
Tenang, Jangan Tergesa-gesa
Tenang, Jangan Tergesa-gesa
Ust Rizal Yuliar Putrananda
23 Januari 2023
Kita kembali bertemu dalam kajian rutin senin malam untuk mengkaji sebuah kitab Karya Al-Imam Yahya Ibnu Saraf An-Nawawi rahimahullah yakni kitab Riyadhush Shaalihiin.
Kita telah sampai pada bab ke 92 dan bab ini sebagaimana kita ketahui masuk pada pembahasan “Kitab Adab”, tuntunan tata krama yang diajarkan oleh baginda Rasulillah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Bab ke 92 mengkaji tentang “Tenang – tidak tergesa-gesa”. Perlu disampaikan bahwa seorang mukmin yang berhias diri dengan akhlak mulia etika tata krama syari’at agama, maka hendaknya seorang tersebut berhias diri dengan sifat ini yaitu tenang, tidak mudah terpancing emosi dan menyikapi sesuatu tanpa pertimbangan. Hal ini membutuhkan latihan, dikarenakan kita secara umum mudah bereaksi pada hal remeh maupun hal yang besar.
Sifat tenang mencerminkan sifat seorang hamba mukmin yang memang dituntunkan di dalam agama kita, sehingga dengan sifat tenang itulah seorang mukmin itu tidak mudah hanyut dalam syubhat dan tidak cepat larut dalam syahwat, karena dia punya kehati-hatian yang cukup untuk menyikapi sesuatu. Penulis di dalam pembahasn ini membawakan salah satu di antara rangkaian firman Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman:
وَعِبَادُ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى ٱلْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلْجَٰهِلُونَ قَالُوا۟ سَلَٰمًا
“Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan” (QS. Al-Furqon 63)
Allah ta’ala juga berfirman:
وَلَا تَسْتَوِى الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۗاِدْفَعْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ
“Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik,” (QS. Fussilat 34)
Mari, kita simak lebih cermat dan lanjut lagi melalui rekaman di bawah ini, baarakallahu fiikum.