Artikel IslamArtikel PilihanKhutbah Jumat

Konsistensi Menuntut Ilmu

Konsistensi Menuntut Ilmu
Khutbah Jum’at, 17 November 2023
Ustadz Aufa Abdullah

Penguasaan ilmu agama, tidak diragukan lagi sangat bermanfaat bagi seorang muslim. Mengingat seluruh aspek kehidupan seorang muslim telah diatur oleh islam. Orang yang berilmu akan berjalan dengan mantap diatas agamanya. Sementara orang yang berpengetahuan agama setengah-setengah, atau bahkan tidak mengetahuinya sama sekali, akan berhadapan dengan ketidakjelasan di dalam agamanya, keraguan dan perasaan was-was, bahkan mungkin saja terjerumus dalam lubang kesesatan. Dan Bila merasa yakin pun, keyakinannya belum dapat dipertanggungjawabkan, karena tak berlandaskan ilmu.

Dalam Al-Qur’an, Allah ta’ala memuji orang-orang yang berilmu. Sanjungan-sanjungan tersebut hanya ditujukan bagi mereka yang mendalami ilmu agama. Ilmu yang bersumber dari kitabullah (alquran) dan sunnah rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Itulah sumber kebaikan yang hakiki dan murni. Kebaikan sangat penting bagi seseorang di dunia ini.

Dengan berilmu, seseorang akan mengetahui kebaikan-kebaikan yang banyak. Tak mengherankan, bila Allah ta’ala menyuruh Rasul-Nya yang mulia untuk memohon tambahan ilmu. Allah ta’ala  berfirman:

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

dan katakanlah: Ya Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan
(QS. Taha 114)

Dinyatakan oleh Al-Hafidzh Ibnu Hajar rahimahullah dalam kitabnya (al-Fath, 1/187), sangat jelas ayat di atas menunjukkan tentang keutamaan ilmu yang sangat besar. Sebab, Allah ta’ala tidak pernah memerintahkan Nabi-Nya untuk meminta tambahan apapun selain tambahan ilmu.

Syaikh as-Sa’di rahimahullah menjelaskan alasan mengapa rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, hamba Allah yang paling berilmu tentang Allah ta’ala, diperintahkan untuk berdoa memohon tambahan ilmu. Kata beliau, “Sesungguhnya ilmu adalah kebaikan. Dan limpahan kebaikan memang dibutuhkan. Ilmu itu sendiri berasal dari Allah ta’ala . Dan cara untuk menggapainya ialah dengan keseriusan, semangat dan antusiasme besar kepada ilmu, memintanya dan memohon bantuan kepada Allah ta’ala serta menghinakan diri kepada Allah pada setiap saat (Tafsir Taisir Karimir Rahman hal. 551).”

Di antara doa yang beliau panjatkan berbunyi:

اَللَّهُمَّ انْفَعْنِيْ مَا عَلَّمْتَنِيْ وَعَلِّمْنِيْ مَا يَنْفَعُنِيْ وَزِدْنِيْ عِلْماً

Ya Allah, berilah manfaat atas apa yang Engkau ajarkan kepadaku, ajarilah aku hal-hal yang bermanfaat bagiku, dan tambahilah aku ilmu
(HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Mâjah, dishahihkan al-Albâni)

Sufyân bin ‘Uyainah rahimahullah berkata, “Beliau rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa berada dalam tambahan ilmu sampai beliau wafat”[Tafsir Ibnu Katsir 5/312].

Perhatian besar terhadap masalah penting ini juga menjadi bagian kehidupan generasi salaf. Mereka memohon tambahan ilmu dari Allah ta’ala, ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu pernah berdoa:

اَللَّهُمَّ زِدْنِيْ إِيْمَاناً وَفِقْهاً وَيَقِيْناً وَعِلْماً

“Ya Allah, berilah aku tambahan iman, pemahaman, keyakinan dan ilmu”

Seorang Muslim sebagai umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, senantiasa diperintahkan agar memohon tambahan ilmu. Maka ilmu ibarat lautan yang tak pernah bertepi. Semakin dalam seseorang mengarunginya, semakin sadar betapa dangkal apa yang telah ia mengerti. Demikianlah, seorang hamba akan selalu berada dalam naungan kebaikan selama ia tekun, ia mempelajari hal-hal yang bermanfaat, dan dapat merealisasikan manfaat yang ia ketahui. Serta senantiasa menjaga semangat untuk tidak merasa puas dengan apa yang telah diketahui sampai menghadap Allah ta’ala.

Maka untuk meraih ilmu tersebut tidaklah cukup dengan sekedar mempelajari atau sekedar mendengarkan faidah, akan tetapi hendaknya ilmu yang telah dipelajari perlu terus diulang-ulang. Seharusnya seorang penuntut semangat didalam menghafal dan mengulangi hafalan dihafalkannya. Imam al-Muzani rahimahullah, murid Imam Syafi’i (264 H), beliau berkata:

“Saya membaca kitab ar-Risalah (karya Imam Syafi’i) sebanyak 500 kali, setiap kali saya mengulangi pasti mendapatkan faidah ilmu yang belum saya dapati sebelumnya”.

Beliau juga berkata: saya mengamati kitab ar-Risalah karya as-Syafi’i semenjak 50 tahun silam, setiap kali saya amati pasti ada sesuatu yang baru belum saya ketahui sebelumnya” (Lihat kitab Syarah Waroqot hal. 23, karya Syaikh Masyhur Hasan Salman).

Dan insyaallah pekan depan adalah pekan ujian bagi para santri, mari jadikan momen ini sebagai momen untuk mengokohkan ilmu yang kita dapatkan.

Kita memohon kepada Allah ta’ala, semoga Allah ta’ala menganugerahkan kita ilmu yang bermanfaat dan kita berlindung pada Allah ta’ala dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari jiwa yang tidak pernah merasa puas dan dari do’a yang tidak dikabulkan. Ya Allah, kami berlindung kepadamu agar dijauhkan dari keempat hal tadi.

Demikian ringkasan khutbah ini kami sampaikan, semoga dapat memberikan manfaat dan barakah bagi yang membacanya.

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Ahlan wa Sahlan di Website Resmi Pesantren Al Lu'lu' Wal Marjan Magelang
👋 Ada Yang Bisa Kami Bantu?
Close
Close