Resume Nasihat Thabur Shabah (Apel Pagi) Pertama di TP 2019/2020

Resume Nasihat Thabur Shabah (Apel Pagi) Pertama di TP 2019/2020

Oleh : Ustadz Rizal Yuliar Putrananda (Pengasuh Pesantren)

Berikut kami kami sampaikan resume/kesimpulan nasihat dan arahan yang disampaikan :

  1. Pengumuman kepada segenap Civitas Pesantren Al-Lu’lu’ Wal Marjan, bahwasanya kegiatan Thabur Shobah (Apel Pagi) setiap hari senin wajib diikuti oleh segenap santri dan asatidzah Pesantren Al-Lu’lu’ Wal Marjan.
  2. Penyampaian nasehat bagi santri-santri lama terutama santri kelas 3 aliyah, agar dapat menjadi tauladan kebaikan bagi adik-adik kelasnya.
  3. Penyampaian permohonan maaf serta pengumuman atas keterlambatan proses pembangunan kelas baru di bagian barat masjid. Untuk segenap santri kelas Aliyah, dimana yang direncanakan akan menempati bangunan baru, untuk sementara ini akan melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Masjid.
  4. Penyampaian nasehat bagi kelas yang belajar di masjid, agar dapat menjaga adab-adab selama belajar di masjid.
  5. Motivasi kepada seluruh santri dan asatidzah Pesantren Al-Lu’lu’ Wal Marjan, agar senantiasa menerapkan penggunaan Bahasa arab dalam kegiatan keseharian di lingkungan Pesantren.
  6. Pengumuman mengenai perkembangan akreditasi Universitas Islam Madinah yang mengalami keterlambatan karena adanya pergantian rektor dari pihak Kerajaan Arab Saudi.
  7. Penyampaian masukan dari salah satu rekan pengasuh pesantren yang membantu dalam lancarnya proses akreditasi Universitas Islam Madinah, agar memaksimalkan prestasi santri-santri Pesantren Al-Lu’lu’ Wal Marjan. Sehingga kedepannya seluruh santri diberikan kemudahan untuk indahnya belajar di Universitas Islam Madinah.
  8. Selain nasehat yang disampaikan oleh pengasuh Pesantren ust. Rizal Yuliar Putrananda, ada sedikin tambahan yang disampaikan oleh bagian staf kurikulum ust. Abdurrahman Muttaqin. Beliau menyampaiakan bahwasanya wajib bagi seluruh santri menggunakan seragam dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Demikian ringkasan ini kami tulis.
Jazaakumullahu khairan wa Baarakallahu fiikum

Menyambut Kemuliaan Ramadhan – Ust Rizal Yuliar Putrananda

Bulan penuh kemuliaan dan keistimewaan, bulan ramadhan, akan segera tiba. Pintu-pintu kebaikan dan amal shalih terbuka dengan luas untuk segenap kaum muslimin. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam shahihain dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau bersabda,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

“Jika bulan Ramadhan tiba, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu” [HR. Bukhari no. 1898, 1899 dan Muslim no. 1079]

Sudahkah kita menyambut tamu mulia ini dengan suka cita ilmu? Mari simak lebih lanjut melalui video berikut:

Lihat video kajian lainnya dengan KLIK DISINI


Dapatkan rekaman audio kajian Pesantren Al lulu wal Marjan lainnya, melalui:
Kajian Aqidah | Kajian Tafsir | Kajian Hadits | Kajian Sirah | Kajian Tematik | Khutbah Jum’at

Dapatkan informasi terbaru Pesantren Al lulu wal Marjan melalui Social Media Resmi:
Halaman Facebook | Akun Twitter | Akun Instagram | Channel Youtube

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan hasil rekaman ataupun link kajian yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Keutamaan Bulan Sya’ban – Ustadz Rizal Yuliar Putrananda

Ada beberapa hadis shahih yang menunjukkan keistimewaan di bulan Sya’ban, di antara amalan tersebut adalah memperbanyak puasa sunnah selama bulan Sya’ban.

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan,

يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ: لاَ يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ: لاَ يَصُومُ، فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ

“Terkadang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam puasa beberapa hari sampai kami katakan, ‘Beliau tidak pernah tidak puasa, dan terkadang beliau tidak puasa terus, hingga kami katakan: Beliau tidak melakukan puasa. Dan saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, saya juga tidak melihat beliau berpuasa yang lebih sering ketika di bulan Sya’ban.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Aisyah mengatakan,

لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

“Belum pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya’ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Sumber: https://konsultasisyariah.com/31599-keistimewaan-bulan-syaban-berikut-amalan-sunnah-di-dalamnya.html

Mari simak penjelasan lebih lengkapnya melalui video berikut:

Lihat video kajian lainnya dengan KLIK DISINI


Dapatkan rekaman audio kajian Pesantren Al lulu wal Marjan lainnya, melalui:
Kajian Aqidah | Kajian Tafsir | Kajian Hadits | Kajian Sirah | Kajian Tematik | Khutbah Jum’at

Dapatkan informasi terbaru Pesantren Al lulu wal Marjan melalui Social Media Resmi:
Halaman Facebook | Akun Twitter | Akun Instagram | Channel Youtube

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan hasil rekaman ataupun link kajian yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Keutamaan Mencintai Karena Allah – Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc

Keutamaan Mencintai Karena Allah merupakan kajian Islam yang disampaikan oleh: Ustadz Rizal Yuliar Putrananda dalam pembahasan Hadits, Kajian ini disampaikan rutin setiap hari rabu setelah maghrib di Pesantren Al lulu wal Marjan Magelang

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللَّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ يَمِينُهُ مَا تُنْفِقُ شِمَالُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

“Ada tujuh golongan yang Allah akan naungi pada hari dimana tidak ada naungan selain naungan-Nya: (1)Imam yang adil, (2)pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, (3)seorang laki-laki yang hatinya selalu terpaut dengan masjid, (4)dua orang yang saling mencintai karena Allah yang mereka berkumpul karena-Nya dan juga berpisah karena-Nya, (5)seorang laki-laki yang dirayu oleh wanita bangsawan lagi cantik untuk berbuat mesum lalu dia menolak seraya berkata, “Aku takut kepada Allah,” (6)seorang yang bersedekah dengan diam-diam sehingga tangan kanannya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kirinya, (7) dan seseorang yang berzikir/mengingat Allah dalam keadaan sendirian hingga dia menangis.” (HR. Al-Bukhari no. 600 dan Muslim no. 1031)

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يَقُولُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَيْنَ الْمُتَحَابُّونَ بِجَلَالِي الْيَوْمَ أُظِلُّهُمْ فِي ظِلِّي يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلِّي

“Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman pada hari kiamat kelak, “Mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Hari ini Aku naungi mereka dalam naungan-Ku, di mana tidak ada naungan pada hari ini selain naungan-Ku.” (HR. Muslim no. 1031)

Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallaahu ‘anhu dia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَجَبَتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَحَابِّينَ فِيَّ وَالْمُتَجَالِسِينَ فِيَّ وَالْمُتَزَاوِرِينَ فِيَّ وَالْمُتَبَاذِلِينَ فِيَّ

“Allah Azza wa Jalla berfirman, “Wajiblah cinta-Ku bagi orang-orang yang saling mencintai karena Aku, orang-orang yang saling bermajelis karena Aku, orang-orang yang saling mengunjungi karena Aku, dan orang-orang yang saling berkorban karena Aku.” (HR. Malik: 2/818 dan Ahmad no. 21021)

Penjelasan ringkas:

Cinta karena Allah adalah kita mencintai seseorang karena dia mencintai Allah, karenanya semakin bertambah ketaatan dia kepada Allah maka bertambah pula kecintaan kita kepadanya. Kecintaan seperti ini termasuk dari amalan yang paling utama, dan dia merupakan konsokuensi dari kecintaan kepada Allah. Karena di antara bentuk kesempurnaan cinta kepada Allah adalah mencintai siapa saja yang Allah cintai dan mencintai siapa saja yang mencintai Allah. Sementara kaum muslimin secara umum merupakan kaum yang mencintai Allah dan Allah juga mencintai mereka, karenanya seorang muslim wajib mencintai kaum muslimin yang lain sebagai keharusan dari cinta dia kepada Allah.

Dari Anas radhiyallaahu ‘anhu dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Tidaklah beriman seseorang dari kalian sehingga dia mencintai untuk saudaranya sebagaimana dia mencintai untuk dirinya sendiri”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Kecintaan karena Allah ini adalah kecintaan yang murni karena Allah, kecintaan yang tidak didasari oleh maksud-maksud duniawiah. Karenanya Allah Ta’ala membalas orang-orang yang saling mencintai karena Allah dengan memberikan kepada mereka naungan dari teriknya matahari di padang mahsyar kelak di hari kiamat.

Faedah yang dapat kita petik dari pelajaran kali ini.

1. Keutamaan mencintai seseorang karena Allah dan besarnya pahala yang akan di dapat pada hari kiamat.
2. bahwasanya (mencintai karena Allah) merupakan sebab untuk mendapatkan kecintaan Allah Ta’ala.

Referensi: Ad-Duruus al-yaumiyyah minas sunan wal ahkaam asy-Syar’iyyah.

Simak Video Penjelasan Lengkapnya dibawah ini:

Lihat video kajian lainnya dengan KLIK DISINI

Dapatkan rekaman audio kajian Pesantren Al lulu wal Marjan lainnya, melalui:
Kajian Aqidah | Kajian Tafsir | Kajian Hadits | Kajian Sirah | Kajian Tematik | Khutbah Jum’at

Dapatkan informasi terbaru Pesantren Al lulu wal Marjan melalui Social Media Resmi:
Halaman Facebook | Akun Twitter | Akun Instagram | Channel Youtube

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan hasil rekaman ataupun link kajian yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.


Referensi artikel : https://rumaysho.com/1800-keutamaan-mengunjungi-teman-dan-orang-sholeh.html

Tiga Perkara Yang Jika Ada Pada Seseorang, Dia Akan Merasakan Manisnya Iman – Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc

Tiga Perkara Yang Jika Ada Pada Seseorang, Dia Akan Merasakan Manisnya Iman  merupakan kajian Islam yang disampaikan oleh: Ustadz Rizal Yuliar Putrananda dalam pembahasan Hadits, Kajian ini disampaikan rutin setiap hari rabu setelah maghrib di Pesantren Al lulu wal Marjan Magelang

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu , dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيْمَانِ، مَنْ كَانَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُـحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ  أَنْ يَعُوْدَ فِـي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِـي النَّارِ.

“Ada tiga perkara yang apabila perkara tersebut ada pada seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu (1) barangsiapa yang Allâh dan Rasûl-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya, (2) apabila ia mencintai seseorang, ia hanya mencintainya karena Allâh. (3) Ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allâh menyelamatkannya sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam Neraka.”

Simak Video Penjelasan Lengkapnya dibawah ini:

Lihat video kajian lainnya dengan KLIK DISINI

Dapatkan rekaman audio kajian Pesantren Al lulu wal Marjan lainnya, melalui:
Kajian Aqidah | Kajian Tafsir | Kajian Hadits | Kajian Sirah | Kajian Tematik | Khutbah Jum’at

Dapatkan informasi terbaru Pesantren Al lulu wal Marjan melalui Social Media Resmi:
Halaman Facebook | Akun Twitter | Akun Instagram | Channel Youtube

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan hasil rekaman ataupun link kajian yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.


Referensi artikel : https://rumaysho.com/1800-keutamaan-mengunjungi-teman-dan-orang-sholeh.html