
Menghindari Perasaan Was-Was Dalam Shalat
Menghindari Perasaan Was-Was Dalam Shalat
Ustadz Abu ‘Umar
Selasa, 16 Januari 2024
Kita akan melanjutkan kajian kitab “Ta’dzhiimu Ash Shalaah” (Mengagungkan Sholat) buah karya Syekh Abdur Rozzaq ibn Abdil Muhsin Al-Badr hafidhohullahu ta’ala.
Pada kesempatan yang telah lalu pemateri telah menjelaskan terkait bab “Khusyu’ di dalam Sholat”. Maka, pertemuan kita pada sore menjelang malam ini adalah bab sebaliknya dari Khusyu’, yaitu Bab tentang Was-Was. Was-Was masuk ke dalam bahasa Indonesia dengan arti kegelisahan, juga berarti kecemasan, juga berarti obsesi. Was-was adalah sesuatu yang menghantui fikirannya atau menyibukkannya dari yang seharusnya dia sibuk, terkadang hanya berhenti pada arti tersebut, namun terkadang meningkat menjadi penyakit sampai mengganggu jiwa. Semoga Allah melindungi diri kita dari was-was tersebut.
Dari Abdillah ibn Anamah, saya melihat Ammar ibn Yasir beliau masuk masjid dan sholat dan sholatnya Ia ringankan. Maka tatkala dia keluar, saya berdiri menuju beliau dan aku berkata mengapa sholat engkau ringankan, dia menjawab apakah saya melakukan hal yang tidak sesuai dengan tuntunan Nabi? aku menjawab tidak, kemudia dia melanjutkan “Aku bersegera dengan sholatku karena menghindari kekeliruan yang disebabkan syaithon”.
Ammar ibn Yasir pun berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;
إِنَّ الرَّجُلَ لَيَنْصَرِفُ وَمَا كُتِبَ لَهُ إِلَّا عُشْرُ صَلَاتِهِ تُسْعُهَا ثُمْنُهَا سُبْعُهَا سُدْسُهَا خُمْسُهَا رُبْعُهَا ثُلُثُهَا نِصْفُهَا
“Sesungguhnya seorang hamba itu melaksanakan sholat tidak tercatat dari pada sholatnya itu, kecuali dicatat sepersepuluhnya saja, ada juga dicatat sepersembilan, seperdelapan, sepertujuh, seperenam, seperlima, sepertempat, sepertiga, setengahnya” (HR. Abu Dawud)
Mari sama-sama kita menyaksikan bersama kajian kitab “Ta’dzhiimu Ash Shalaah” karangan Syekh Abdur Rozzaq ibn Abdil Muhsin Al-Badr hafidhohullahu ta’ala dengan menonton rekaman yang ada di bawah ini, baarakallahu fiikum.