
Keutamaan Berakhlak Mulia
Keutamaan Berakhlak Mulia
Ust Rizal Yuliar Putrananda
23 Mei 2022
Alhamdulillah setelah kajian diliburkan untuk beberapa saat, pada malam hari ini kajian kitab Riyadush Shalihin kembali dilaksanakan.
Kita akan melanjutkan kembali kebersamaan kita mengkaji Kitab Riyadush Shaalihiin, Karya Al-Imam Yahya Ibnu Saraf An-Nawawi rahimahullah.
Tidak terasa kitab yang kita kaji bersama ini telah sampai pada Bab ke-73 tentang “Keindahan Akhlak”. Perlu diingatkan kepada kita semua, bahwa agama islam adalah agama akhlak. Akhlak yang indah adalah poros utama semua tuntunan agama islam. Dari A-Z tidak sesuatupun yang dituntunkan dalam agama ini, kecuali membentuk dan membangun kemuliaan akhlak seseorang, baik akhlaknya kepada Allah ta’ala, dirinya sendiri atau kepada orang lain.
Di dalam sebuah ayat, Allah ta’ala berfirman tentang akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam;
وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ
“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) sungguh berada di atas akhlak yang mulia”
(Q.s Al- Qalam : 4)
Abdullah Ibn Abbas menafsirkan ayat 4 pada surah Al-Qalam ini “Dan Sungguh engkau (Muhammad) sungguh berada di atas akhlak yang mulia”. Kata Abdullah ibn Abbas “Sungguh engkau berada di atas agama yang Agung”, sehingga kesimpulannya adalah agama = akhlak.
Dan benar saja, tatkala Aisyah Radhiyallahu anha ditanya, wahai Ibunda bagaimanakah dulu akhlak Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam? Kenapa yang ditanya Aisyah? Karena Ibunda Aisyah adalah wanita yang sangat cerdas.
Jawaban Ibunda Aisyah Radhiyallahu anha hanya 3 kata dalam redaksi bahasa arab “Akhlak Nabi dulu adalah Al-Qur’an”. Maka Al-Qur’an seluruhnya dari awalnya hingga akhirnya adalah cerminan akhlak Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Sehingga Allah ta’ala memerintahkan kita untuk meneladani beliau, dalam surah Al-Ahzab ayat 21 Allah ta’ala berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah”
Yuk, simak lebih cermat dan lanjut lagi melalui rekaman di bawah ini ya, baarakallahu fiikum.