Artikel IslamArtikel PilihanKhutbah Jumat

Penggugur Dosa-Dosa

Penggugur Dosa-Dosa
Khutbah Jum’at, 03 November 2023
Ustadz Rizal Yuliar Putrananda

Sungguh, ketergelinciran dalam dosa merupakan salah satu ketetapan Allah Ta’ala pada manusia. Dialah Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Bijaksana dalam setiap hikmah yang dikehendaki-Nya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

كلُّ ابنِ آدمَ خطَّاءٌ، وخيرُ الخطَّائينَ التَّوَّابونَ

Setiap anak cucu Adam banyak melakukan kekeliruan, dan sebaik-baik yang melakukan kekeliruan adalah mereka yang banyak bertaubat” (HR. Tirmizi)

Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, Allah ta’ala berfirman;

يا عِبَادِي، إنَّكُمْ تُخْطِئُونَ باللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا، فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ

Wahai hambaku, sesungguhnya kalian melakukan dosa di siang dan malam hari dan sesungguhnya aku sajalah yang mengampuni seluruh dosa maka mohonlah ampunan kepadaku niscaya aku akan mengampuni kalian” (HR. Muslim)

Sungguh, penyebab utama terjauhkannya seorang hamba dari kebahagiaan hidup di dunia dan terhalanginya seorang hamba dari surga adalah dosa. Allah ta’ala berfirman;

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

Dan tidak ada satu musibah pun yang menimpa kalian kecuali disebabkan ulah tangan kalian sendiri padahal Allah ta’ala telah banyak memaafkan” (QS. Asy-Syuraa 30)

Karenanya, Allah ta’ala melimpahkan kasih sayang-Nya kepada seluruh hamba dengan membuka pintu ampunan agar mereka kembali kepada Allah dan memohon dihapuskan dosa-dosanya. Islam menuntun kita untuk menggapai ampunan yang dapat mengugurkan dosa-dosa. Di antaranya:

Pertama: Mengesakan Allah dalam tauhid dan meninggalkan kesyirikan. Allah ta’ala berfirman;

قُل لِّلَّذِينَ كَفَرُوا إِن يَنتَهُوا يُغْفَرْ لَهُم مَّا قَدْ سَلَفَ وَإِن يَعُودُوا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّتُ الْأَوَّلِينَ

katakan wahai Muhammad, kepada orang-orang yang kafir seadainya mereka berhenti dari kekufuran dan kesyirikan niscaya mereka akan diampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu, namun apabila mereka kembali kepada kekufuran dan kesyirikan itu sungguh telah lampau apa yang Allah ta’ala tetapkan bagi orang-orang terdahulu” (QS. Al-Anfal 38)

Allah ta’ala juga berfirman;

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَنُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَحْسَنَ الَّذِي كَانُوا يَعْمَلُونَ

dan orang-orang yang beriman serta beramal shalih sungguh kami akan menggugurkan dosa-dosa kesalahan mereka dan kami sungguh akan memberikan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka lakukan sebelumnya” (QS. Al-Ankabut 7)

Pada tahun 8 H saat Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhu telah menjulurkan tangannya memproklamirkan keislamannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tetiba beliau menarik tangannya kembali. Hal tersebut membuat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepadanya, “Ada apa wahai Amr?”. Amr bin Ash radhiyallahu anhu selanjutnya berkata “aku ingin masuk islam tapi aku mengajukan syarat”, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyambutnya “Apa syarat itu?” Kata Amr, “Aku mengajukan syarat agar dengan islamku ini tergugurkan dosa-dosaku yang lalu”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

أما عَلِمْتَ أنَّ الإسْلامَ يَهْدِمُ ما كانَ قَبْلَهُ؟ وأنَّ الهِجْرَةَ تَهْدِمُ ما كانَ قَبْلَها؟ وأنَّ الحَجَّ يَهْدِمُ ما كانَ قَبْلَهُ؟

belum tahukah engkau wahai Amr, bahwa sesungguhnya Islam dapat menggugurkan dosa-dosa sebelumnya, dan hijrah dapat menggugurkan dosa-dosa sebelumnya dan bahwa Haji dapat menggugurkan dosa-dosa sebelumnya” (HR. Muslim)

Kedua: Berserah diri mengikuti semua tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Allah ta’ala berfirman;

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

katakanlah wahai Muhammad, seandainya kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku (rasulullah) niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian dan dialah Allah yang maha mengampuni lagi maha menyayangi” (QS. Ali Imran 31)

Ketiga: Menjalankan dengan sebaik-baiknya rukun-rukun Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

الصَّلَوَاتُ الخَمْسُ، وَالْجُمْعَةُ إلى الجُمْعَةِ، وَرَمَضَانُ إلى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ ما بيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الكَبَائِرَ

Sholat lima waktu, satu Jum’at menuju Jum’at berikutnya, satu puasa Ramadhan menuju Ramadhan selanjutnya adalah penggugur dosa-dosa bila dosa-dosa besar dihindari” (HR. Muslim)

Demikian pula Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

مَن صامَ رَمَضانَ إيمانًا واحْتِسابًا غُفِرَ له ما تَقَدَّمَ مِن ذَنْبِهِ، ومَن قامَ لَيْلَةَ القَدْرِ إيمانًا واحْتِسابًا غُفِرَ له ما تَقَدَّمَ مِن ذَنْبِهِ

Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan Iman dan mengharapkan pahala dari Allah, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari)

Allah ta’ala berfirman tentang shadaqah dan zakat;

إِن تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنكُم مِّن سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Seandainya kalian menampakkan sedekah maka itu adalah kebaikan, namun sekiranya kalian menyembunyikannya dan memberikannya kepada kaum fakir maka itu lebih baik bagi kalian dan dengan itulah Allah ta’ala akan mengampuni dosa-dosa kalian dan Allah maha mengetahui apa yang kalian kerjakan” (QS. Al-Baqarah 271)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

تابِعوا بينَ الحجِّ والعمرةِ ، فإنَّهما ينفِيانِ الفقرَ والذُّنوبَ ، كما ينفي الْكيرُ خبثَ الحديدِ

Iringkanlah selalu antara haji dengan umroh sungguh keduanya dapat menggugurkan (menghapuskan) kefakiran dan menggugurkan dosa-dosa sebagaimana seorang pandai besi dapat menghilangkan karat di dalam besinya” (HR. Tirmizi)

Keempat: Bertaubat kepada Allah dan bersabar di jalan ketakwaan dan keshalihan. Allah ta’ala berfirman;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ

Wahai hamba yang beriman, bertaubatlah kalian kepada Allah dengan taubat yang nasuha, semoga dengan itu Allah ta’ala mengampuni dosa-dosa kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai” (QS. At-Tahrim 8)

Dalam ayat yang lain Allah ta’ala berfirman;

إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ

kecuali hamba-hamba yang bersabar dan beramal shalih maka mereka akan mendapatkan ampunan dan pahala yang besar yaitu surga” (QS. Hud 8)

Allah ta’ala juga berfirman;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

Wahai hamba yang beriman, sekiranya kalian bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan memberikan kepada kalian pembeda antara haq dan bathil dan dengan itu Allah akan menggugurkan dosa-dosa kalian, mengampuni kalian dan dialah Allah yang memiliki banyak kebaikan” (QS. Al-Anfal 29)

Kelima: Menutup dosa dengan kebaikan.

Allah ta’ala berfirman;

إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ

Sesungguhnya kebaikan-kebaikan dapan menghapuskan keburukan, itulah pengingat bagi hamba-hamba yang mau mengingat” (QS. Hud 114)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

فتنة الرجل في أهله وماله وجاره تكفرها الصلاة والصيام والصدقة

ketergelinciran dosa seseorang terhadap istrinya, hartanya bahkan terhadap tetangganya dapat digugurkan dengan sholat, puasa dan dengan shodaqah” (HR. Bukhari 525)

Keenam; Berjabatan tangan, menyebarkan salam dan indah dalam bertutur kata.

Allah ta’ala berfirman;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Wahai hamba yang beriman bertakwalah kalian kepada Allah, dan bertutur katalah dengan ucapan yang benar niscaya dengan itu Allah akan memperbaiki amal perbuatan kalian dan Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian barangsiapa yang taat kepada Allah danRasul-Nya sungguh Ia telah menang dengan kemenangan yang besar” (QS Al-Ahzab 70-71)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

ما من مسلمين يلتقيان فيتصافحان إلا غُفِرَ لهما قبلَ أن يفترقا

Tidaklah dua muslim saling bertemu, mereka saling berjabat tangan kecuali akan digugurkan bagi mereka dosa-dosa yang mereka lakukan sebelum mereka berdua berpisah” (HR Abu Dawud 5212)

Dari sahabat mulia Hani’ bin Yazid abu Syuraih  radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

إن من موجباتِ المغفرةِ بذلُ السلامِ، وحُسنُ الكلامِ

Sungguh di antara yang pasti menghadirkan ampunan Allah, adalah menyebarluaskan salam dan indah dalam tutur ucapan

Ketujuh; Berbuat baik kepada semua makhluk hidup.

Ingatlah tatkala ada seseorang yang berjalan kemudian Ia merasakan kehausan, Ia turun ke sumur untuk melepaskan dahaganya dengan minum di dalam air sumur tersebut. Selanjutnya Ia melihat seekor anjing yang karena kehausannya dia sampai menjilat-jilat tanah, maka orang inipun kembali turun ke dalam sumur, mengambil air di sepatu kulitnya. Ia gigit sepatu kulitnya untuk kemudian mendaki lagi dinding sumur tersebut, kemudian ia berikan air di sepatunya itu untuk seekor anjing tadi. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

فشكرَ اللهُ لهُ، فغَفرَ لهُ.

Allah ta’ala bersyukur (berterima kasih) kepada hamba ini dan Allah ta’ala mengampuni dosanya, setelah Allah mengampuninya Allah masukkan Ia ke dalam surga” (HR Bukhari)

Para sahabat yang mendengar kisah ini, mereka bertanya;

يا رسولَ اللهِ وإنَّ لنا في البهائمِ أجرًا؟

“Apakah kebaikan kita untuk hewan-hewan sekalipun ada pahalanya?”

Maka Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

في كُلِّ كَبِدٍ رطبَةٍ أجرٌ

Kebaikan untuk semua makhluk hidup terdapat pahala di dalamnya” (HR Bukhari)

Kedelapan; Kesungguhan diri untuk meninggalkan dosa-dosa besar.

Allah ta’ala berfirman:

إِن تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُم مُّدْخَلًا كَرِيمًا

seandainya kalian meninggalkan dosa-dosa besar yang telah dilarang kepada kalian niscaya kami akan mengampuni dosa-dosa kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga” (QS. An Nisa 31)

Kesembilan; Kesabaran dan kelapangan dada dalam menjalankan musibah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

يا رسولَ اللهِ، أيُّ الناسِ أشدُّ بلاءً؟ قال: “الأنبياءُ، ثم الصالحون، ثم الأمثلُ فالأمثلُ، يُبتلى الرجلُ على حسبِ دِينِه، فإن كان في دِينِه صلابةٌ، زِيدَ في بلائِه، وإن كان في دِينِه رِقَّةٌ، خُفِّفَ عنه ولا يزالُ البلاءُ بالمؤمنِ حتى يمشي على الأرضِ وليس عليه خطيئةٌ

Yang paling berat mendapatkan ujian adalah para nabi, kemudian orang orang shalih kemudian orang shalih di bawah mereka dan demikian seterusnya seseorang akan diuji sesuai dengan kadar agamanya kalau di dalam sisi agamanya terdapat kekokohan maka ditambahkan ujian baginya, namun apabila kekuatan agamanya ringkih saja maka akan diringankan baginya ujian dan terus ujian demi ujian akan menemani seorang mukmin sehingga tidaklah Ia berjalan di atas muka bumi ini tercatat baginya dosa” (HR. Tirmidzi)

Kesepuluh; Berwudhu dengan sempurna.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

مَن تَوَضَّأَ فأحْسَنَ الوُضُوءَ خَرَجَتْ خَطَايَاهُ مِن جَسَدِهِ، حتَّى تَخْرُجَ مِن تَحْتِ أَظْفَارِهِ” وفي رواية: “مع آخر قطر الماء حتى يخرج نقيا من الذنوب

Barangsiapa berwudhu dan memperindah wudhunya maka keluarlah, gugurlah catatan dosa-dosa dari raganya sampaipun dosa tersebut akan gugur bersama air yang menetes dari bawah kuku kukunya, dalam riwayat yang lain nabi menyatakan bersama tetesan terakhir yang menetes dari tubuhnya sehingga hamba tersebut benar-benar selesai dari wudhu dalam keadaan telah diampuni dosa-dosanya” (HR Muslim)

Kesebelas; Mengumandangkan adzan dan menghadiri shalat jama’ah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Seorang muadzin akan diampuni dosanya sepanjang jangkauan suaranya dan akan dipersaksikan kebaikan baginya oleh setiap yang kering atau yang basah, adapun seseorang yang menghadiri sholat selepas adzan tersebut, maka akan dicatat baginya 25 kali shalat dan akan digugurkan baginya dosa-dosa antara satu kumandang adzan menuju kumandang adzan selanjutnya dan antara satu sholat menuju sholat selanjutnya” (HR. Abu Dawud)

Keduabelas; Berdzikir mengingat Allah dan duduk di majelis ilmu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ما من قومٍ اجتَمعوا يذْكُرونَ اللَّهَ لا يريدونَ بذلِكَ إلَّا وجْهَهُ إلَّا ناداهُم منادٍ منَ السَّماء: أن قوموا مغفورٌ لَكم، قد بدِّلت سيِّئاتُكم حسناتٍ

Tidaklah sekelompok orang yang berkumpul mengingat Allah ta’ala berdzikir mengingat Allah ta’ala, tidak mereka inginkan dengan hal tersebut kecuali wajah Allah yang mulia kecuali akan diserukan oleh satu penyeru dari ketinggian, bangkitlah kalian nanti dengan keadaan telah diampuni untuk kalian keburukan-keburukan kalian telah diganti dengan kebaikan” (HR. Ahmad)

Demikian ringkasan khutbah ini kami sampaikan, semoga dapat memberikan manfaat dan barakah bagi yang membacanya.

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Ahlan wa Sahlan di Website Resmi Pesantren Al Lu'lu' Wal Marjan Magelang
👋 Ada Yang Bisa Kami Bantu?
Close
Close