Menyambut Kemuliaan Ramadhan – Ust Rizal Yuliar Putrananda

Bulan penuh kemuliaan dan keistimewaan, bulan ramadhan, akan segera tiba. Pintu-pintu kebaikan dan amal shalih terbuka dengan luas untuk segenap kaum muslimin. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam shahihain dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau bersabda,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

“Jika bulan Ramadhan tiba, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu” [HR. Bukhari no. 1898, 1899 dan Muslim no. 1079]

Sudahkah kita menyambut tamu mulia ini dengan suka cita ilmu? Mari simak lebih lanjut melalui video berikut:

Lihat video kajian lainnya dengan KLIK DISINI


Dapatkan rekaman audio kajian Pesantren Al lulu wal Marjan lainnya, melalui:
Kajian Aqidah | Kajian Tafsir | Kajian Hadits | Kajian Sirah | Kajian Tematik | Khutbah Jum’at

Dapatkan informasi terbaru Pesantren Al lulu wal Marjan melalui Social Media Resmi:
Halaman Facebook | Akun Twitter | Akun Instagram | Channel Youtube

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan hasil rekaman ataupun link kajian yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Keutamaan Bulan Sya’ban – Ustadz Rizal Yuliar Putrananda

Ada beberapa hadis shahih yang menunjukkan keistimewaan di bulan Sya’ban, di antara amalan tersebut adalah memperbanyak puasa sunnah selama bulan Sya’ban.

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan,

يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ: لاَ يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ: لاَ يَصُومُ، فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ

“Terkadang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam puasa beberapa hari sampai kami katakan, ‘Beliau tidak pernah tidak puasa, dan terkadang beliau tidak puasa terus, hingga kami katakan: Beliau tidak melakukan puasa. Dan saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, saya juga tidak melihat beliau berpuasa yang lebih sering ketika di bulan Sya’ban.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Aisyah mengatakan,

لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

“Belum pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya’ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Sumber: https://konsultasisyariah.com/31599-keistimewaan-bulan-syaban-berikut-amalan-sunnah-di-dalamnya.html

Mari simak penjelasan lebih lengkapnya melalui video berikut:

Lihat video kajian lainnya dengan KLIK DISINI


Dapatkan rekaman audio kajian Pesantren Al lulu wal Marjan lainnya, melalui:
Kajian Aqidah | Kajian Tafsir | Kajian Hadits | Kajian Sirah | Kajian Tematik | Khutbah Jum’at

Dapatkan informasi terbaru Pesantren Al lulu wal Marjan melalui Social Media Resmi:
Halaman Facebook | Akun Twitter | Akun Instagram | Channel Youtube

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan hasil rekaman ataupun link kajian yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Keutamaan Mencintai Karena Allah – Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc

Keutamaan Mencintai Karena Allah merupakan kajian Islam yang disampaikan oleh: Ustadz Rizal Yuliar Putrananda dalam pembahasan Hadits, Kajian ini disampaikan rutin setiap hari rabu setelah maghrib di Pesantren Al lulu wal Marjan Magelang

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللَّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ يَمِينُهُ مَا تُنْفِقُ شِمَالُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

“Ada tujuh golongan yang Allah akan naungi pada hari dimana tidak ada naungan selain naungan-Nya: (1)Imam yang adil, (2)pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, (3)seorang laki-laki yang hatinya selalu terpaut dengan masjid, (4)dua orang yang saling mencintai karena Allah yang mereka berkumpul karena-Nya dan juga berpisah karena-Nya, (5)seorang laki-laki yang dirayu oleh wanita bangsawan lagi cantik untuk berbuat mesum lalu dia menolak seraya berkata, “Aku takut kepada Allah,” (6)seorang yang bersedekah dengan diam-diam sehingga tangan kanannya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kirinya, (7) dan seseorang yang berzikir/mengingat Allah dalam keadaan sendirian hingga dia menangis.” (HR. Al-Bukhari no. 600 dan Muslim no. 1031)

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يَقُولُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَيْنَ الْمُتَحَابُّونَ بِجَلَالِي الْيَوْمَ أُظِلُّهُمْ فِي ظِلِّي يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلِّي

“Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman pada hari kiamat kelak, “Mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Hari ini Aku naungi mereka dalam naungan-Ku, di mana tidak ada naungan pada hari ini selain naungan-Ku.” (HR. Muslim no. 1031)

Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallaahu ‘anhu dia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَجَبَتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَحَابِّينَ فِيَّ وَالْمُتَجَالِسِينَ فِيَّ وَالْمُتَزَاوِرِينَ فِيَّ وَالْمُتَبَاذِلِينَ فِيَّ

“Allah Azza wa Jalla berfirman, “Wajiblah cinta-Ku bagi orang-orang yang saling mencintai karena Aku, orang-orang yang saling bermajelis karena Aku, orang-orang yang saling mengunjungi karena Aku, dan orang-orang yang saling berkorban karena Aku.” (HR. Malik: 2/818 dan Ahmad no. 21021)

Penjelasan ringkas:

Cinta karena Allah adalah kita mencintai seseorang karena dia mencintai Allah, karenanya semakin bertambah ketaatan dia kepada Allah maka bertambah pula kecintaan kita kepadanya. Kecintaan seperti ini termasuk dari amalan yang paling utama, dan dia merupakan konsokuensi dari kecintaan kepada Allah. Karena di antara bentuk kesempurnaan cinta kepada Allah adalah mencintai siapa saja yang Allah cintai dan mencintai siapa saja yang mencintai Allah. Sementara kaum muslimin secara umum merupakan kaum yang mencintai Allah dan Allah juga mencintai mereka, karenanya seorang muslim wajib mencintai kaum muslimin yang lain sebagai keharusan dari cinta dia kepada Allah.

Dari Anas radhiyallaahu ‘anhu dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Tidaklah beriman seseorang dari kalian sehingga dia mencintai untuk saudaranya sebagaimana dia mencintai untuk dirinya sendiri”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Kecintaan karena Allah ini adalah kecintaan yang murni karena Allah, kecintaan yang tidak didasari oleh maksud-maksud duniawiah. Karenanya Allah Ta’ala membalas orang-orang yang saling mencintai karena Allah dengan memberikan kepada mereka naungan dari teriknya matahari di padang mahsyar kelak di hari kiamat.

Faedah yang dapat kita petik dari pelajaran kali ini.

1. Keutamaan mencintai seseorang karena Allah dan besarnya pahala yang akan di dapat pada hari kiamat.
2. bahwasanya (mencintai karena Allah) merupakan sebab untuk mendapatkan kecintaan Allah Ta’ala.

Referensi: Ad-Duruus al-yaumiyyah minas sunan wal ahkaam asy-Syar’iyyah.

Simak Video Penjelasan Lengkapnya dibawah ini:

Lihat video kajian lainnya dengan KLIK DISINI

Dapatkan rekaman audio kajian Pesantren Al lulu wal Marjan lainnya, melalui:
Kajian Aqidah | Kajian Tafsir | Kajian Hadits | Kajian Sirah | Kajian Tematik | Khutbah Jum’at

Dapatkan informasi terbaru Pesantren Al lulu wal Marjan melalui Social Media Resmi:
Halaman Facebook | Akun Twitter | Akun Instagram | Channel Youtube

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan hasil rekaman ataupun link kajian yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.


Referensi artikel : https://rumaysho.com/1800-keutamaan-mengunjungi-teman-dan-orang-sholeh.html

Tiga Perkara Yang Jika Ada Pada Seseorang, Dia Akan Merasakan Manisnya Iman – Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc

Tiga Perkara Yang Jika Ada Pada Seseorang, Dia Akan Merasakan Manisnya Iman  merupakan kajian Islam yang disampaikan oleh: Ustadz Rizal Yuliar Putrananda dalam pembahasan Hadits, Kajian ini disampaikan rutin setiap hari rabu setelah maghrib di Pesantren Al lulu wal Marjan Magelang

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu , dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيْمَانِ، مَنْ كَانَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُـحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ  أَنْ يَعُوْدَ فِـي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِـي النَّارِ.

“Ada tiga perkara yang apabila perkara tersebut ada pada seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu (1) barangsiapa yang Allâh dan Rasûl-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya, (2) apabila ia mencintai seseorang, ia hanya mencintainya karena Allâh. (3) Ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allâh menyelamatkannya sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam Neraka.”

Simak Video Penjelasan Lengkapnya dibawah ini:

Lihat video kajian lainnya dengan KLIK DISINI

Dapatkan rekaman audio kajian Pesantren Al lulu wal Marjan lainnya, melalui:
Kajian Aqidah | Kajian Tafsir | Kajian Hadits | Kajian Sirah | Kajian Tematik | Khutbah Jum’at

Dapatkan informasi terbaru Pesantren Al lulu wal Marjan melalui Social Media Resmi:
Halaman Facebook | Akun Twitter | Akun Instagram | Channel Youtube

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan hasil rekaman ataupun link kajian yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.


Referensi artikel : https://rumaysho.com/1800-keutamaan-mengunjungi-teman-dan-orang-sholeh.html

Anjuran Mengunjungi Teman-Teman Yang Shalih – Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc

Anjuran Mengunjungi Teman-Teman Yang Shalih  merupakan kajian Islam yang disampaikan oleh: Ustadz Rizal Yuliar Putrananda dalam pembahasan Hadits, Kajian ini disampaikan rutin setiap hari rabu setelah maghrib di Pesantren Al lulu wal Marjan Magelang

Anjuran untuk berkunjung kepada teman-teman yang shalih dan memuliakan mereka. Manusia adalah makhluk sosial, ia butuh teman, dia butuh orang lain yang hidup bersamanya. Maka tentu seorang yang berakal berusaha untuk mencari teman yang shalih. Sebagaimana telah kita bahas. Ketika kita memiliki teman, maka kita usahakan supaya kita bisa saling berkunjung, saling bertemu, terlebih apabila teman tersebut adalah teman yang shalih, yang memberikan kepada kita faidah-faidah ilmu, atau bertambahnya iman dan yang lainnya.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

أنَّ رجلًا زارَ أخًا لَهُ في قريةٍ أخرى ، فأرصدَ اللَّهُ لَهُ على مَدرجَتِهِ ملَكًا فلمَّا أتى عليهِ ، قالَ : أينَ تريدُ ؟ قالَ : أريدُ أخًا لي في هذِهِ القريةِ ، قالَ : هل لَكَ عليهِ من نعمةٍ تربُّها ؟ قالَ : لا ، غيرَ أنِّي أحببتُهُ في اللَّهِ عزَّ وجلَّ ، قالَ : فإنِّي رسولُ اللَّهِ إليكَ ، بأنَّ اللَّهَ قد أحبَّكَ كما أحببتَهُ فيهِ

Pernah ada seseorang pergi mengunjungi saudaranya di daerah yang lain. Lalu Allah pun mengutus Malaikat kepadanya di tengah perjalanannya. Ketika mendatanginya, Malaikat tersebut bertanya: “engkau mau kemana?”. Ia menjawab: “aku ingin mengunjungi saudaraku di daerah ini”. Malaikat bertanya: “apakah ada suatu keuntungan yang ingin engkau dapatkan darinya?”. Orang tadi mengatakan: “tidak ada, kecuali karena aku mencintainya karena Allah ‘azza wa jalla”. Maka malaikat mengatakan: “sesungguhnya aku diutus oleh Allah kepadamu untuk mengabarkan bahwa Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu karena-Nya“ (HR. Muslim)

Baca Juga:  Perpecahan Umat Islam – Hadits 1492-1493 – Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah (Ustadz Badrusalam, Lc.)

Hadits ni menunjukkan bahwa mengunjungi teman kita yang shalih dengan tujuan karena memang kita mencintai dia karena Allah bukan karena kepentingan dunia, bukan karena mengharapkan dunia dari dia, maka itu menyebabkan Allah akan mencintai kita.

Kata Al-Imam Ibnu Hibban bahwa kewajiban orang berakal itu berusaha untuk selalu berkunjung kepada saudara atau teman-temannya dan berusaha untuk memeriksa keadaan mereka. Artinya jangan kita cuek dengan mereka. Kalau kita punya teman-teman yang shalih yang kita merasa cocok dengan mereka kita pun juga senang dengan mereka karena ketakwaannya, karena imannya, maka pada waktu itu berusaha bagaimana supaya kita punya waktu yang kita bisa berkunjung kepadanya. Walaupun tentunya tidak setiap hari. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “kunjungilah sekali-kali, niscaya akan bertambah rasa cintamu kepada mereka.”

Demikian pula memeriksa keadaan mereka. Kalau misalnya diantara mereka ada yang susah kita berusaha bantu, ada yang sedang sakit kita berusaha untuk jenguk, kita doakan mereka, jika ada yang mempunyai problematika yang barangkali bisa kita memberikan bantuan kepada mereka, baik itu berupa pikiran atau setidaknya kita bisa menghibur. Maka ini kita berusaha untuk lakukan bersama teman-teman kita yang kita cintai karena Allah subhanahu wa ta’ala.

Orang yang berkunjung, ketika ia berkunjung itu hendaknya mencakup dua makna. Yang pertama, sebagai penyempurna pahala kelak diakhirat nanti dengan melakukan perbuatan seperti itu. Karena berkunjungnya kita kepada teman-teman yang shalih berpahala sebagaimana disebutkan dalam hadits yang sudah disebutkan tadi. Kedua, kita merasa nikmat berteman dengan mereka. Karena ketika berteman dengan mereka, kita mendapatkan faedah ilmu, sehingga ketika kita pulang kita mendapatkan pahala dapat faedah juga. Kalau kita memiliki teman-teman seperti itu, luar biasa.

Baca Juga:  Kesempurnaan Iman dan Sebab-Sebab yang Menumbuhkannya – Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)

Berkata Al Farabi,  datang kepadaku Waqi’ Ibnul Jarrah seorang ulama hadits yang masyhur dari Baitul Maqdis dan berihram menunju Umroh. Waqi’ berkata, “Hai Abu Muhammad, sebetulnya ini bukan jalanku untuk pergi Umroh akan tetapi aku ingin berkunjung kepadamu dan aku bisa tinggal di rumahmu barang sehari.” Maka kemudian Waqi’ tinggal sehari di rumahnya. Lalu datang Ibnu Mubarok, dimana ia juga datang untuk umroh dari Baitul Maqdis dan ia tinggal di rumahku tiga hari. Lalu aku berkata kepada Ibnu Mubarok, “tinggalah di rumahku sepuluh hari.” Kata Abdullah bin Mubarok, “tidak, bertamu itu hanya tiga hari saja.”

Subhanallah.. Demikian para ulama terdahulu saling mengunjungi dan saling memberikan faidah. Mereka merasa senang sekali ketika dikunjungi oleh orang-orang shalih yang tentunya mereka bisa mengambil faidah dari akhlak mereka, dari ilmu mereka, dari ketakwaan mereka.

Manusia dalam masalah berkunjung kepada teman itu ada dua macam. Diantara mereka ada yang berusaha untuk memperbaiki keadaan antara ia dengan saudaranya tersebut dan berusaha untuk menghilangkan adanya kekurangan-kekurangan. Jika kamu mempunyai teman seperti ini, yaitu yang berusaha untuk memperbaiki hubungan dengan kamu, yang berusaha untuk menghindari hal-hal yang bisa merusak pertemanan, maka bagus jika kamu suka untuk sering berkunjung dan berkumpul dengan orang seperti ini. Karena sering-sering berkunjung kepada orang seperti ini biasanya tidak akan menimbulkan kebosanan. Karena orang ini terus berusaha untuk memperbaiki hubungan. Dia berusaha bagaimana supaya tidak ada kekurangan didalam hubungannya dengan teman-temannya tersebut dan menjauhi berbagai macam hal yang bisa merusak hubungan. Muka yang seperti ini tidak mengapa kalau kita sering-sering berkunjung kepada orang seperti ini.

Ada lagi macam yang kedua. Yaitu orang yang tidak kokoh mencintai saudaranya tersebut dan tidak juga berusaha untuk memperbaiki hubungan. Maka kalau ternyata ada orang sifatnya seperti ini, lebih baik kita jarangkan berkunjung dengan dia. Karena terkadang jika ada orang seperti ini, semakin sering dikunjungi malah cemberut, dia tidak suka. Karena kalau sering-sering berkunjung kepada teman yang seperti ini jenisnya, itu justru menimbulkan kebosanan.

Dan diriwayatkan dari Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam beberapa hadits yang menyebutkan tentang jangan terlalu sering berkunjung. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda sebagaimana disebutkan dalam hadits diatas, “berkunjunglah sekali-kali niscaya akan bertambahlah rasa cintamu itu.” Namun kata Ibnu Hibban, tidak ada satupun hadits yang shahih tentang masalah ini.

Adapun orang yang berusaha untuk memperbaiki keadaan atau hubungan antara dia dengan teman-temannya, walaupun jarang bertemu biasanya tidak akan menimbulkan kebosanan. Karena rasa cinta dengan mereka memang sudah kokoh dan kuat. Adapun kalau rasa cinta itu berkurang karena jarang bertemu, biasanya itu cinta yang dimasuki oleh kepentingan duniawi. Berbeda dengan orang yang cintanya benar-benar murni karena Allah subhanahu wa ta’ala. Walaupun jarang bertemu, tetapi tetap dia mencintainya karena Allah subhanahu wa ta’ala dan tidak akan berkurang.

Simak Video Penjelasan Lengkapnya dibawah ini:

Lihat video kajian lainnya dengan KLIK DISINI

Dapatkan rekaman audio kajian Pesantren Al lulu wal Marjan lainnya, melalui:
Kajian Aqidah | Kajian Tafsir | Kajian Hadits | Kajian Sirah | Kajian Tematik | Khutbah Jum’at

Dapatkan informasi terbaru Pesantren Al lulu wal Marjan melalui Social Media Resmi:
Halaman Facebook | Akun Twitter | Akun Instagram | Channel Youtube

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan hasil rekaman ataupun link kajian yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.


Referensi artikel : https://rumaysho.com/1800-keutamaan-mengunjungi-teman-dan-orang-sholeh.html