Download KajianHaditsKajian IslamKajian KeislamanKajian RutinUstadz Rizal Yuliar

Siapa yang Lebih Berhak Menjadi Imam? Bagian 2 – Ustadz Rizal Yuliar Putrananda

Siapa yang Lebih Berhak Menjadi Imam? Bagian 2 merupakan kajian Islam yang disampaikan oleh: Ustadz Rizal Yuliar Putrananda dalam pembahasan Hadits, Kajian ini disampaikan rutin setiap hari rabu setelah maghrib di Pesantren Al lulu wal Marjan Magelang

Rosulullah Shallallahu ‘alaihi was sallam mengatakan, “Yang menjadi imam dari suatu kaum adalah orang yang paling banyak hafalan terhadap Kitab Allah (Al Qur’an), jika diantara mereka ada yang memiliki hafalan sama maka yang menjadi imam mereka adalah orang yang paling paham tentang sunnah Nabi (hadits) jika diantara mereka masih sama maka yang paling dahulu hijroh jika mereka dalam masalah hijroh sama maka yang lebih dahulu masuk islam. Janganlah seorang laki-laki menjadi imam seorang lelaki yang lain yang merupakan sulthonnya dalam daerah kekuasaan sulthon tersebut dan tidak pula di rumah orang yang di datanginya sebagai bentuk pemulian baginya kecuali atas izin orang tersebut” HR. Muslim No. 672.

Hadits Amr bin Salamah,

صَلُّوا صَلاَةَ كَذَا فِى حِينِ كَذَا ، وَصَلُّوا كَذَا فِى حِينِ كَذَا ، فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ ، فَلْيُؤَذِّنْ أَحَدُكُمْ ، وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْثَرُكُمْ قُرْآنً

“Sholatlah kalian pada keadaan demikian, Sholatlah kalian pada keadaan demikian, jika telah datang waktu sholat maka hendaklah salah seorang dari kalian beradzan dan hendaklah salah seorang dari kalian yang paling banyak hafalan Al Qur’annya menjadi imam” HR. Bukhori No. 4302.

Simak Video Penjelasan Lengkapnya dan Download MP3 dibawah ini:

Link Alternatif: Download Audio MP3

Dapatkan rekaman audio kajian Pesantren Al lulu wal Marjan lainnya, melalui:
Kajian Aqidah | Kajian Tafsir | Kajian Hadits | Kajian Sirah | Kajian Tematik | Khutbah Jum’at

Dapatkan informasi terbaru Pesantren Al lulu wal Marjan melalui Social Media Resmi:
Halaman Facebook | Akun Twitter | Akun Instagram | Channel Youtube

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan hasil rekaman ataupun link kajian yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close
Close