Home / Artikel Islam / Tafsir Surat Al Hadid Ayat 20 (Bagian I)
https://www.pesantrenluluwalmarjan.org/panduan-penerimaan-santri-baru-psb-pesantren-al-lulu-wal-marjan-20182019

Tafsir Surat Al Hadid Ayat 20 (Bagian I)

Pesantren Al-Lu’lu’ Wal Marjan dalam rangka mewujudkan visinya yaitu membentuk generasi muda islam cerdas, fasih dan hafidz, telah melakukan beberapa langkah untuk mencapainya. Salah satunya adalah penyelenggaraan kajian yang bertema tafsir alquran. Dimana pada kesempatan ini santri bisa memahami dengan baik maksud dari kalam Allah azza wa jalla. 

Hal ini juga senada dengan apa yang disampaikan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah dalam kitabnya Fathul Bari ketika menjelaskan ‘bab keutamaan ilmu’ yang ada di dalam Kitab al-‘Ilmi dari Sahih Bukhari. Adapun ilmu tafsir karena di dalamnya terkandung penjelasan terhadap makna-makna kalam Allah dan mencakup hasil dari proses tadabbur terhadap ayat-ayatnya. Allah berfirman (yang artinya), “Sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu kitab yang diberkahi, supaya mereka merenungkan ayat-ayatnya dan supaya orang-orang yang memiliki akal pikiran memetik pelajaran.” (Shaad : 29). Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.”

Berikut kami kutipkan salah satu materi tafsir dalam kajian tafsir di Pesantren Al Lu’lu’ Wal Marjan yang diampu oleh Ustadz Ihsanuddin hafidzahullahu (Bagian Kesantrian) terkait surat Al Hadid Ayat 20.

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الأمْوَالِ وَالأوْلادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning, kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang- menipu. (QS. Al Hadid : 20)

Allah azza wa jalla berfirman menceritakan hinanya kehidupan dunia dan kerendahannya. Untuk itu maka Dia berfirman:

أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الأمْوَالِ وَالأوْلادِ

Sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak. (QS. Al-Hadid : 20)

Yakni sesungguhnya kesimpulan dari kehidupan dunia bagi para pemiliknya adalah hal-hal tersebut, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS. Ali Imran : 14)

Kemudian Allah azza wa jalla menggambarkan tentang perumpamaan kehidupan dunia, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu adalah kemewahan yang fana dan nikmat yang pasti lenyap. Untuk itu Allah azza wa jalla berfirman:

كَمَثَلِ غَيْثٍ

Seperti hujan

Yaitu hujan yang turun sesudah manusia berputus asa dari kedatangannya, seperti yang diungkapkan oleh firman-Nya:

وَهُوَ الَّذِي يُنزلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا

Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa. (QS. Asy-Syura : 28)
Adapun firman Allah azza wa jalla :

أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ

Yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani. (QS. Al-Hadid : 20)

Artinya, tanam-tanaman yang ditumbuhkan berkat hujan itu mengagumkan para petaninya. Maka sebagaimana para petani merasa kagum dengan hal tersebut, begitu pula halnya orang-orang kafir mengagumi kehidupan dunia. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang paling menyenangi­nya dan tiada yang terlintas dalam benak mereka selain darinya.

ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا

Kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning, kemudian menjadi hancur. (QS. Al-Hadid: 20)

Yakni tanam-tanaman itu kering dan kelihatan kuning, padahal sebelumnya tampak hijau dan segar, kemudian semuanya menjadi hancur alias kering kerontang. Demikian pula kehidupan dunia, pada mulanya kelihatan muda, lalu tumbuh dewasa dan menua, akhirnya pikun dan rapuh.

Demikian pula manusia pada permulaan usianya dan usia mudanya, ia kelihatan segar, padat, berisi, serta penampilannya hebat. Kemudian secara berangsur-angsur mulai menua dan semua wataknya berubah dan merasa kehilangan sebagian dari kekuatannya. Lalu jadilah ia manusia yang lanjut usia dan lemah kekuatannya, sedikit geraknya dan tidak mampu mengerjakan sedikit pekerjaan pun, sebagaimana yang disebutkan oleh Allah azza wa jalla dalam firman-Nya :

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ

Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. (QS. Ar-Rum : 54)

Bersambung insyaallah

https://www.pesantrenluluwalmarjan.org/panduan-penerimaan-santri-baru-psb-pesantren-al-lulu-wal-marjan-20182019

Check Also

Mari Datang Shalat Sebelum Iqamah Dikumandangkan

Tidak diragukan lagi bahwa shalat adalah tiang agama. Bahkan shalat juga menjadi penentu apakah seorang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *