
Renungan Tentang Ilmu yang Belum Diamalkan
Renungan Tentang Ilmu yang Belum Diamalkan
Ustadz Dimas Arief
Kamis, 29 Januari 2026
Kita akan melanjutkan pembahasan kitab kita pada malam hari ini yang berjudul “Awaaiq Ath Thalab” (Penjelasan Tentang Berbagai Penghalang yang Menimpa Seorang Penuntut Ilmu) karya Syaikh Abdussalam bin Barjas rahimahullahu ta’ala
Kita memasuki penghalang yang kedua yaitu “Tidak mau mengamalkan ilmunya, bermalas-malasan mengamalkan ilmunya atau enggan mengamalkan ilmunya”. Mengkaji ilmu beserta kemuliaan yang ada pada ilmu tersebut merupakan perantara, kemudian mengamalkannya dengan mencari ridho Allah ta’ala merupakan tujuannya. Kemudian menanam, menyiram dan buahnya (ilmu) adalah hasilnya.
Di antara yang menghalangi para penuntut ilmu dari menjalankan atau mencari ilmunya dari derajat paling tingginya yaitu “mau belajar & enggan beramal” dan dia akan merugi akan hal tersebut. Dari Abu Barzah Al-Aslami, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ
“Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai: (1) umurnya di manakah ia habiskan, (2) ilmunya di manakah ia amalkan, (3) hartanya bagaimana ia peroleh dan (4) di mana ia infakkan dan (5) mengenai tubuhnya di manakah usangnya.”
(HR. Tirmidzi)
Mari sama-sama kita menyaksikan bersama kajian kitab “Awaaiq Ath Thalab” (Penjelasan Tentang Berbagai Penghalang yang Menimpa Seorang Penuntut Ilmu).