
Hal-Hal Yang Perlu Diingat Untuk Memenuhi Hak Seorang Yang Lebih Tua
Hal-Hal Yang Perlu Diingat Untuk Memenuhi Hak Seorang Yang Lebih Tua
Ustadz Luthfi Ihsanuddin
Kamis, 19 September 2024
Alhamdulillah kita melanjutkan kembali kajian kitab setiap malam Jum’at, yang berjudul “Huquuqu Kibaari As Sin” (Hak-Hak Orang-Orang yang lebih Tua) buah karya Syekh Abdur Rozzaq ibn Abdil Muhsin Al-Badr hafidhohullahu ta’ala.
Penulis berkata “Pada bab ini, kita membutuhkan beberapa hal untuk terus kita hadirkan pada diri kita, sehingga hal-hal tersebut bisa membantu kita untuk mempraktekkan hak-hak tersebut dan selalu mempraktekkan hal tersebut sampai kita berjumpa Allah”. Penulis ingin menyebutkan secara ringkas beberapa poin yang bisa membantu kita untuk mampu mempraktekkan dalam menghormati orang yang lebih tua.
Hal pertama yang harus kita hadirkan pada diri kita sehingga bisa memotivasi kita untuk mempraktekkan bagaimana kita menghormati orang yang lebih tua yaitu “mentelaah (mengetahui) dalil-dalil dari Al-Qur’an dan hadits yang menunjukkan atas pentingnya memperhatikan perkara ini (menghormati orang yang lebih tua)”. Di antaranya adalah hadits berikut:
إن من إجلال الله: إكرام ذي الشيبة المسلم، وحامل القرآن غير الغالي فيه والجافي عنه، وإكرام ذي السلطان المقسط
“Sesungguhnya termasuk pengagungan kepada Allah adalah memuliakan orang yang sudah beruban lagi muslim, memuliakan ahli Qur’an dengan tidak berlebihan dan tidak menyepelekannya, dan memuliakan para pemimpin yang berbuat adil” (HR. Abu Daud no.4843, dihasankan oleh Syu’aib Al Arnauth dalam Takhrij Sunan Abu Daud).
Mari sama-sama kita menyaksikan bersama kajian kitab “Huquuqu Kibaari As Sin” (Hak-Hak Orang-Orang yang lebih Tua) buah karya Syekh Abdur Rozzaq ibn Abdil Muhsin Al-Badr hafidhohullahu ta’ala. Dengan menonton rekaman yang ada di bawah ini, baarakallahu fiikum.
Assalamualaikum
JUDUL : Adab Sama Orang Yang Lebih Tua
Syaikh Musthofa Al Adawi hafizhohullah dalam kitab beliau yang sangat bermanfaat “Fiqh At Ta’amul Ma’al Walidain mengatakan,
Pertama: Menghormati keduanya dengan tidak memandang keduanya dengan pandangan yang tajam dan tidak meninggikan suara di hadapan mereka
Kedua: Tidak mendahulukan untuk berbicara kepada kedua orang tua
Ketiga: Tidak duduk di hadapan kedua orang tua yang sedang berdiri
Keempat: Tidak mendahulukan dirinya sendiri sebelum kedua orang tua
Kelima: Meminta maaf kepada kedua orang tua
Keenam: Janganlah seorang anak membalas orang tua yang mencelanya
Ketujuh: Seorang anak harus betul-betul menginginkan kebaikan pada orang tuanya
Sumber https://rumaysho.com/882-bagaimana-seorang-anak-beradab-dengan-orang-tuanya-seri-1.html
=====================================
JUDUL ; Amal Jariyah
“Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: (1) sedekah jariyah, (2) ilmu yang diambil manfaatnya, (3) anak shalih yang selalu mendoakan orang tuanya.” (HR. Muslim, no. 1631)
Yang dimaksud dalam hadits adalah tiga amalan yang tidak terputus pahalanya:
1. Sedekah jariyah, seperti membangun masjid, menggali sumur, mencetak buku yang bermanfaat serta berbagai macam wakaf yang dimanfaatkan dalam ibadah.
2. Ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu syar’i (ilmu agama) yang ia ajarkan pada orang lain dan mereka terus amalkan, atau ia menulis buku agama yang bermanfaat dan terus dimanfaatkan setelah ia meninggal dunia.
3. Anak yang sholeh karena anak sholeh itu hasil dari kerja keras orang tuanya. Oleh karena itu, Islam amat mendorong seseorang untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka dalam hal agama, sehingga nantinya anak tersebut tumbuh menjadi anak sholeh. Lalu anak tersebut menjadi sebab, yaitu ortunya masih mendapatkan pahala meskipun ortunya sudah meninggal dunia.
Sumber https://rumaysho.com/14488-7-amal-jariyah.html