
Berdiskusi Secara Ilmiah & Tidak Bersikap Fanatik
Berdiskusi Secara Ilmiah & Tidak Bersikap Fanatik
Ustadz Luthfi Ihsanuddin
Kamis, 28 Agustus 2025
Alhamdulillah Pesantren Al-Lu’Lu’ Wal Marjan kembali menghadirkan kajian kitab setiap malam Jum’at. Kajian kitab kali ini berjudul “Syarhu Adab Al Mu’alliminn wa Al Muta’allimiin” (Adab serta Etika Seorang Pengajar dan Pembelajar) sebuah risalah yang ditulis oleh Syekh Abdurahman bin Nasir As Si’di yang kemudian risalah tersebut disyarah Syaikh Dr. ‘Abdus Salam bin Muhammad Asy Syuwai’ir hafidhohullahu ta’ala.
Kita akan melanjutkan kembali pembahasan kita setelah sebelumnya dibahas tentang sikap yang seharusnya dimiliki oleh seorang guru secara khusus dan seluruh kaum muslimin secara umum yaitu tidak gengsi untuk mengatakan “Aku tidak tau”. Kemudian, berkata Syekh Abdurahman bin Nasir As Si’di rahimahullah ta’ala “dan di antara hal yang mampu membantu untuk merealisasikan sesuatu yang ingin dicapai (tidak mengomentari sesuatu tanpa ilmu) adalah seorang guru membuka sesi untuk para muridnya untuk latihan beradu argumen pada permasalahan-permasalahan tertentu”.
Tentu beradu argument ada adabnya, jika seseorang telah mengemukakan pendapat dengan dalil yang benar (shahih) sedangkan kita tidak mempunyai argument yang kuat maka kita tidak perlu menanggapi lebih lanjut. Memiliki niat yang jujur dan tulus dalam rangka mencari kebenaran serta menjauhi riya’ dan sum’ah.
Kemudian hendaknya kita mendasari debat kita dengan ilmu yang lurus yang bersumber dari Al-Qur’an, Hadist serta pemahaman para sahabat terdahulu.
Mari sama-sama kita menyaksikan bersama kajian kitab “Syarhu Adab Al Mu’alliminn wa Al Muta’allimiin” (Adab serta Etika Seorang Mu’allim dan Murid). Dengan menonton rekaman yang ada di bawah ini, baarakallahu fiikum.