Pembatal Keislaman VI

Pembatal tauhid atau keislaman yang keenam adalah mengolok-olok apapun dari agama Allah, baik itu dari pahalanya, siksaannya atau yang lainnya. Allah ta’ala berfirman :

وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ (65) لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِن نَّعْفُ عَن طَائِفَةٍ مِّنكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ (66)

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” {65}. Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa. {66}” (QS. At-Taubah : 65-66)

Pada ayat di atas menjelaskan bagaimana orang-orang munafik mengolok-olok Allah dan Rasul-Nya, dan mereka mengganggap bahwa mereka hanya sebagai gurauan semata. Bagaimana bisa mereka menggunakan olokan-olokan terhadap dzat yang memberikan mereka hidup, dzat yang memberikan mereka rizki sebagai candaan? Maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menerangkan bahwa mereka telah kafir atas perbuatan yang mereka lakukan.

Keimanan dibangun di atas bentuk pengagungan dengan sebenar-benar pengagungan terhadap Allah ta’ala, sedangkan mengolok-olok merupakan bentuk dari penghinaan. Dua hal ini sudah sangat jelas bertentangan. Jadi barang siapa yang mengolok-olok apapun yang datang dari Allah dan Rasul-Nya, maka dia telah merusak keimanannya dan tauhidnya.

Mengolok-olok dalam hal ini meliputi seluruh perbuatan yang bertujuan untuk menghina agama islam, baik itu dalam perkataan maupun perbuatan, baik dalam ejekan, sindiran, dan perbuatan yang bertujuan untuk menjelek-jelekkan syariat islam. Barang siapa yang melakukannya, maka sungguh dia telah merusak tauhid serta keimanan yang ada pada dirinya.

Diterbitkan oleh

Pesantren Al-Lu'lu' Wal Marjan

Menjadi Pesantren Yang Membentuk Generasi Muda Islam Cerdas, Fasih dan Hafizh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.