
Memilih Waktu dan Teman Safar
Memilih Waktu dan Teman Safar
Ust Rizal Yuliar Putrananda
07 Oktober 2024
Kita melanjutkan pembahasan kitab Riyadush Shalihin karya Al-Imam Yahya bin Syarof An-Nawawi rahimahullah .
Alhamdulillah pada kesempatan lalu kita telah menuntaskan “kitab al janaiz” yang berakhir pada bab tentang “Menangis ketika melewati makam manusia yang diadzab oleh Allah ta’ala”.
Adapun dikesempatan ini kita masuk pada pembahasan yang baru yaitu “Adab atau Etika Perjalanan”. Pada Bab 166 penulis membawakan bab “disukai untuk melakukan perjalanan safar pada hari Kamis, sebagaimana disukainya perjalanan tersebut di awal hari”.
Pada hadist di urutan 956 dibawakan oleh sahabat mulia Ka’ab bin Malik radhiyallahu ta’ala anhu beliau menyatakan bahwa:
أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه و سلم خَرَجَ في غَزِوَةِ تَبُوْكَ يَوْمَ الخَمِيْسِ وَ كَانَ يُحِبُّ أنْ يَخْرُجَ يَوْمَ الخَمِيْسِ
“Sesungguhnya Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam melakukan perjalanan perang Tabuk di hari Kamis, dan dahulu beliau suka sekali untuk melakukan perjalanan di hari Kamis” HR. Bukhari.
Dan pada riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan “Jarang sekali dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan perjalanan safar kecuali hari Kamis”.
Mari, kita simak lebih cermat dan lanjut lagi melalui rekaman video di bawah ini, baarakallahu fiikum.