
Berakhlak Mulia Dengan Makan III
Berakhlak Mulia Dengan Makan Bag.3
Ust. Rizal Yuliar Putrananda
31 Juli 2023
Kita akan kembali melanjutkan kajian kitab riyadhush shalihin dan kita telah sampai pada bab yang besar (luas), yaitu tentang etika makan. Indahnya, bahwa setiap etika yang diajarkan dalam tuntunan islam menjadikan seorang hamba terbentuk memiliki akhlak yang mulia. Akhlak mulia merupakan salah satu kunci masuk surga, bahkan surga yang tertinggi.
Dalam hadis yang shahih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Aku yang akan menjadi penjamin bagi seorang hamba sebuah rumah (Istana) di pelataran surga manakala hamba tersebut meninggalkan debat kusir meskipun posisinya benar, dan aku menjamin sebuah istana di surga bagian tengah bagi seorang hamba yang meninggalkan dusta meskipun bercanda, dan aku menjamin sebuah istana di surga yang tertinggi bagi siapa saja yang berakhlak mulia” (HR. Abu Daud, no. 4800)
Pembahasan kita tentang pembentukan akhlak mulia saat makan telah dibahas dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya. Pada malam ini kita telah masuk bab ke-109, pada hadis nomor 748 dalam kitab ini. Bab tentang “Anjuran makan dengan tiga jari saja, anjuran untuk menjilat jari-jemari dan tidak dianjurkannya mencuci jarinya sebelum seseorang menjilat jari jemarinya sendiri, anjuran untuk membersihkan piring makannya, anjuran untuk memungut makanan-makanan yang terjatuh selama tidak ada kotoran padanya”. Hadis yang dibawakan oleh sahabat Abdullah ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Apabila salah seorang di antara kalian makan makanan, maka dia tidak mengusap atau membersihkan jari jemarinya sampai dia menjilatnya atau memberikan kepada orang lain untuk membersihkannya” (HR. Bukhari dan Muslim)
Mari, kita simak lebih cermat dan lanjut lagi melalui rekaman video di bawah ini, baarakallahu fiikum.