
Al-Qur’an Terlalu Agung Untuk Ditinggalkan
Al-Qur’an Terlalu Agung Untuk Ditinggalkan
Ust Rizal Yuliar Putrananda
11 November 2024
Kita melanjutkan pembahasan kitab Riyadush Shalihin karya Al-Imam Yahya bin Syarof An-Nawawi rahimahullah .
Kita akan melanjutkan pembahasan kita yaitu pembahasan Kitabul Fadhail (keistimewaan amal-amal), yaitu hadits-hadits yang mengemukakan tentang keistimewaan-keistimewaan amalan tertentu berdasarkan berdasarkan alquran dan hadits-hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Kita masuk ke hadist berikutnya, yaitu:
وَعَنِ البَرَّاءِ بْنِ عَازِبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا ، قَالَ : كَانَ رَجُلٌ يَقْرَأُ سُورَةَ الْكَهْفِ ، وَعِنْدَهُ فَرَسٌ مَرْبُوطٌ بِشَطَنَيْنِ ، فَتَغَشَّتْهُ سَحَابَةٌ فَجَعَلَتْ تَدْنُو ، وَجَعَلَ فَرَسُه يَنْفِرُ مِنْهَا ، فَلَمَّا أصْبَحَ أتَى النَّبيَّ – صلى الله عليه وسلم – فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ ، فَقَالَ : (( تِلْكَ السَّكِينَةُ تَنَزَّلَتْ لِلقُرْآنِ )) متفقٌ عَلَيْهِ .
“Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu berkata, “Ada seseorang yang sedang membaca surah Al-Kahfi. Di sisinya terdapat seekor kuda yang diikat dengan dua utas tali. Lalu ia ditutupi segumpal awan, kemudian mulailah awan itu mendekatinya, dan kudanya lari dari awan tersebut. Ketika pagi tiba, ia datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menceritakan kejadian itu. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Itu adalah ketenangan yang turun karena Al-Qur’an”
Muttafaqun ‘alaih
Maka siapa saja yang membaca Al-Qur’an tulus karena Allah, ikhlas untuk Allah, entah itu membaca, mengulang-ulang ataupun menghafal akan turun Sakinah (ketenangan), maka yakinlah tatkalah kita membaca Al-Qur’an akan turun Sakinah. Terlalu agung Al-Qur’an untuk ditinggalkan.
Mari, kita simak lebih cermat dan lanjut lagi melalui rekaman video di bawah ini, baarakallahu fiikum.