Muroqobatullah, Sifat Mukmin Sejati
Artikel IslamArtikel PilihanKhutbah Jumat

Muroqobatullah, Sifat Mukmin Sejati

Muroqobatullah, Sifat Mukmin Sejati
5 Desember 2025
Ustadz Luthfi Ihsanuddin

Islam adalah karunia terbesar kita semua, iman adalah nikmat terbesar kita yang senantiasa wajib untuk kita syukuri dan kemudian kita jaga. Jangan sampai islam dan iman kita luntur dan hilang dari diri kita. Tatkala islam dan iman hilang dari diri seorang hamba, sungguh malapetaka akan menghampirinya, dia akan terancam dengan kerugian di dunia dan di akhirat. Allah ta’ala berfirman:

إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلْإِسْلَٰمُ ۗ

Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam
(QS. Ali Imran: 19)

Berbahagialah manakala Allah ta’ala masih mengkaruniakan kita keislaman, keimanan pada diri kita. Di antara kunci ataupun sebab untuk senantiasa islam dan iman kita terjaga adalah manakala seorang hamba memiliki sifat Muroqobatullah, yaitu merasa selalu diawasi Allah ta’ala, Allah melihatnya, Allah mendegarnya, Allah mengetahui segala perilaku hambanya. Allah ta’ala berfirman:

إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu
(QS. An Nisa: 1)

Hendaknya kita sebagai seorang muslim untuk terus berusaha menghadirkan Muroqobatullah (merasa diawasi Allah ta’ala), sehingga seorang hamba akan senantiasa berhati-hati dalam setiap ucapannya, aktifitasnya dan amalannya.

Manakala sifat Muroqobatullah hilang dari diri seorang hamba, maka niscaya pintu syaithan akan terbuka lebar pada dirinya. Dia akan mudah untuk digoda oleh syaithan, dia akan mudah untuk terjatuh dalam perkara-perkara kemaksiatan karena dia tidak merasa bahwasanya Allah ta’ala melihatnya, Allah ta’ala maha mengetahui atas apa yang telah ia perbuat.

Hati-hati untuk orang yang menyepelekan kemaksiatan di saat dia sendiri, dia tidak sadar bahwasnya Allah ta’ala mengawasinya. Ketika seorang hamba bermaksiat secara sendirian, akan menyebabkan amalan-amalan kebaikannya hilang dan sirna kelak di hari kiamat.

عَنْ ثَوْبَانَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ قَالَ : « لأَعْلَمَنَّ أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِى يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بِيضًا فَيَجْعَلُهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَبَاءً مَنْثُورًا ». قَالَ ثَوْبَانُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا جَلِّهِمْ لَنَا أَنْ لاَ نَكُونَ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لاَ نَعْلَمُ. قَالَ : « أَمَا إِنَّهُمْ إِخْوَانُكُمْ وَمِنْ جِلْدَتِكُمْ وَيَأْخُذُونَ مِنَ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا »

Dari Tsauban, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Sungguh aku mengetahui suatu kaum dari umatku datang pada hari kiamat dengan banyak kebaikan semisal Gunung Tihamah. Namun Allah menjadikan kebaikan tersebut menjadi debu yang bertebaran.” Tsauban berkata, “Wahai Rasulullah, coba sebutkan sifat-sifat mereka pada kami supaya kami tidak menjadi seperti mereka sedangkan kami tidak mengetahuinya.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,Adapun mereka adalah saudara kalian. Kulit mereka sama dengan kulit kalian. Mereka menghidupkan malam (dengan ibadah) seperti kalian. Akan tetapi mereka adalah kaum yang jika bersepian mereka merobek tirai untuk bisa bermaksiat pada Allah.
(HR. Ibnu Majah)

Di antara hal-hal yang dapat diupayakan seorang hamba untuk menghadirkan rasa Muroqobatullah adalah dengan mengenal nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya. Bahwasanya Allah maha mengetahui, maha menyaksikan hamba-hamba-Nya.

Dan juga di antara kiat – kiat seorang hamba yang dapat diupayakan untuk kemudian ia memiliki sifat Muroqobatullah adalah untuk terus meyakini bahwasanya kita hidup di dunia ini hanyalah sementara dan kelak kita memiliki kehidupan yang abadi di hari kiamat. Kita akan dihadapkan di hadapan Allah ta’ala, kemudian Allah ta’ala akan menghisab seluruh amalan kita. Kita sebagai seorang muslim wajib meyakini kehidupan kelak di hari kiamat, sehingga kita benar-benar mempersiapkan amalan kebaikan yang kita bawa menuju Allah ta’ala. Semoga Allah ta’ala mengkaruniakan kita sifat Muroqobatullah

Demikian ringkasan khutbah yang dapat kami sampaikan, semoga Allah ta’ala ta’ala Ta’ala senantiasa memberikan taufik kepada kita semua dalam menjalankan amal-amal ibadah kita baarakAllah ta’ala ta’alau fiikum.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Ahlan wa Sahlan di Website Resmi Pesantren Al Lu'lu' Wal Marjan Magelang
👋 Ada Yang Bisa Kami Bantu?
Close
Close