
Wara’ dan Meninggalkan Syubhat (Bag II)
Wara’ dan Meninggalkan Syubhat Bag II
Ust Rizal Yuliar Putrananda
14 Februari 2022
Kita lanjutkan kebersamaan kita dalam mengkaji kitab Riyadhush Shaalihiin, Karya Al-Imam Yahya Ibnu Saraf An-Nawawi rahimahullah.
Sebelum melanjutkan permbahasan yang terhenti di pertemuan sebelumnya, pemateri mengingatkan kepada semua yang hadir dan kepada diri pemateri sendiri terkait urgensi keikhlasan niat di dalam hati.
Hendaklah kita menghadirkan keikhlasan di dalam hati masing-masing berada di majelis yang mulia ini majelis ilmu, karena kita hanya akan mengkaji ayat-ayat Allah ta’ala, mempelajari hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, yang tanpa keikhlasan dalam niat hati maka keberadaan kita di majelis yang mulia ini seharusnya bernilai agung di sisi Allah akan menjadi sia-sia. Semoga Allah ta’ala menganugerahkan kepada kita semua keikhlasan di dalam niat hati.
Selanjutnya pemateri mengingatkan juga untuk senantiasa berhusnudzan (berprasangka baik) kepada Allah ta’ala dalam setiap keadaan baik yang diharapkan maupun yang tidak diharapkan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya:
“Jangan sekali-kali salah seorang di antara kalian meninggal dunia, melainkan dalam keadaan berprasangka baik kepada Allah ta’ala”
Demikian pula berprasangka baik kepada sesama manusia, apalagi kepada saudara-saudara kita di kalangan kaum muslimin, bahkan meskipun yang nampak ada indikasi keburukan namun masih menyisahkan kemungkinan kebaikan, hendaklah kita berikan dia udzur. Tidak kita tempuh jalan suudzan (berburuk sangka) sebisa mungkin.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya:
“Tinggalkan oleh kalian berprasangka, karena sesungguhnya berprasangka itu adalah seburuk-buruk ucapan”
Dengan berprasangka baik kepada Allah ta’ala di setiap ketetapannya, demikian pula berprasangka baik kepada sesama manusia terutama di antara kalangan kaum muslimin maka hati kita menjadi lebih tenang dalam setiap keadaan InsyaaAllah.
Mari kita lanjutkan kajian kita, dalam pada bab ke 68 tentang “Sikap Wara’ dan Menjauh (meninggalkan) Syubhat”.
Yuk, simak lebih cermat dan lanjut lagi melalui rekaman di bawah ini ya, baarakallahu fiikum.