Download KajianKajian IslamKajian KeislamanKajian Rutin

Mengingat Kematian Pemutus Angan-Angan (Bag 2)

MENGINGAT KEMATIAN PEMUTUS ANGAN-ANGAN BAG. 2
Ust Rizal Yuliar Putrananda
10 Januari 2022

Kita lanjutkan kebersamaan kita dalam mengkaji kitab Riyadush Shaalihiin, Karya Al-Imam Yahya Ibnu Saraf An-Nawawi rahimahullah.

Pada pertemuan sebelumnya telah sampai pada Bab 65, disebutkan pada Bab ini tentang mengingat kematian yang sejatinya kematian itu memutuskan angan-angan.

Bukan hanya sekedar teori, akan tetapi nyata di kehidupan kita sehari-hari bahwa waktu yang bergeser dan tidak akan pernah kembali lagi, menggoreskan di dalamnya catatan kehidupan. Terkadang kita melihat, mendengar, menyaksikan bahkan menyentuh sendiri orang-orang yang kita kenal dan kita sayang, orang-orang di sekitar kita dijemput oleh kematiannya, tidak harus sudah berusia lanjut, tidak harus dalam keadaan sakit, tidak harus melalui sekian banyak rintangan yang sulit. Terkadang dalam keadaan sehat bugar, terkadang dalam keadaan sedang senang dan seringkali pula dalam kondisi-kondisi bahkan tidak terbayangkan bahwa ajal menjemputnya.

Allah سبحانه و تعالى berfirman:

وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dia kerjakan besok. (Begitu pula,) tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti” (QS. Luqman : 34)

Memang seringkali kita dengar kematian menyapa mereka yang telah lanjut usia, tapi betapa banyak anak-anak yang masih belia, masih belasan tahun bahkan barangkali baru saja akil balig, ternyata Allah سبحانه و تعالى telah menjemputnya kembali.

Bab ini, bab yang mengajak kita semua tanpa terkecuali untuk senantiasa mengingat kematian, dan kematian itu sungguh memutus semua angan-angan.

Disebutkan dalam bab ini firman Allah سبحانه و تعالى  yang lain, yang artinya:

Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka), dan janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik.” (QS Al-Hadid : 16)

Yuk, simak lebih cermat dan lanjut lagi melalui rekaman di bawah ini ya, baarakallahu fiikum.

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Ahlan wa Sahlan di Website Resmi Pesantren Al Lu'lu' Wal Marjan Magelang
👋 Ada Yang Bisa Kami Bantu?
Close
Close