Download KajianKajian Rutin

Hal-Hal Yang Merusak Etika

Hal-Hal Yang Merusak Etika
Selasa, 31 Mei 2022
Ustadz Aria Sofyan

Alhamdulillah pada kesempatan kali ini kita akan melanjutkan kembali pembahasan Hilyah Thalibil Ilmi yang dikarang oleh Syaikh Dr. Bakr bin Abdullah Abu Zaid rahimahullahu ta’ala.

Dan Alhamdulillah kita telah masuk pada poin yang terakhir yaitu poin ke 66 “Hal-hal yang akan merusak etika-etika atau adab”. Pada poin ini penulis akan menerangkan hal-hal akan merusak atau membatalkan adab-adab yang telah dipelajari atau yang disampaikan pada poin yang pertama sampai poin ke 65.

Poin terakhir ini penulis menganjurkan (menasehatkan) kepada kita penuntut ilmu untuk menjauhi beberapa hal yang nantinya akan merusak adab-adab yang telah disampaikan dari poin pertama sampai poin ke 65.

Penulis berkata “Jika kamu membaca contoh-contoh atau teladan-teladan yang ada pada kitab ini (Hilyah Thalibil Ilmi) dan adab-adab yang ada di dalamnnya dan kamu juga mengetauhi sebagian daripada hal-hal yang akan merusak adab-adab yang ada di kitab tersebut, maka ketahuilah oleh kamu bahwasanya hal yang paling besar yang akan merusak rangkaian pengikat adab-adab ini atau etika-etika di antaranya adalah sebagai berikut

Ada setidaknya 10 hal yang hendaknya dijauhi bagi seorang penuntut ilmu, yaitu :

  1. Menjauhi menyebarkan rahasia, baik rahasia diri kita pribadi ataupun rahasia orang lain. Melakukan hal ini (menyebarkan rahasia) adalah sesuatu yang terlarang, ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah radiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كلّ أمّتي معافى إلّا المجاهرين، وإنّ من المجاهرة أن يعمل الرّجل باللّيل عملا، ثمّ يصبح وقد ستره اللّه فيقول: يا فلان عملت البارحة كذا وكذا، وقد بات يستره ربّه، ويصبح يكشف ستر اللّه عنه

Setiap umatku akan mendapat ampunan, kecuali mujahirin (orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa). Dan yang termasuk terang-terangan berbuat dosa adalah seseorang berbuat (dosa) pada malam hari, kemudian pada pagi hari dia menceritakannya, padahal Allah telah menutupi perbuatannya tersebut, yang mana dia berkata, ‘Hai Fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begitu.’ Sebenarnya pada malam hari Rabb-nya telah menutupi perbuatannya itu, tetapi pada pagi harinya dia menyingkap perbuatannya sendiri yang telah ditutupi oleh Allah tersebut.”

Mari kita lanjutkan kembali menyimak lebih cermat lagi kajian kitab Hilyah Thalibil Ilmi melalui rekaman dan siaran ulang yang ada di bawah ini, baarakallahu fiikum.

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Ahlan wa Sahlan di Website Resmi Pesantren Al Lu'lu' Wal Marjan Magelang
👋 Ada Yang Bisa Kami Bantu?
Close
Close