Artikel IslamArtikel Pilihan

Beberapa Kesalahan Dalam Wudhu

Yang perlu kita pahami terlebih dahulu, wudhu termasuk dari ibadah. Ibadah haruslah sesuai dengan tuntunan syariat yang sesuai dengan alquran dan assunnah. Kalau tidak, bisa jadi akan menjadi amalan yang sia-sia saja. Maka berikut ini beberapa hal dari sifat wudhu yang tidak semestinya dikerjakan.

Melafalkan Niat.

Niat sebagai tolak ukur dalam suatu amalan, namun apakah ada tatacara yang khusus mengenai niat? Niat berarti maksud/tujuan dan niat termasuk amalan hati. Tidak ada petunjuk dari alquran maupun assunnah untuk melafalkan niat dalam segala jenis peribadahan, termasuk dalam hal wudhu. Seseorang cukup berniat atau bermaksud dalam hatinya untuk berwudhu menghilangkan hadats.

Qodhi Abur Rabi’ As Syafi’i mengatakan, “Mengeraskan niat dan bacaan di belakang imam bukanlah bagian dari sunah. Bahkan ini adalah sesuatu yang dibenci. Jika ini mengganggu jamaah shalat yang lain maka hukumnya haram.” (Al Qoulul Mubin, Hal.91).

Tidak Membaca Basmalah.

Membaca basmalah ketika hendak berwudhu hukumnya sunnah, namun sesuatu yang sunnah kalau ditinggalkan tentunya menjadi tidak baik. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَا وُضُوْءَ لَهُ، وَلَا وُضُوْءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللهِ عَلَيْهِ.

“Tidak sah shalat bagi orang yang tidak berwudlu, dan tidak ada (kesempurnaan) wudlu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah padanya”. (HR. Ahmad 2/418).

Maksud dari hadits di atas tentang tidak ada wudhu bagi yang tidak mengucapkan basmalah adalah tentang kesempurnaan. Jika tidak membaca basmalah, maka kuranglah kesempurnaan dalam wudhu.

Tidak Membasuh Kepala Menyeluruh

Membasuh kepala dalam wudhu termasuk rukun, Allah Ta’ala berfirman

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوۤا۟ إِذَا قُمۡتُمۡ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغۡسِلُوا۟ وُجُوهَكُمۡ وَأَیۡدِیَكُمۡ إِلَى ٱلۡمَرَافِقِ وَٱمۡسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمۡ وَأَرۡجُلَكُمۡ إِلَى ٱلۡكَعۡبَیۡنِۚ

“Wahai orang yang beriman, apabila kalian hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajah kalian, dan tangan kalian sampai siku, dan usaplah kepala kalian dan basuhlah kedua kaki kalian sampai matakaki.” (QS. Al-Ma’idah: 6)

Dari ayat di atas, kita diperintahkan untuk membasuh kepala kita, dari tempat tumbuh rambut bagian depan sampai tengkuk belakang.

Tidak Berurutan

Terkadang di antara kita, ketika wudhu tidak berurutan dalam bagian-bagiannya, padahal Nabi Muhammad mengajarkan kita untuk berurutan. Mendahulukan bagian yang kanan untuk suatu kebaikan, dalam sebuah hadits disebutkan

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطَهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

“Dari Ibunda Aisyah Radhiyallaahu ‘anha berkata: bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam suka mendahulukan yang kanan dalam bersandal, menyisir rambut, bersuci dan dalam segala hal yang baik.” (Muttafaq Alaihi)

Terburu-Buru

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

إن الله يحب إذا عمل أحدكم عملا أن يتقنه

Sesungguhnya Allah mencintai seseorang di antara kalian, apabila beramal maka ia memperbagusnya (memantapkannya). (Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits 1113).

Dari hadits di atas kita mengetahui bahwa apabila ada seorang hamba beramal dengan sungguh-sungguh, maka itu dicintai oleh Allah ta’ala. Seperti halnya dalam berwudhu, seyogyanya bersungguh-sungguh dan tidak terburu-buru.

Karena dalam hadits lain diceritakan, dari Abdullah bin Amr pernah berkata “Saat kami kembali dari Makkah menuju ke Madinah bersama Rasulullah di pertengahan jalan, ketika kami tiba di suatu tempat yang mempunyai air, maka kami dapati sekelompok manusia dalam keadaan tergesa-gesa mengambil wudlu karena waktu Ashar hampir habis. Ketika kami menghampiri mereka, kami dapati tumit-tumit mereka kering tidak dibasahi air. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda:

 فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيْلٌ لِلْأَعْقَابِ مِنْ النَّارِ أَسْبِغُوا الْوُضُوءَ

“Celakalah bagi tumit-tumit (yang tidak terbasuh dengan air wudlu) dengan api Neraka. Sempurnakanlah wudlu kalian dengan baik.” (HR. Muslim)

Boros Air

Boros dalam menggunakan air atau boros dalam hal yang lainnya merupakan sifat kurang terpuji, Allah ta’ala berfirman:

وكلوا واشربوا ولا تسرفوا

Makan dan minumlah kalian, akan tetapi jangan berlebih-lebihan (QS. Al A’raf; 31)

Dalam ayat di atas kita dilarang untuk berlebihan dalam menggunakan sesuatu.

Dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata :

كان النبي صلى الله عليه وسلم، يتوضأ بالمد و يغتسل بالصاع إلى خمسة أمداد.

Bahwasanya Nabi Muhammad berwudhu dengan satu muda dan mandi dengan satu sha’ (4mud) hingga 5 mud. (HR. Muslim).

Tahukah kita seberapa banyak satu mud itu? Satu mud kalau dihitung dalam liter kurang lebihnya satu liter. Sedangkan mandi beliau hanya satu sha’ yaitu 4 mud, hemat sekali bukan? Itulah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallan, beliau ternyata sosok yang hemat dalam menggunakan air.

Demikian beberapa kesalahan yang mungkin sering kita kerjakan dalam pelaksanaan wudhu. Semoga Allah ta’ala senantiasa memberikan kita semua taufik-Nya agar dimudahkan dalam menjalankan amal-amal ketaatan.

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Ahlan wa Sahlan di Website Resmi Pesantren Al Lu'lu' Wal Marjan Magelang
👋 Ada Yang Bisa Kami Bantu?
Close
Close