
Ikhlas & Mengharap Pahala dalam Segala Aspek Menuntut Ilmu #02
Ikhlas & Mengharap Pahala dalam Segala Aspek Menuntut Ilmu #02
Ustadz Dimas Arief
Kamis, 30 Januari 2025
Alhamdulillah Pesantren Al-Lu’Lu’ Wal Marjan kembali menghadirkan kajian kitab setiap malam Jum’at. Kajian kitab kali ini berjudul “Syarhu Adab Al Mu’alliminn wa Al Muta’allimiin” (Adab serta Etika Seorang Pengajar dan Pembelajar) sebuah risalah yang ditulis oleh Syekh Abdurahman bin Nasir As Si’di yang kemudian risalah tersebut disyarah Syaikh Dr. ‘Abdus Salam bin Muhammad Asy Syuwai’ir hafidhohullahu ta’ala.
Segala macam ibadah tergantung niatnya, syaikh di dalam permulaannya menganjurkan kita untuk meluruskan niat dan juga mengikhlaskan niat tersebut hanya kepada Allah ta’ala. Apa yang kita pahami dari kalimat ikhlas? Ikhlas secara singkat artinya ridho atau menerima dengan lapang dada. Orang yang ikhlas akan disebut sebagai Mukhlis yang berarti orang yang menjadikan niatanya untuk mengharap ridho Allah ta’ala dan mengharapkan pahala Allah ta’ala.
Ikhlas bagi seorang pengajar dan pembelajar banyak aspeknya (poin-poinnya). Penulis menyebutkan kegiatan apa saja yang membutuhkan keikhlasan dan di antaranya “mengkaji atau melakukan penelitian”. Apa yang dikaji? Dia mengkaji ulang kitab-kitab untuk dijadikan refrensi (sumber) dalam penentuan hukum-hukumnya, dan juga dia bertanya kepada para ulama agar mendapatkan kepastian hukumnya.
Mari sama-sama kita menyaksikan bersama kajian kitab “Syarhu Adab Al Mu’alliminn wa Al Muta’allimiin” (Adab serta Etika Seorang Mu’allim dan Murid).