
Hindari Kemaksiatan dan Bersikaplah Qana’ah
Hindari Kemaksiatan dan Bersikaplah Qana’ah
Ustadz Ammar
Kamis, 30 Oktober 2025
Alhamdulillah Pesantren Al-Lu’Lu’ Wal Marjan kembali menghadirkan kajian kitab setiap malam Jum’at. Kajian kitab kali ini berjudul “Syarhu Adab Al Mu’alliminn wa Al Muta’allimiin” (Adab serta Etika Seorang Pengajar dan Pembelajar) sebuah risalah yang ditulis oleh Syekh Abdurahman bin Nasir As Si’di yang kemudian risalah tersebut disyarah Syaikh Dr. ‘Abdus Salam bin Muhammad Asy Syuwai’ir hafidhohullahu ta’ala.
Termasuk nikmat Allah ta’ala, kita bisa menyelesaikan buku yang dipenuhi dengan faedah ini. Adapun materi yang akan kita bahas pada pertemuan kali ini yaitu bertemakan “Seorang penuntut ilmu atau guru ketika bermaksiat kepada Allah ta’ala”. Syekh Abdurahman bin Nasir As Si’di rahimahullah berkata “kemaksiatan yang dilakukan oleh seorang penuntut ilmu atau guru, maka dosanya lebih besar daripada kemaksiatan tersebut dilakukan oleh selain mereka”
Makna dari maksiat adalah lawan kata dari ketaatan kepada Allah ta’ala. Maksiat memiliki dampak buruk di dunia sebelum di akhirat, salah satunya adalah ketika seseorang selalu bermaksiat kepada Allah maka tertulis di dalam qalbunya “titik hitam” dan ketika titiknya semakin banyak maka semakin keras hatinya.
Allah ta’ala berfirman:
فَلَمَّا زَاغُوٓا۟ أَزَاغَ ٱللَّهُ قُلُوبَهُمْ ۚ
“Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka;”
(QS. As Shaff 5)
Kenapa seorang penuntut ilmu atau guru ketika melakukan maksiat kepada Allah secara langsung atau ke sesama manusia lebih berbahaya? Karena telah tersampaikan kepada mereka ilmu tersebut, dan lebih besar lagi karena mereka adalah contoh bagi masyarakat. Dan barangsiapa yang wataknya selalu mengajak kepada keburukan, maka hal tersebut akan menjadikan bukti di hadapan Allah ta’ala.
Mari sama-sama kita menyaksikan bersama kajian kitab “Syarhu Adab Al Mu’alliminn wa Al Muta’allimiin” (Adab serta Etika Seorang Mu’allim dan Murid). Dengan menonton rekaman yang ada di bawah ini, baarakallahu fiikum.