Artikel Islam

Mulia Dengan Ilmu

Mulia Dengan Ilmu
Khutbah Jum’at, 20 Oktober 2022
Ustadz Bukhori

Ilmu adalah simbol kemuliaan manusia, hal ini sebagaimana Allah ta’ala menceritakan dalam surah Al-Baqarah, bahwasanya Nabi Adam ‘alaihissalam lebih tinggi kedudukannya dibandingkan seluruh para malaikat karena ilmu. Allah ta’ala berfirman:

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” (QS. Al-Baqarah: 30)

Kemudian Allah ta’ala melanjutakan:

وَعَلَّمَ اٰدَمَ الْاَسْمَاۤءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلٰۤىِٕكَةِ فَقَالَ اَنْۢبِـُٔوْنِيْ بِاَسْمَاۤءِ هٰٓؤُلَاۤءِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat, seraya berfirman, “Sebutkan kepada-Ku nama semua (benda) ini, jika kamu yang benar!” (QS. Al-Baqarah: 31)

قَالُوْا سُبْحٰنَكَ لَا عِلْمَ لَنَآ اِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا ۗاِنَّكَ اَنْتَ الْعَلِيْمُ الْحَكِيْمُ

Mereka menjawab, “Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana” (QS. Al-Baqarah: 32)

Nabi Adam ‘alaihissalam diutamakan oleh Allah ta’ala di atas seluruh malaikat karena ilmu, sampai Allah ta’ala memerintahkan kepada para malaikat agar bersujud dengan sujud penghormatan kepada Adam ‘alaihissalam.

Hal ini menunjukkan bahwa kemuliaan manusia terletak pada ilmu. Allah ta’ala jadikan ilmu untuk manusia, Allah tidak berikan kepada para malaikat, para binatang ataupun makhluk-makhluk yang lain.

Manusialah yang Allah ta’ala turunkan kepadanya ilmu, Allah turunkan kepada mereka ayat-ayat-Nya dan Allah utus kepada mereka para Nabi dan Rasul-Nya. karena sesungguhnya dengan itulah manusia menjadi mulia. Tanpa ilmu maka manusia tidak ada bedanya dengan binatang ternak. Allah ta’ala mengatakan:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اٰذَانٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ كَالْاَنْعَامِ بَلْ هُمْ اَضَلُّ ۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْغٰفِلُوْنَ

Dan sungguh, akan Kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah” (QS. Al-A’raf: 179)

Orang yang berilmu Allah angkat derajatnya dan orang yang berilmu kedudukannya lebih tinggi dibandingkan orang yang banyak ibadah akan tetapi tidak dilandasi dengan ilmu. Allah ta’ala berfirman:

يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ

Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat” (QS. Al-Mujadalah: 11)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:

Keutamaan seorang yang berilmu dibandingkan orang yang banyak ibadah akan tetapi tidak dilandasi dengan ilmu itu bagaikan rembulan di atas bintang-bintang kecil”  (HR. Abu Dawud no.3641, Ibnu Majah no.223)

Ilmu itu tidak diukur dengan seberapa banyak hafalan yang telah dihafalkan akan tetapi yang namanya ilmu  adalah yang menimbulkan rasa takut kepada Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman:

اِنَّمَا يَخْشَى اللّٰهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمٰۤؤُاۗ

Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama” (QS. Fathir: 28)

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu juga mengatakan “ilmu itu tidak diukur dengan banyaknya riwayat yang telah ia hafalkan, akan tetapi ilmu itu yang menimbulkan rasa takut kepada Allah ta’ala

Dalam sebuah hadits yang shahih disebutkan bahwasanya Allah akan memudahkan seseorang masuk surga bagi para penuntut ilmu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga” (HR. Muslim, no. 2699)

Oleh karena itu, marilah sennatiasa kita tingkatkan kualitas diri kita dengan menuntut ilmu karena dengan ilmu seseorang menjadi mulia, dengan ilmu Allah bedakan antara manusia dengan binatang, dengan ilmu Allah akan angkat derajatnya dan dengan ilmu seseorang akan merasakan takut kepada Allah ta’ala.

Imam Syafi’i mengatakan “barangsiapa yang menginginkan kebahagiaan dunia maka hendaklah dengan ilmu, dan barangsiapa yang mnenginginkan kebahagiaan di akhirat hendaklah dengan ilmu dan barangsiapa yang menginginkan kebahagiaan di dalam keduanya sekaligus maka hendaknya juga dengan ilmu”.

Demikian ringkasan khutbah ini kami sampaikan, semoga dapat memberikan manfaat dan barakah bagi yang membacanya.

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Ahlan wa Sahlan di Website Resmi Pesantren Al Lu'lu' Wal Marjan Magelang
👋 Ada Yang Bisa Kami Bantu?
Close
Close