
Mimpi Dalam Perspektif Penjelasan Nabi
Mimpi Dalam Perspektif Penjelasan Nabi
Ust Rizal Yuliar Putrananda
02 Desember 2023
Kita melanjutkan pembahasan kitab Riyadush Shalihin karya Al-Imam Yahya bin Syarof An-Nawawi rahimahullah .
Pada awal Bab ini, penulis membawakan firman Allah ta’ala, Allah ta’ala berfirman;
وَمِنْ اٰيٰتِهٖ مَنَامُكُمْ بِالَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاۤؤُكُمْ مِّنْ فَضْلِهٖۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّسْمَعُوْنَ
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah tidurmu pada waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan”
(QS. Ar-Rum 23)
Pada bab ini terdapat beberapa hadits, pada hadits yang pertama penulis membawakan hadits dari sahabat mulia Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata;
Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لم يبق من النبوة إلا المبشرات قالوا وما المبشرات قال الرؤيا الصالحة
“tidak tersisa dari kenabian kecuali kabar-kabar gembira, para sahabat bertanya, apa yang dimaksud dengan kabar-kabar gembira? Kata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yaitu mimpi-mimpi yang baik”
(HR. Bukhari)
Mari, kita simak lebih cermat dan lanjut lagi melalui rekaman video di bawah ini, baarakallahu fiikum.