
Salam Pun Ada Tata Caranya
Salam Pun Ada Tata Caranya
Ust Rizal Yuliar Putrananda
22 Januari 2024
Kita melanjutkan pembahasan kitab Riyadush Shalihin karya Al-Imam Yahya bin Syarof An-Nawawi rahimahullah .
Pembahasan demi pembahasan yang ada di Bab Salam mungkin sederhana dan sebagian besarnya mungkin sudah pernah kita kaji. Hadits-haditsnya mungkin sebagian kita menghafalnya, tapi apalah arti dari sebuah ilmu yang dihafalkan, kalau kita tidak mengamalkannya semampu mungkin dengan taufik dari Allah ta’ala.
Pada Bab ke 132, Al-Imam Yahya bin Syarof An-Nawawi rahimahullah beliau membawakan hadits yang menerangkan tentang anjuran bagi seseorang untuk memulai dengan salam menggunakan kata ganti plural (jamak). Jadi ada anjuran ketika kita memulai salam kita menggunakan kata ganti jamak “Assalamu’alaikum”, meskipun yang diberikan ucapan hanya sendiri.
Dari Imron Ibnu Husain radiyallahu ta’ala anhu,
“ada seseorang yang datang kepada baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian ketika datang beliau mengucapkan Assalamu’alaikum, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawabnya Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya “sepuluh pahala”. Kemudian datang orang yang lain lagi dan dia mengucapkan Assalamu’alaikum warahmatullah, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawabnya. Setelah dijawab, kemudian orang itu duduk, nabi menyambung “Dua Puluh”, kemudian datang lagi yang ketiga datang dia mengucapkan Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh, dijawab kepadanya salam kemudian dia duduk, maka nabi mengatakan “Tiga Puluh”
(HR. Abu Daud & Tirmizi)
Haidts tersebut di atas dikuatkan dengan jalur yang lain dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu diriwayatkan oleh Al-Bukhori dalam kitab “Adabul Mufrod”, diriwayatkan juga oleh An-Nasa’i dalam kitab “Amalul Yaumi Wal Lailah” dan diriwayatkan juga oleh Al-Imam Ibnu Hibban rahimallahul jami’ dengan sanad yang shahih.
Mari, kita simak lebih cermat dan lanjut lagi melalui rekaman video di bawah ini, baarakallahu fiikum.