
Pendampingan Kondisi Kritis Hingga Ajal Tiba
Pendampingan Kondisi Kritis Hingga Ajal Tiba
Ust Rizal Yuliar Putrananda
27 Mei 2024
Kita melanjutkan pembahasan kitab Riyadush Shalihin karya Al-Imam Yahya bin Syarof An-Nawawi rahimahullah .
Kita sudah masuk dalam kitabul janaiz, kita telah menyelesaikan bab ke 150, maka sekarang kita masuk pada bab ke 151 dan juga bab-bab berikutnya yang menuntun kita terkait bagaimana kita mendampingi seseorang yang sudah dekat ajalnya. Memang kematian/ajal kita tidak tahu, akan tetapi kita bisa melihat dengan kasat mata kondisi-kondisi kritis.
Pada Bab ke 151 diangkat tentang “Ditalkinkannya kepada orang yang muhtadhir (orang yang mendekati sakaratul maut) dengan Laa Ila Ha Illa Allah”. Hadits pertama yang dibawakan oleh penulis adalah hadits dari Mu’adz ibn Jabal radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ دَخَلَ الجَنَّةَ
“Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah ‘laa ilaha illallah’, maka dia akan masuk surga”
(HR. Abu Dawud dan Al Hakim)
Hadits tersebut di atas akan bersambung maknanya dengan hadits berikut ini, Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
“Talkinkan mautakum (orang yang sekarat) dengan laa ila ha illaallah”
(HR. Muslim)
Mari, kita simak lebih cermat dan lanjut lagi melalui rekaman video di bawah ini, baarakallahu fiikum.