjan Magelang
👋 Ada Yang Bisa Kami Bantu?
Close
Close