
Mengapa Menunggu Shalat?
Mengapa Menunggu Shalat?
Ust Rizal Yuliar Putrananda
05 Februari 2025
Kita melanjutkan pembahasan kitab Riyadush Shalihin karya Al-Imam Yahya bin Syarof An-Nawawi rahimahullah .
Kita masih dalam pembahasan Kitabul Fadhail (keutamaan), selanjutnya kita telah sampai kepada bab “Keutamaan Menunggu Sholat”. Mengapa kita harus menunggu sholat? Apa istimewanya jikalau kita menunggu sholat?
dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ يَزَالُ أَحَدُكُمْ فِي صَلاَةٍ مَا دَامَتِ الصَّلاَةُ تَحْبِسُهُ ، لاَ يَمْنَعُهُ أَنْ يَنْقَلِبَ إِلَى أَهْلِهِ إِلَّا الصَّلاَةُ
“Dan seseorang dari kalian senantiasa dihitung dalam keadaan shalat selama shalat itu menahannya (dia menanti palaksanaan shalat, pent.). Di mana tidak ada yang menghalangi dia untuk kembali kepada keluarganya kecuali shalat itu.”
(HR. Bukhari no. 659 dan Muslim no. 649)
Juga dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الْمَلاَئِكَةُ تُصَلِّى عَلَيْهِ مَا دَامَ فِى مُصَلاَّهُ (مَا لَمْ يُحْدِثْ) تَقُوْلُ : اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ . وَلاَ يَزَالُ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَةٍ مَا انْتَظَرَ الصَّلاَةَ
“Lalu apabila ia shalat, para malaikat akan terus mendo’akannya selama ia berada di tempat shalatnya, selama ia tidak berhadats. Malaikat akan mendoakan, “Ya Allah, sejahterakanlah ia. Ya Allah, rahmatilah dia.” Dan ia dianggap terus menerus shalat selama ia menunggu shalat.”
(HR. Bukhari, no. 647 dan Muslim, no. 649)
Mari, kita simak lebih cermat dan lanjut lagi kajian Riyadush Shalihin melalui rekaman video di bawah ini, baarakallahu fiikum.