
Tetap Shalih Meski Safar
Tetap Shalih Meski Safar
Ust Rizal Yuliar Putrananda
28 Oktober 2024
Kita melanjutkan pembahasan kitab Riyadush Shalihin karya Al-Imam Yahya bin Syarof An-Nawawi rahimahullah .
Pertemuan kali ini merupakan pertemuan penutup dalam pembahasan “Adab safar”. Kita masuk pada bab ke 177 yaitu bab “Apa yang diucapkan oleh seseorang apabila dia kembali dan melihat negerinya lagi”. Dari Anas radhiyallahu ‘anhu beliau menyatakan kami pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sampai pada perjalanan itu kami sudah di punggung kota madinah (sudah dekat dari gerbang kota madinah) dan Rasulullah membaca
آيبون تائبون عابدون لربنا حامدون
“Kami kembali, kami bertaubat, kami beribadah kepada rabb kami, kami memuji”
Beliau selalu membaca do’a ini sampai datang di kota Madinah (HR. Muslim)
Dari Ibnu Umar radiyallahu anhuma beliau bertutur mengisahkan, dahulu apabila nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berada dalam kafilah perjalanan haji dan umroh bila beliau menempu jalan yang menjulang atau mendaki maka beliau bertakbir 3 kali, kemudian beliau membaca:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، آيِبُونَ تَائِبُونَ، عَابِدُونَ سَاجِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ، صَدَقَ اللَّهُ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ
HR. Bukhari dan Muslim
Mari, kita simak lebih cermat dan lanjut lagi melalui rekaman video di bawah ini, baarakallahu fiikum.