Artikel IslamUstadz Rizal Yuliar

Pentingnya Iman, Ilmu, dan Qur’an – Ustadz Rizal Yuliar Putrananda

بسم الله الرحمن الرحيم
Ringkasan Khutbah Jum’at
Ustadz Rizal Yuliar Putrananda

Berikut kami tulis ringkasan Khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Rizal Yuliar Putrananda hafizhahullah (Pengasuh Pesantren Al-Lu’lu’ Wal Marjan) pada hari Jum’at, 22 Januari 2021 yang bertemakan “Hubungan antara Iman, Ilmu, dan Qur’an.”

Keutamaan Iman
Iman adalah nikmat terbesar, karunia teragung, anugerah terindah dari Allah ta’ala kepada diri seorang hamba. Iman adalah jalan kebahagiaan hakiki di dunia dan di akhirat. Iman adalah jalan selamat menuju surga. Allah ta’ala berfirman:

مَنۡ عَمِلَ صَـٰلِحࣰا مِّن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤۡمِنࣱ فَلَنُحۡیِیَنَّهُۥ حَیَوٰةࣰ طَیِّبَةࣰۖ وَلَنَجۡزِیَنَّهُمۡ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ مَا كَانُوا۟ یَعۡمَلُونَ

“Barangsiapa beramal shalih, apakah dia laki-laki ataupun perempuan, dalam keadaan beriman kepada Allah, maka sungguh Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang bahagia dan Kami akan berikan balasan kepada mereka dengan yang jauh lebih baik dari apa yang telah mereka lakukan.” (QS. An Nahl: 97)

Iman Bertambah dan Berkurang
Iman pada diri seorang hamba dapat bertambah namun juga dapat berkurang. Salah satu diantara keyakinan Ahlus sunnah wal jama’ah dalam prinsip beragama adalah bahwa iman seorang hamba dapat bertambah, dapat bersemi, lestari, dan tinggi menjulang dengan ketaatan serta ketakwaannya kepada Allah ta’ala.

Sebaliknya, Ahlus sunnah wal jama’ah juga meyakini bahwa iman seorang hamba mungkin berkurang, layu tak berkembang, rapuh, lapuk, usang, bahkan sirna tak tersisa disebabkan oleh dosa dan kemaksiatan. Disebutkan bahwa seorang imam diantara para ulama Ahlus sunnah wal jama’ah yang bernama Abdurrahman bin Amr Al Auza’i rahimahullah pernah ditanya:

أَيَزِيْدُ الْإِيْمَانُ ؟
“Wahai Imam Al Auza’i, apakah iman dapat bertambah?”

Beliau menjawab:
نَعَمْ، حَتَّى يَكُوْنَ كَالْجِبَالِ
“Ya, iman bertambah hingga ia dapat menjulang tinggi seperti gunung-gunung.”

Pertanyaan itu bersambung:
أَفَيَنْقُصُ ؟
“Wahai Imam, apakah iman dapat berkurang?”

Beliau pun menjawab:
نَعَمْ، حَتَّى لَا يَبْقَى مِنْهُ شَيْءٌ
“Ya, iman dapat berkurang bahkan hingga tidak tersisa sedikitpun darinya.”

Di kesempatan yang lain, Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah menjelaskan tentang bertambah dan berkurangnya iman. Beliau menyatakan:

يَزِيْدُ الْإِيْمَانُ حَتَّى يَبْلُغَ أَعْلَى السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَيَنْقُصُ حَتَّى يَصِيْرَ إِلَى أَسْفَلِ السَّافِلِيْنَ السَّبْعِ
“Iman dapat bertambah sehingga ia mampu mencapai ketinggian langit yang ketujuh dan iman dapat berkurang sehingga ia menjadi yang paling berada di kerak lapisan bumi yang ketujuh.”

Sungguh benar apa yang telah disabdakan oleh rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ath Thabrani rahimahullah dalam Al Mu’jam Al Kabir dan dishahihkan oleh Syaikh Albani rahimahullah. Dari sahabat mulia Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إنَّ الْإِيْمَانَ لَيَخلَقُ فِيْ جَوْفِ أَحَدِكُمْ كَمَا يَخْلَقُ الثَّوْبُ، فَاسْأَلُوا اللهَ أَنْ يُجدِّدَ الْإِيْمَانَ فِيْ قُلُوْبِكُمْ
“Sungguh keimanan dapat usang di sanubari salah seorang diantara kalian seperti usangnya sebuah pakaian, maka mohonlah kepada Allah agar Dia senantiasa menjaga, melestarikan, dan memperbaharui iman di dalam kalbu kalian.” (HR. Ath Thabarani)

Maka, seorang muslim yang shalih hendaklah memiliki rasa takut dan rasa harap. Seimbang pada dirinya antara harap dan takut. Ia berharap, optimis, termotivasi untuk senantiasa berusaha agar iman pada dirinya meningkat dan menjulang tinggi. Sebaliknya, ia pantas untuk waspada dan mawas diri sekiranya imannya akan menjadi usang, imannya melemah, imannya berkarat, atau bahkan sampai mati.

Hanya Allah Yang Dapat Menganugerahkan Kekokohan Iman

Diperlukan ketulusan hati dan kejujuran diri untuk takut dan tunduk kepada Allah ta’ala. Juga memohon keselamatan, mencari kesucian jiwa dan kekokohan iman. Karena hanya Allah ta’ala sajalah yang mampu menjaga diri kita dari ketergelinciran dosa dan kemaksiatan bisikan setan. Dan hanya Allah ta’ala sajalah yang menganugerahkan kesucian hati, kejernihan jiwa, dan kekokohan iman. Allah ta’ala berfirman:

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَ ٰ⁠تِ ٱلشَّیۡطَـٰنِۚ وَمَن یَتَّبِعۡ خُطُوَ ٰ⁠تِ ٱلشَّیۡطَـٰنِ فَإِنَّهُۥ یَأۡمُرُ بِٱلۡفَحۡشَاۤءِ وَٱلۡمُنكَرِۚ وَلَوۡلَا فَضۡلُ ٱللَّهِ عَلَیۡكُمۡ وَرَحۡمَتُهُۥ مَا زَكَىٰ مِنكُم مِّنۡ أَحَدٍ أَبَدࣰا وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ یُزَكِّی مَن یَشَاۤءُۗ وَٱللَّهُ سَمِیعٌ عَلِیمࣱ
“Wahai kaum yang beriman, janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syaithan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaithan, sesungguhnya dia mengajak kepada yang keji dan mungkar. Jika bukan karena karunia dari Allah dan kasih sayang-Nya kepada kalian, tidaklah salah seorang diantara kalian menjadi suci sampai kapanpun. Akan tetapi, Allah subhanahu wa ta’ala sajalah yang menyucikan hamba-hamba yang dikehendakinya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nur: 21)

Dalam ayat yang lain, Allah ta’ala berfirman:

وَلَوۡلَا فَضۡلُ ٱللَّهِ عَلَیۡكُمۡ وَرَحۡمَتُهُۥ لَٱتَّبَعۡتُمُ ٱلشَّیۡطَـٰنَ إِلَّا قَلِیلࣰا
“Jika bukan karena karunia dari Allah dan kasih sayang-Nya kepada kalian niscaya kalian akan mengikuti syaithan, kecuali sedikit saja yang selamat.” (QS. An Nisa’ : 83)

Maka memohonlah kepada Allah ta’ala untuk menyelamatkan kita dari bisikan dan langkah syaithan. Mohonlah kepada Allah ta’ala untuk menyucikan jiwa kita agar iman kokoh di dalam sanubari kita.

Pentingnya Ilmu

Setelah memohon kepada Allah ta’ala kekokohan iman di dalam hati kita, diperlukan lentera yang menuntun langkah kita. Diperlukan pelita cahaya yang menerangi jalan kita. Lentera itu adalah ilmu agama tuntunan nabi. Pelita itu adalah petunjuk wahyu Ilahi Rabbi. Agar dengan ilmu, kita akan senantiasa berada dalam kebaikan, ketaatan, dan ketakwaan kepada Allah ta’ala. Dan dengan ilmu kita akan terjauh dari kelalaian, terselamatkan dari bisikan dosa dan kemaksiatan. Itulah karenanya, rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits menyatakan:

مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
“Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan, niscaya Allah subhanahu wa ta’ala akan menjadikannya faqih dalam ilmu agama.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits yang lain beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda menyatakan:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka mencari ilmu agama, niscaya Allah ta’ala akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

Maka menjadi tidak mengherankan, tatkala Allah ta’ala memerintahkan rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta tambahan di dalam do’anya:

وَقُل رَّبِّ زِدۡنِی عِلۡمࣰا
“Dan ucapkanlah olehmu (Wahai Muhammad); ‘Wahai Rabbku tambahkan untukku ilmu.’”(QS. Thaha : 114)

Dan disebutkan dalam yang shahih dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha: bahwa rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selalu membaca do’a di awal hari beliau selepas shalat subuh:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا
“Ya Allah, aku memohon kepada Engkau ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amalan yang diterima.” (HR. An Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Iman yang mungkin untuk bertambah dan juga tidak mustahil akan berkurang harus diperhatikan sebagaimana mestinya. Iman adalah syarat mutlak masuk ke dalam surga. Iman adalah kunci sukses dan bahagia di kehidupan dunia, sebelum kebahagiaan abadi di akhirat. Dengan selalu memohon kepada Allah ta’ala agar iman diperbaharui dan lestari dalam sanubari kita, kita juga berusaha menjaganya dengan belajar ilmu agama, agar dengan petunjuk ilmu tersebut kita semakin dekat dengan petunjuk kebenaran, jauh dari kemaksiatan.

Iman Bertambah Dengan Bertambahnya Perhatian Kita Pada Al Qur’an

Perlu diketahui, bahwa iman dapat menguat, kokoh, tidak kenal putus, tidak kenal layu dan lapuk, tidak usang dimakan waktu dengan senantiasa membaca al qur’an, memahami al qur’an, mengkaji al qur’an, mengamalkan al qur’an, dan berdakwah mengajak manusia untuk kembali dan menjunjung tinggi al qur’an. Perhatikanlah firman Allah ta’ala:

وَإِذَا مَاۤ أُنزِلَتۡ سُورَةࣱ فَمِنۡهُم مَّن یَقُولُ أَیُّكُمۡ زَادَتۡهُ هَـٰذِهِۦۤ إِیمَـٰنࣰاۚ فَأَمَّا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ فَزَادَتۡهُمۡ إِیمَـٰنࣰا وَهُمۡ یَسۡتَبۡشِرُونَ
“Dan apabila diturunkan satu surat al qur’an, maka diantara mereka ada yang berkata: ‘siapa diantara kalian yang bertambah keimanannya dengan ayat ini?’ Adapun hamba-hamba yang beriman, maka keimanan mereka akan bertambah dan mereka mendapatkan kabar gembira melalui ayat-ayat al qur’an.” (QS. At Taubah : 124)

Demikian pula Allah ta’ala menyebutkan sifat kaum mu’minin:

إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٱلَّذِینَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتۡ قُلُوبُهُمۡ وَإِذَا تُلِیَتۡ عَلَیۡهِمۡ ءَایَـٰتُهُۥ زَادَتۡهُمۡ إِیمَـٰنࣰا وَعَلَىٰ رَبِّهِمۡ یَتَوَكَّلُونَ
“Sesungguhnya hanya kaum mu’minin sajalah yang apabila mereka diingatkan tentang Allah hati mereka bergetar takut, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah keimanan mereka bertambah, dan mereka senantiasa bertawakkal kepada Allah.” (QS. Al Anfal: 2)

Perhatikan dua ayat selanjutnya, Allah subhanahu wa ta’ala dengan tegas menyatakan:

أُو۟لَـٰۤىِٕكَ هُمُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ حَقࣰّاۚ لَّهُمۡ دَرَجَـٰتٌ عِندَ رَبِّهِمۡ وَمَغۡفِرَةࣱ وَرِزۡقࣱ كَرِیمࣱ
“Mereka itulah kaum mu’minin sejati, mereka itulah kaum mu’minin sesungguhnya. Bagi mereka derajat yang tinggi di sisi Allah, untuk mereka ada ampunan dari Allah, dan kelak bagi mereka ada rizki yang mulia di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.” (QS. Al Anfal: 4)

Semoga Allah ta’ala menjaga dan melestarikan iman dalam sanubari kita. Semoga Allah ta’ala menjadikan iman kita senantiasa bertambah di sisa usia kita. Semoga Allah ta’ala menutup usia kita dalam keadaan husnul khitam dan kelak memasukkan kita ke dalam surga tertinggi-Nya tanpa hisab, tanpa ‘adzab.

Demikian khutbah ini kami catat ulang, semoga bermanfaat.
Jazaakumullahu khairan

Magelang, 27 Januari 2021

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
Close
Close