
Buah Hati Yang Wafat Mendahului
Buah Hati Yang Wafat Mendahului
Ust Rizal Yuliar Putrananda
30 September 2024
Kita melanjutkan pembahasan kitab Riyadush Shalihin karya Al-Imam Yahya bin Syarof An-Nawawi rahimahullah .
Kita telah sampai pada bab ke 164 yaitu “Keutamaan Bagi Seseorang Yang Anak-Anaknya Meninggal Dunia Dalam Keadaan Masih Kecil”. Hadist nomor urut ke 952 pada kitab ini dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَا مِنْ النَّاسِ مِنْ مُسْلِمٍ يُتَوَفَّى لَهُ ثَلاَثٌ لَمْ يَبْلُغُوا الْحِنْثَ إِلاَّ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ بِفَضْلِ رَحْمَتِهِ إِيَّاهُمْ
“Tidak ada satu muslim pun yang ketiga anaknya meninggal dunia dalam keadaan masih belia kecuali Allah ta’ala akan masukkan dia ke dalam surga dengan karunia kasih sayang Allah untuk mereka”
(HR. Muslim)
Hadist nomor urut ke 953 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لا يموتُ لأحدٍ منَ المسلمينَ ثلاثةٌ منَ الولدِ فتمسَّهُ النَّارُ إلَّا تحلَّةَ القسمِ
“Tidaklah meninggal dunia 3 orang dari anak (yang masih kecil) salah seorang kaum muslimin niscaya dia akan diselamatkan (tidak disentuh) oleh api neraka kecuali terwujudnya sumpah (tidak selamat dari as sirot)” (Muttafaqun ‘Alaihi)
Apa itu terwujudnya sumpah?
Allah ta’ala berfirman:
وَاِنْ مِّنْكُمْ اِلَّا وَارِدُهَا
“Tidak seorangpun di antara kalian kecuali akan melewatinya (shiratal muttaqin)”
(QS. Maryam 71)
Mari, kita simak lebih cermat dan lanjut lagi melalui rekaman video di bawah ini, baarakallahu fiikum.