
Bolehkah Menangis Meratapi Kematian?
Bolehkah Menangis Meratapi Kematian?
Ust Rizal Yuliar Putrananda
05 Agustus 2024
Kita melanjutkan pembahasan kitab Riyadush Shalihin karya Al-Imam Yahya bin Syarof An-Nawawi rahimahullah .
Setelah beberapa waktu terhenti kita sambung kembali kebersamaan kita mengkaji kitab Riyadush Shalihin karya Al-Imam An-Nawawi rahimahullah. Kita telah sampai pada bab ke 153 “Bolehnya menangis atas kepergian seorang mayit, tapi tangisan yang tidak disertai raungan atau ratapan”.
Hadist pertama yang dinukilkan pada bab ini adalaha hadist nomor 925 adalah hadist Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, disebutkan oleh Ibnu Umar radhiyallahu anhuma bahwa
أن رسول الله ﷺ عاد سعد بن عبادة، ومعه عبد الرحمن بن عوف، وسعد بن أبي وقاص، وعبد الله بن مسعود، فبكى رسول الله ﷺ فلما رأى القوم بكاء رسول الله ﷺ بكوا، فقال: ألا تسمعون؟ إن الله لا يعذب بدمع العين، ولا بحزن القلب، ولكن يعذب بهذا أو يرحم وأشار إلى لسانه. متفق عليه.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguk Sa’ad bin Ubadah dan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Abdurrahman Ibn ‘Auf, Sa’Ad bin Abu Waqash dan Abdullah ibn Mas’ud Radhiyallahu ‘anhum, maka Rasulullah menangis karena Sa’ad bin Ubadah sakit, ketika Rasul melihat sekeliling beliau juga ikut menangis maka beliau berkata “coba dengarkan dariku, sungguh Allah ta’ala tidak mengazab seseorang disebabkan oleh derai air matanya atau kesedihan di qalbunya akan tetapi Allah ta’ala bisa saja mengazab atau merahmati seseorang dengan lisannya”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Mari, kita simak lebih cermat dan lanjut lagi melalui rekaman video di bawah ini, baarakallahu fiikum.