Kasih Sayang Terhadap Anak - pesantrenluluwalmarjan.org
Artikel IslamArtikel PilihanKhutbah Jumat

Kasih Sayang Terhadap Anak

Kasih Sayang Terhadap Anak
23 Januari 2026
Ustadz Ibrahim

Seringkali sesuatu yang berharga justru terasa biasa saja karena sering berada di sekitar kita, seperti udara yang kita hirup untuk bernafas baru terasa mahal ketika sulit untuk didapatkan. Kesehatan yang terasa biasa saja ketika tubuh masih kuat baru terasa mahal ketika datangnya sakit dan juga merindukan kesehatan, begitu juga kasih sayang dan perhatian orang tua.

Bagi sebagian anak, perhatian orang tua dianggap sebagai hal yang biasa, bahkan dianggap sebagai gangguan dan pengekangan, namun di luar sana banyak anak yang sangat mendambarkan nasihat teguran dan perhatian tetapi tidak pernah mendapatkannya. Apa yang dianggap berlebihan oleh sebagian anak sejatinya adalah harta yang sangat mahal bagi anak-anak yang tumbuh tanpa arahan dan kasih sayang. Islam mengajarkan bahwa kasih sayang sejati bukan sekedar memenuhi keinginan, tetapi mengantarkan anak selamat dari  perbuatan dosa dan api neraka. Allah ta’ala berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

”Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka” (QS. At-Tahrim 6)

Ayat ini menunjukkan bahwa tanggung jawab orang tua bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan dunia anaknya, tetapi menjaga iman dan ahlaknya, inilah kasih sayang yang kadang terasa pahit, namun menyelamatkan, tidak semua yang diinginkan anak harus dituruti dan tidak semua larangan adalah bentuk kebencian. Larangan itu lahir dari rasa cinta dan tanggung jawab Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dipimpinnya
(HR. Bukhari dan Muslim)

Di zaman yang penuh fitnah ini, orang tua diuji dengan pergaulan bebas, tontonan yang merusak, serta lingkungan yang menjauhkan anak dari nilai-nilai agama. Ketika orang tua melarang, membatasi, dan menegur, anak sering salah paham dan mengira itu tanda tidak sayang. Padahal, itulah kasih sayang yang paling jujur, kasih sayang yang berani untuk berkata tidak agar anak tidak terjatuh dalam perbuatan dosa, kasih sayang yang lebih memilih anak kecewa sesaat di dunia daripada celaka di akhirat. Larangan yang disampaikan dengan hikmah, disertai dengan teladan dan doa adalah bentuk cinta yang paling mulia.

Kasih sayang orang tua tidak selalu membuat anak merasa bebas, tetapi membuat anak tetap berada pada jalan yang benar. Banyak anak yang hari ini bebas tanpa batas tetapi kehilangan arah, sebaliknya banyak anak yang dijaga dengan batasan meski tidak selalu disukai namun selamat iman dan akhlaknya.

Maka, marilah luruskan pemahaman bahwa perhatian orang tua adalah nikmat, bahwa larangan adalah bentuk cinta orang tua kepada anaknya dan bahwa penjagaan adalah kasih sayang. Semoga Allah menjadikan kita orang tua yang amanah dan anak-anak yang memahami makna cinta orang tuanya.

Demikian ringkasan khutbah yang dapat kami sampaikan, semoga Allah ta’ala ta’ala Ta’ala senantiasa memberikan taufik kepada kita semua dalam menjalankan amal-amal ibadah kita baarakAllah ta’ala ta’alau fiikum.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Ahlan wa Sahlan di Website Resmi Pesantren Al Lu'lu' Wal Marjan Magelang
👋 Ada Yang Bisa Kami Bantu?
Close
Close