
Seorang Yang Memakmurkan Masjid
Seorang Yang Memakmurkan Masjid
Ustadz Dhiya’ul Abrar
Selasa, 30 Januari 2024
Kita akan melanjutkan kajian kitab “Ta’dzhiimu Ash Shalaah” (Mengagungkan Sholat) buah karya Syekh Abdur Rozzaq ibn Abdil Muhsin Al-Badr hafidhohullahu ta’ala.
Kita memasuki akhir-akhir kitab ini, artinya ini merupakan pembahasan sebelum pembahasan terakhir, tidak terasa alhamdulillah kita hampir menyelesaikan kajian pada kitab ini. Kita lanjutkan pembahasan pada bab ini yang penulis beri judul “Seorang yang Memakmurkan Masjid”. Di kitab ini pembahasan kita adalah seputar sholat dan sholat punya tempat yang paling afdhal untuk dilakukan yaitu masjid.
Cukuplah masjid itu dianggap sebagai tempat yang mulia (penuh keutamaan), ketika tempat tersebut dinisbatkan kepada Allah ta’ala. Masjid merupakan rumah Allah, masjid memiliki derajat yang tinggi di sisi Allah ta’ala.
Allah ta’ala berfirman;
وَّاَنَّ الْمَسٰجِدَ لِلّٰهِ فَلَا تَدْعُوْا مَعَ اللّٰهِ اَحَدًاۖ
“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah untuk Allah. Maka janganlah kamu menyembah apa pun di dalamnya selain Allah”
(QS. Al Jinn 18)
Allah ta’ala juga berfirman;
فِيْ بُيُوْتٍ اَذِنَ اللّٰهُ اَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيْهَا اسْمُهٗۙ يُسَبِّحُ لَهٗ فِيْهَا بِالْغُدُوِّ وَالْاٰصَالِ ۙ
“(Cahaya itu) di rumah-rumah yang di sana telah diperintahkan Allah untuk memuliakan dan menyebut nama-Nya, di sana bertasbih (menyucikan) nama-Nya pada waktu pagi dan petang”
(QS. An Nur 36)
Mari sama-sama kita menyaksikan bersama kajian kitab “Ta’dzhiimu Ash Shalaah” karangan Syekh Abdur Rozzaq ibn Abdil Muhsin Al-Badr hafidhohullahu ta’ala dengan menonton rekaman yang ada di bawah ini, baarakallahu fiikum.