
Kesabaran Seorang Guru di Dalam Mentarbiyah Murid (Bag.1)
Kesabaran Seorang Guru di Dalam Mentarbiyah Murid (Bag.1)
Ustadz Aufa Abdullah
Kamis, 8 Mei 2025
Alhamdulillah Pesantren Al-Lu’Lu’ Wal Marjan kembali menghadirkan kajian kitab setiap malam Jum’at. Kajian kitab kali ini berjudul “Syarhu Adab Al Mu’alliminn wa Al Muta’allimiin” (Adab serta Etika Seorang Pengajar dan Pembelajar) sebuah risalah yang ditulis oleh Syekh Abdurahman bin Nasir As Si’di yang kemudian risalah tersebut disyarah Syaikh Dr. ‘Abdus Salam bin Muhammad Asy Syuwai’ir hafidhohullahu ta’ala.
Kita memasuki pembahasan selanjutnya di dalam perkataan Syekh Abdurahman bin Nasir As Si’di rahimahullah, beliau mengatakan:
“Kalau seseorang di dalam menuntut ilmu mencampurkan satu perkara dengan perkara yang lainnya maka akan bertumpuk maklumat (pengetahuan) di dalam fikirannya, sehingga tidak ada maklumat yang bisa ia pahami, yang memudahkan ia untuk memahami maklumat yang lain, sehingga harus memahami satu perkara kemudian melanjutkan ke perkara yang lain.”
Syekh Abdurahman bin Nasir As Si’di rahimahullah mengatakan “Hendaknya seorang guru menasihati muridnya dengan apa yang ia mampu (semampunya) dan hendaknya seorang guru bersabar ketika seorang murid belum memahami pelajaran”.
Imam Ahmad rahimahullahu ketika ditanya bagaimana niat yang benar di dalam menuntut ilmu? Beliau mengatakan “niat yang benar di dalam menuntut ilmu adalah ketika engkau mengangkat kebodohan di dalam dirimu dan mengangkat kebodohan dari orang lain”.
Mari sama-sama kita menyaksikan bersama kajian kitab “Syarhu Adab Al Mu’alliminn wa Al Muta’allimiin” (Adab serta Etika Seorang Mu’allim dan Murid). Dengan menonton rekaman yang ada di bawah ini, baarakallahu fiikum.