Download KajianKajian RutinUstadz Rizal Yuliar

Fitnah Kubur, Nikmat dan Siksanya #2

Fitnah Kubur, Nikmat dan Siksanya #2
Ust Rizal Yuliar Putrananda
25 Januari 2023

Alhamdulillah, kita kembali melanjutkan pertemuan kita pembahasan kitab Lum’ah al ‘Itiqaad Al Hadi Ila Sabili Rosyad Karya Al Imam Ibnu Qudama al Maqdisi rahimahullah.

Kita bisa melihat tapi penglihatan kita terbatas, demikian pula pendengaran kita. Kita juga bisa menalar dengan akal fikiran kita namun itu juga terbatas. Indra kita yang terbatas itu dilengkapi oleh Allah ta’ala dengan fitrah, kemudian dikuatkan dengan diutusnya Rasul dan diturunkannya Al-Qur’an. Kita pula diberi hidayah, sehingga dengan itu semua, maka seorang hamba bisa beriman sampaipun terhadap hal-hal yang mungkin belum terjangkau dengan indranya.

Pembahasan kita pada kitab ini masih menyambung judul besar yang sudah kita ulang-ulang bahwa di antara prinsip keyakinan ahlus sunnah wal jama’ah adalah tunduk (meyakini kebenaran) terhadap ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits-hadits yang shahih. Seorang mukmin di atas sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka dia akan berkata “aku dengar dan aku taat”.

Pada pertemuan yang lalu kita telah mengkaji tentang “Ujian di Alam kubur”, kemudian kita akan melanjutkan  pada penjelasan yang masih berkaitan dengan ujian kubur. Hasil dari ujian akan membawanya pada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama adalah mendapatkan siksa kubur atau kemungkinan kedua adalah mendapatkan nikmat kubur.

Sebelum melanjutkan, pemateri membawakan sebuah riwayat shahih yang berkaitan dengan hal ini. Di dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah. Dalam kitab Shahih Ibnu Majah no 3461.

Uṡmān bin Affān –raḍhiyallāhu ‘anhu– apabila berdiri di atas suatu kubur ia menangis hingga air matanya membasahi jenggot. Ditanyakan padanya, “Anda mengingat Surga dan Neraka namun tidak menangis, tetapi mengapa Anda menangis karena kubur ini? Maka ia memberitahukan bahwa ia menangis karena pernah mendengar rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Sesungguhnya kubur merupakan tempat singgah pertama dari tempat-tempat singgah akhirat. Maka barangsiapa yang selamat di dalam kuburnya, maka bagian berikutnya lebih mudah untuk dia lewati, namun barangsiapa yang tidak selamat di alam kuburnya, maka setelah itu pasti lebih akan jauh lebih berat darinya, aku tidak pernah melihat sebuah pemandangan yang lebih buruk dari pada alam kubur

Mari kita lanjutkan kembali kajian kitab Lum’ah al ‘Itiqaad Al Hadi Ila Sabili Rosyad Karya Al Imam Ibnu Qudama al Maqdisi rahimahullah dengan menonton rekaman yang ada di bawah ini, baarakallahu fiikum.

 

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Ahlan wa Sahlan di Website Resmi Pesantren Al Lu'lu' Wal Marjan Magelang
👋 Ada Yang Bisa Kami Bantu?
Close
Close