Download KajianKajian IslamKajian KeislamanKajian RutinUstadz Rizal Yuliar

Takdir Bukan Dalih Untuk Membenarkan Maksiat

Takdir Bukan Dalih Untuk Membenarkan Maksiat
Ust Rizal Yuliar Putrananda
27 Juli 2022

Segala puji tidak henti-hentinya kita panjatkan kepada Allah ta’ala atas nikmat yang dilimpahkan-Nya kepada kita.

Pemateri di awal pertemuan menyampaikan sebuah sedikit cerita beliau ketika menuntut ilmu di Masjid Nabawi, kemudia beliau menginatkan kepada segenap santri untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah ta’ala.

Alhamdulillah, kita telah sampai pada pembahasan Al-Qadha’ Wal Qadar, permasalahan aqidah berkaitan dengan iman kepada ketetapan takdir Allah. Pada pertemuan sebelumnya juga telah dijelaskan bahwa “Tidaklah sempurna iman seorang hambar terhadap takdir kecuali dia beriman kepada 4 konsekuensi Iman kepada takdir”. Telah kita bahas hal tersebut, ke 4 hal yang kemudian oleh para ulama disebut “Maratibul Qadr” (4 tingkatan beriman kepada takdir).

Iman kepada takdir mengharuskan kita beriman tentang 4 hal, dan 4 hal ini harus ada di dalam kalbu terdalam (sanubari) kita, yaitu:

  1. Allah ta’ala mengetahui segala sesuatu.
  2. Allah ta’ala telah menuliskan semua yang Allah ketahui di Lauhul Mahfudz.
  3. Meyakini bahwa segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi adalah dengan kehendak dan ketetapan Allah.
  4. Segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi adalah makhluk ciptaan Allah.

Dengan ke empat hal ini, bukan berarti sesorang boleh bermaksiat dengan dalih “ini sudah ditakdirkan oleh Allah”. Ungkapan ini keliru dan tidak dapat diterima. Beriman kepada takdir bukan alasan untuk membolehkan diri kita bermaksiat atau meninggalkan kewajiban, kenapa demikian? Penjelasannya:

  1. Setiap hamba memiliki pilihan dan kemampuan untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan. Allah ta’ala berfirman :

اَلۡيَوۡمَ تُجۡزٰى كُلُّ نَـفۡسٍۢ بِمَا كَسَبَتۡ

Pada hari (hari kiamat) ini setiap jiwa diberi balasan sesuai dengan apa yang telah diupayakannnya (dulu)” (QS. Ghafir: 17)

Mari kita lanjutkan kembali kajian kitab Lum’ah al ‘Itiqaad Al Hadi Ila Sabili Rosyad Karya Al Imam Ibnu Qudama al Maqdisi rahimahullah dengan menonton rekaman yang ada di bawah ini, baarakallahu fiikum.

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Ahlan wa Sahlan di Website Resmi Pesantren Al Lu'lu' Wal Marjan Magelang
👋 Ada Yang Bisa Kami Bantu?
Close
Close