
Bahasa Arab Adalah Kunci Ilmu Agama
Bahasa Arab Adalah Kunci Ilmu Agama
11 Oktober 2024
Ustadz Adi Nur Fauzi
Di antara yang termasuk ketakwaan adalah mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, Allah ta’ala berfirman:
ذٰلِكَ وَمَنْ يُّعَظِّمْ شَعَاۤىِٕرَ اللّٰهِ فَاِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوْبِ
“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati” (QS. Al-Hajj: 32)
Syi’ar Allah merupakan syiar islam yang harus kita tampakkan, kita agungkan dan wajib setiap muslim untuk menghormatinya. Di antara syiar islam yaitu bahasa arab, sesugguhnya ia merupakan syiar islam. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: “sesungguhnya bahasa arab adalah syiar islam dan umat islam, ia adalah bahasa Al-Qur’an dan Hadits”. Allah ta’ala berfirman:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ قُرْاٰنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ
“Sesungguhnya Kami menurunkannya sebagai Qur’an berbahasa Arab, agar kamu mengerti” (QS. Yusuf 2)
Allah ta’ala juga berfirman:
قُرْاٰنًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِيْ عِوَجٍ لَّعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ
“(Yaitu) Al-Qur’an dalam bahasa Arab, tidak ada kebengkokan (di dalamnya) agar mereka bertakwa” (QS. Az Zumar 28)
Rasullullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun berbicara bahasa arab, hadits-hadits berbahasa arab, demikian pula kitab-kitab para ulama semuanya berbahasa arab. Maka dari itulah, para ulama mengatakan bahwasanya mempelajari bahasa arab adalah kewajiban setiap muslim. Al Imam Syafi’i rahimahullah berkata: “Wajib atas setiap muslim mempelajari bahasa arab sesuai kemampuannya dalam melaksanakan kewajiban, sebagaimana wajibnya ia mempelajari sholat dan dzikir-dzikirnya”.
Umar bin Khattab radhiyallahu anhu, khalifah yang kedua dari khulafa’ur rasyidin, beliau berkata: “pelajarilah oleh kalian bahasa arab dan ajarkan kepada manusia”.
Al Mawardi mengatakan: “mempelajari bahasa arab itu wajib atas setiap muslim. baik dia mujtahid atau bukan mujtahid”. Jika seseorang yang mencintai bahasa arab karena ia mengetahui bahwasanya Al-Qur’an bahasa arab, hadits nabi bahasa arab, maka ia termasuk buah kecintaan dari keimanan.
Mengagungkan bahasa arab termasuk syiar islam da mengagungkan syiar-syiar Allah ta’ala. Kewajiban setiap kita berusaha semaksimal mungkin bagaimana kita bisa mempelajari bahasa arab. Jika kita semangat beajar bahasa asing yang lain, mengapa kita tidak semangat untuk belajar bahasa arab?
Yang menjadi musibah adalah orang yang mengatakan bahwasanya orang yang menyebarkan bahasa arab adalah salah satu ciri teroris. Ucapan ini merupakan ucapan yang diucapkan oleh orang-orang yang menginginkan agar umat islam tidak paham Al-Qur’an dan hadits. Karena memahami Al-Qur’an adalah kewajiban setiap muslim, tidak mungkin kita bisa memahami Al-Qur’an dan hadits bila tidak memahami bahasa arab dengan benar.
Masuknya berbagai macam pemikiran yang sesat ke dalam islam di antaranya adalah akibat kebodohan terhadap bahasa arab, sehingga akhirnya banyak penyimpangan-penyimpangan pemikiran, pemahaman yang nyeleneh ini akibat tidak memahami bahasa arab. Munculnya firqoh-firqoh yang menolak nama-nama dan sifat-sifat-Nya, banyak di antara mereka akibat tidak memahami bahasa arab.
Oleh karenanya, sungguh sangat aneh rasanya apabila ada yang mengatakan bahwa bahasa arab itu adalah syiar teroris. Bahas arab merupakan bahasa Al-Qur’an, siapapun yang ingin memperdalam agama Allah, yang ingin terjun dalam medan dakwah, yang memposisikan dirinya sebagai seorang Ustadz, wajib baginya belajar bahasa arab. Karena tugas mereka adalah memahamkan umat tentang Al-Qur’an dan hadits, lalu bagaimana mereka akan memahamkan kepada umat tentang Al-Qur’an dan hadits, sementara ia tidak memahami bahasa arab.
Bukankah kita dapati dalam Al-Qur’an perintah untuk mentadaburi ayat-ayat Al-Qur’an, Allah ta’ala berfirman:
اَفَلَا يَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْاٰنَ
“Maka tidakkah mereka menghayati (mendalami) Al-Qur’an?” (QS. An Nisa 82)
Mungkinkah kita bisa mentadaburi Al-Qur’an sementara kita tidak paham bahasa arab? Tentu jawabannya tidak mungkin, sebatas membaca terjemahannya tidak mungkin kita sampai kepada hakikat kehebatan dan balaghah yang sangat tinggi dari Al-Qur’an.
Banyak orang yang hanya sebatas membaca terjemah, ternyata kemudian ia menyimpang pemahamannya karena terjemahannya hanya mewakili beberapa persen dari bahasa aslinya. Adapun bahasa arab, jika kita memahaminya dengan baik, maka atas izin Allah akan sangat membantu kita dalam mentadaburi Al-Qur’an, memahaminya, memahami hadist-hadits Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam.
Oleh karena itulah, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu memerintahkan Abul Aswad Ad Duali untuk meletakkan ilmu nahwu dan sorof dalam rangka melindungi Al-Qur’an dan hadits nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Karena saat itu banyak orang-orang yang masuk islam, namun tidak bisa berbahasa arab, sehingga terjadilah kesalahan ketika membaca Al-Qur’an dan hadits. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu khawatir kalau tidak diletakkan ilmu bahasa arab, maka mereka akan salah dan kesalahan itu akan terus diwariskan kepada generasi setelahnya. Oleh karenanya, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu memerintahkan Abul Aswad Ad Duali untuk meletakkan ilmu bahasa arab dalam rangka pembelaan terhadap Al-Qur’an dan hadits nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Sehingga bisa dikatakan bahawa orang yang mempelajari bahasa arab, maka dia sudah punya andil untuk membela Al-Qur’an dan hadits.
Demikian ringkasan khutbah yang dapat kami sampaikan, semoga Allah ta’ala senantiasa memberikan taufik kepada kita semua dalam menjalankan amal-amal ibadah kita baarakallahu fiikum.