Artikel IslamKhutbah JumatUstadz Ihsanuddin

Waktu – Ustadz Ichsanudin

بسم الله الرحمن الرحيم
Ringkasan Khutbah Jum’at
Ustadz Ichsanuddin

Berikut kami tulis ringkasan Khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Ichsanuddin (Kepala Divisi Pengasuhan Pesantren) pada hari jum’at, 8 Januari 2021 tentang “Waktu”.

  1. Keutamaan Takwa

    Takwa merupakan keberuntungan. Siapa saja yang bertakwa kepada Allah, akan mendapat keberuntungan di dunia maupun di akhirat. Begitu pula, seorang yang bertakwa kepada Allah akan dipermudah dalam segala urusannya. Allah Ta’ala berfirman:

ومن يتق الله يجعل له مخرجا •  ويرزقه من حيث لا يحتسب

Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, akan dimudahkan segala perkaranya. Dan Allah akan beri dia rizki dari arah yang tidak disangka …” (QS. Ath Thalaq: 2-3) 

  1. Definisi Takwa
    Takwa menurut murid Ibnu Abbas (Thalq bin Habib) adalah:

التقوى : أن تعمل بطاعة الله على نور من الله ترجو ثواب الله وأن تترك معصية الله على نور من الله تخاف عقاب الله

“Takwa : Amalan ketaatan kepada Allah sesuai petunjuk Allah dengan mengharap pahala Allah dan menjauhi kemaksiatan sesuai petunjuk Allah dengan perasaan takut akan adzab Allah.”

  1. Dunia Tidaklah Abadi
    Dunia merupakan tempat kita untuk beramal sebelum ajal menjemput kita. Dunia bukanlah tujuan utama kita, melainkan ia hanyalah tempat singgah. Semua yang kita lakukan di dunia, akan ditanya dan dihisab di hari kiamat nanti. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ

“Kedua telapak kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat nanti, sampai ia ditanya tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang ilmunya untuk apa dia amalkan, tentang hartanya dari mana dia peroleh dan untuk apa dia habiskan dan tentang tubuhnya untuk apa dia gunakan.” (HR. Tirmidzi)

  1. Jangan Sampai Menyesal
    Orang yang telah menyia-nyiakan kehidupan di dunia ini akan menyesal di kemudian hari. Mereka berharap agar mereka dikembalikan ke dunia untuk beramal shalih. Namun sayang, itu semua hanyalah angan-angan yang tidak akan terwujud. Allah ta’ala berfirman:

حَتَّىٰۤ إِذَا جَاۤءَ أَحَدَهُمُ ٱلۡمَوۡتُ قَالَ رَبِّ ٱرۡجِعُونِ•  لَعَلِّیۤ أَعۡمَلُ صَـٰلِحࣰا فِیمَا تَرَكۡتُ

“Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata : “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.” (QS. Al Mu’minun: 99-100)

  1. Manusia Hanyalah Kumpulan Hari-Hari
    Hasan Al Bashri pernah mengatakan:

ابن آدم، إنما أنت الأيام

إذا ذهب يومك ذهب بعضك

“Wahai anak Adam, kalian hanyalah kumpulan hari-hari.

Apabila terlewat satu hari, maka berkuranglah sebagian darimu.”

     Maka, selayaknya bagi setiap manusia untuk memanfaatkan waktu dan hari-harinya agar senantiasa
istiqamah dalam menjalankan amal ketaatan dan menjauhi larangan-larangan.

  1. Allah Bersumpah dengan Waktu
    Apabila Allah bersumpah dengan sesuatu, itu menunjukkan betapa agung sesuatu tersebut. Allah bersumpah dengan 5 waktu dalam sehari. Itu menunjukkan bahwa betapa agung waktu yang Allah berikan kepada kita. Berikut beberapa contoh sumpah Allah dengan waktu yang terdapat di dalam al quran:

والفجر
“Demi waktu Fajar”

والضحى
“Demi waktu Dhuha”

والنهار إذا تجلى
“Demi siang apabila terang benderang”

  1. Kehidupan Dunia Amatlah Singkat
    Betapa banyak kita dapati manusia yang paginya masih sehat, sorenya telah tiada. Pada hari kiamat, Allah akan bertanya kepada manusia. Allah ta’ala berfirman:

قال كم لبثتم في الأرض عدد سنين ؟
“Allah bertanya : “berapa lama kalian hidup di dunia ?”

قالوا لبثنا يوما أو بعض يوم فاسأل العادين
“Mereka berkata: ‘kami hidup sehari atau sebagian dari hari, tanyakanlah pada yang menghitung.’”

      Hidup mereka selama berpuluh-puluh tahun, hanya terasa seperti satu hari, atau bahkan kurang dari itu.
Maka, manfaatkanlah waktu dengan sebaik-baiknya.

  1. Tujuan Diciptakannya Manusia
    Banyak manusia yang mengira bahwa mereka diciptakan secara kebetulan. Mereka kira, apa yang mereka lakukan di dunia tidak ada pertanggungjawabannya. Mereka juga beranggapan bahwa tiada kehidupan setelah kematian. Namun, apakah semua yang mereka kira itu benar adanya? Allah Ta’ala menyebutkan di dalam kitab-Nya:

أفحسبتم أنما خلقناكم عبثا وأنكم إلينا لا ترجعون ؟
“Apakah kalian mengira bahwa kalian diciptakan tanpa tujuan, dan kalian tidak dikembalikan kepada Kami ?!”

     Di dalam ayat ini, Allah mengingkari semua anggapan mereka. Sungguh kita diciptakan bukan tanpa tujuan.
Tujuan diciptakannya manusia, hanya untuk beribadah kepada-Nya. Allah ta’ala berfirman :

وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون
“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)

  1. Waktu, Nikmat yang Sering Tersia-siakan
    Banyak manusia yang lalai dan tertipu dengan nikmat waktu. Waktu yang merupakan modal utama kita untuk beramal disia-siakan begitu saja. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس : الصحة والفراغ
“Ada 2 nikmat yang banyak manusia tertipu dengannya : kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)

  1. 3 Tips Agar Kita dapat Mempergunakan Waktu dengan Sebaik-baiknya :

دوام المحاسبة
Selalu introspeksi diri

     Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah berujar:

حاسبوا أنفسكم قبل أن تحاسبوا
وزنوا أعمالكم قبل أن توزنوا

“Hisab diri kalian di dunia, sebelum kalian dihisab di akhirat …
Timbang amalan kalian di dunia, sebelum kalian ditimbang di akhirat nanti …”

عدم التسويف
Tidak menunda-nunda pekerjaan

     Menunda-nunda pekerjaan merupakan godaan yang datang dari syaithan. Jangan sampai kita terperdaya
dengan godaan syaithan.

الإكثار من الاستغفار
Memperbanyak istighfar

     Manusia takkan terlepas dari kesalahan. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita memohon ampun kepada
Sang Penguasa.

“Sungguh beruntung siapa saja yang mendapati di dalam catatan amalannya istighfar yang banyak.”

 Demikian ringkasan ini kami tulis, semoga bermanfaat. Semoga Allah ta’ala memberikan kita semua taufik-Nya untuk senantiasa mempergunakan waktu kita dalam kebaikan dan ketaatan.

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close