Amal Saleh Adalah Cermin Keimanan - pesantrenluluwalmarjan.org
Artikel IslamArtikel PilihanKhutbah Jumat

Amal Saleh Adalah Cermin Keimanan

Amal Saleh Adalah Cermin Keimanan
08 November 2024
Ustadz Imam Rosyadi

Menjaga iman adalah hal yang sangat penting di tengah godaan dunia yang semakin kuat. Iman harus dipelihara dengan ibadah yang ikhlas baik berupa salat, puasa maupun amal kebaikan yang lainnya. Salah satu bentuk kebaikan adalah ibadah yang sangat dianjurkan dan senantiasa kita lakukan dengan terus-menerus. Seringkali perbuatan baik ini disebut dengan amal saleh. Amal saleh adalah buah dari keimanan yang mencakup segala bentuk perbuatan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga maupun masyarakat. Allah ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَّعْمَلْ مِنَ الصّٰلِحٰتِ مِنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَاُولٰۤىِٕكَ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُوْنَ نَقِيْرًا

Dan barangsiapa mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dizalimi sedikit pun
(QS. An-Nisa: 124)

Lantas kenapa perbuatan baik dikatakan sebagai amal saleh? As Si’di dalam tafsirnya menjelaskan “amalan yang baik dinamakan amal saleh karena dengan sebab amal saleh urusan dunia dan urusan akhirat seorang hamba akan Allah ganti menjadi lebih baik dan akan hilang seluruh keadaan-keadaan yang kurang baik”. Dengan amalan yang baik tersebut, seorang akan termasuk golongan orang yang saleh yang pantas bersanding bersama Allah ta’ala di surga-Nya

Dikatakan sebagai amal saleh jika terpenuhi dua syarat, semua bentuk ibadah yang lahir maupun batin harus memenuhi kedua syarat tersebut, yaitu ikhlas dan mutaba’ah (sesuai tuntunan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam). Sehingga setiap amalan yang tidak ikhlas untuk mencari ridho Allah, maka itu adalah batil. Demikian pula setiap amalan yang tidak sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, maka ia akan tertolak. Dengan demikian, amalan yang memenuhi kedua syarat tersebut yaitu ikhlas dan mutaba’ah ini, adalah amalan yang akan diterima oleh Allah. Allah ta’ala berfirman;

بَلٰى مَنْ اَسْلَمَ وَجْهَهٗ لِلّٰهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهٗٓ اَجْرُهٗ عِنْدَ رَبِّهٖۖ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ ࣖ

Tidak! Barangsiapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, dan dia berbuat baik, dia mendapat pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati
(QS. Al Baqarah 112)

Di dalam tafsirnya kalimat menyerahkan diri hanya untuk Allah artinya niat dan keinginannya semata-mata untuk Allah yaitu dia mengikhlaskan ibadahnya hanya untuk ridho Allah, mencari wajah Allah ta’ala. Berbuat Ihsan maksudnya adalah mengikuti tuntunan nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Dengan demikian hakikat amal saleh itu adalah yang ikhlas dan sesuai dengan petunjuk Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Dikarenakan begitu pentingnya ikhlas dalam beribadah, maka Allah ta’ala menegaskan dalam firman-Nya:

فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَّلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهٖٓ اَحَدًا ࣖ

Maka barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya
(QS. Al Kahfi 110)

Fudhail bin Iyadh rahimahullahu berkata “sesungguhnya amalan yang ikhlas namun tidak benar, maka tidak akan diterima. Demikian pula apabila amalan tersebut benar tetapi tidak ikhlas juga tidak akan diterima. Sampai hamba tersebut melakukan amal ibadah dengan ikhlas dan benar sesuai dengan tuntunan nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan:

Allah ta’ala berfirman Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barang siapa melakukan suatu amalan di dalamnya ia mempersekutukan bersama diriku, maka akan kutinggalkan dia bersama kesyirikannya” (HR. Muslim)

Dengan demikian hal penting yang wajib diperhatikan oleh seorang mukmin dalam kehidupannya adalah masalah keimanan yang bisa melahirkan amal saleh. Dengan amal saleh tersebut, dia berbuat hanya mengharapkan ridho Allah ta’ala, beribadah sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Karena dengan keduanya kita bisa meraih kemuliaan di dunia dan akhirat. Memang demikian pula cerminan diri orang yang beriman yang muncul darinya melainkan amal-amal kebaikan.

Maka ketika seseorang itu beriman tidaklah yang nampak dari tindak-tanduknya melainkan perbuatan baik. Dengan kita banyak melakukan amal saleh, maka kita akan mendapatkan Fadilah dari Allah di antaranya yaitu akan membuat hidup di dunia menjadi indah dan meraih kebahagiaan di akhirat, sebagaimana firman Allah ta’ala:

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ەۗ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيْرُۗ

Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, itulah kemenangan yang agung
(QS. Al Buruj 11)

Dijelaskan pula melalui hadist Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

Allah ta’ala berfirman: Aku telah menyiapkan  untuk hamba-hamba-Ku yang saleh sesuatu yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga dan tidak pernah terlintas di benak manusia untuk hamba-hamba-Ku yang saleh.” (HR Muslim)

Allah ta’ala berfirman:

فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّآ اُخْفِيَ لَهُمْ مِّنْ قُرَّةِ اَعْيُنٍۚ جَزَاۤءًۢ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan
(QS. As Sajdah 17)

Keutamaan selanjutnya yaitu sebagai faktor kecintaan Allah kepada mereka, Allah ta’ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمٰنُ وُدًّا

Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, kelak (Allah) Yang Maha Pengasih akan menanamkan rasa kasih sayang (dalam hati mereka)
(QS. Maryam 96)

Disebutkan pula melalui hadist nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam:

Jika Allah ta’ala mencintai seseorang hamba, Dia memanggil Jibril ‘Sesungguhnya Allah mencintai si fulan maka cintailah dia.’ Sehingga Jibril pun mencintainya. Kemudian Jibril memanggil seluruh penghuni langit seraya berseru, ‘Sesungguhnya Allah mencintai si fulan maka cintailah dia.’ Maka penghuni langit pun mencintainya, sehingga orang tersebut diterima oleh penduduk bumi
(HR. Bukhari)

Keutamaan selanjutnya yaitu akan mendapatkan derajat yang tinggi di surga, Allah ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَّأْتِهٖ مُؤْمِنًا قَدْ عَمِلَ الصّٰلِحٰتِ فَاُولٰۤىِٕكَ لَهُمُ الدَّرَجٰتُ الْعُلٰى ۙ

Tetapi barang siapa datang kepada-Nya dalam keadaan beriman, dan telah mengerjakan kebajikan, maka mereka itulah orang yang memperoleh derajat yang tinggi (mulia)
(QS. Taha 75)

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan di dalam hadist yang lain;

Dari Abu Sa’id Al-Khudhri radhiyallahuanhu, Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam bersabda,

إِنَّ أَهْلَ الْجَنَّةِ لَيَتَرَاءَوْنَ أَهْلَ الْغُرَفِ مِنْ فَوْقِهِمْ، كَمَا تَتَرَاءَوْنَ الْكَوْكَبَ الدُّرِّيَّ الْغَابِرَ مِنَ الْأُفُقِ مِنَ الْمَشْرِقِ أَوِ الْمَغْرِبِ، لِتَفَاضُلِ مَا بَيْنَهُمْ» قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ تِلْكَ مَنَازِلُ الْأَنْبِيَاءِ لَا يَبْلُغُهَا غَيْرُهُمْ، قَالَ «بَلَى، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ رِجَالٌ آمَنُوا بِاللهِ وَصَدَّقُوا الْمُرْسَلِينَ»

Sesungguhnya penghuni surga benar-benar melihat penghuni kamar-kamar di atas mereka sebagaimana kalian melihat bintang terang lewat dari ufuk timur atau barat karena perbedaan keutamaan di antara mereka.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah itu tempat para Nabi yang tidak akan mungkin dicapai oleh selain mereka?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak, demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan para rasul.
(HR. Muslim)

Keutamaan selanjutnya, yaitu mendapatkan keridhoan Allah, Allah ta’ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اُولٰۤىِٕكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِۗ

Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk” (QS. Al Bayyinah 7)

جَزَاۤؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا ۗرَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ ۗ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهٗ ࣖ

Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ’Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya” (QS. Al Bayyinah 8)

Semoga kita termasuk orang-orang yang mengamalkan amal saleh yang senantiasa berkelanjutan serta diterima di sisi Allah ta’ala. Sudah sepantasnya kita sebagai seorang hamba yang mukmin memperhatikan lebih dalam beramal saleh, karena umur sesorang sangatlah sedikit, sedangkan kematian semakin mendekat dan kelak di hari akhir semua amalan akan ditimbang. Allah ta’ala berfirman:

فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِيْنُهٗ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Barangsiapa berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung” (QS. Al Mu’minun 102)

Sehingga Allah ta’ala memerintahkan kita untuk selalu dan senantiasa beramal soleh.

Demikian ringkasan khutbah yang dapat kami sampaikan, semoga Allah ta’ala senantiasa memberikan taufik kepada kita semua dalam menjalankan amal-amal ibadah kita baarakallahu fiikum.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Ahlan wa Sahlan di Website Resmi Pesantren Al Lu'lu' Wal Marjan Magelang
👋 Ada Yang Bisa Kami Bantu?
Close
Close