
Menjadi Pribadi Yang Kuat
Menjadi Pribadi Yang Kuat
25 Juli 2025
Ustadz Ichsanuddin
Setiap kita tentunya berharap menjadi pribadi yang paling dicintai oleh Allah di banding yang lain. Dan tentunya setiap kita berusaha ingin menjadi bagian dari mereka yang lebih dicintai oleh Allah. Salah satu cara untuk menjadi pribadi yang lebih dicintai oleh Allah dibanding yang lainnya adalah dengan mewujudkan pribadi yang kuat. Terkait hal ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda;
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اَلْـمُؤْمِنُ الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ، وَفِـيْ كُـلٍّ خَـيْـرٌ ، اِحْـرِصْ عَـلَـى مَا يَـنْـفَـعُـكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلَا تَـعْجَـزْ ، وَإِنْ أَصَابَكَ شَـيْءٌ فَـلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِـّيْ فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَـذَا ، وَلَـكِنْ قُلْ: قَـدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ، فَإِنَّ لَوْ تَـفْـتَـحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ
“Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada seorang mukmin yang lemah, namun pada masing-masingnya terdapat kebaikan. Bersemangatlah untuk meraih apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan loyo/malas. Apabila sesuatu menimpamu, janganlah berkata, ‘Seandainya dahulu aku berbuat demikian, niscaya akan begini dan begitu.’ Akan tetapi, katakanlah, ‘Itulah ketetapan Allah. Dan apa yang Dia inginkan, maka Dia kerjakan.’ Dikarenakan ucapan ’seandainya’ itu akan membuka celah perbuatan setan.”
(HR. Muslim no. 2664)
Dari sini kita bisa memahami bahwa pribadi muslim yang kuat akan lebih dicintai oleh Allah dibanding yang lain. Akan tetapi yang perlu kita cermati adalah “Apa gerangan hakikat kekuatan di sini ?”. Maka Jumhur Ulama menjelaskan, bahwa mereka yang paling kuat dalam keimannannya. Imam Nawawi rahimahullahu menjelaskan akan hal ini, beliau mengatakan:
المراد بالقوة هنا عزيمة النفس والقريحة في أمور الآخرة، فيكون صاحب هذا الوصف أكثر إقداماً على العدو في الجهاد، وأسرع خروجاً إليه وذهاباً في طلبه،وأشد عزيمة في الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر، والصبر على الأذى في كل ذلك، واحتمال المشاق في ذات الله تعالى، وأرغب في الصلاة والصوم والأذكار وسائر العبادات، وأنشط طلبا لها ومحافظة عليها، ونحو ذلك.
Yang dimaksud dengan kekuatan dalam hadits ini adalah Kekuatan maknawi; yaitu semangat kuat selalu terdepan dalam setiap perkara kebaikan, sehingga orang yang memiliki sifat semacam ini dia selalu berada di barisan paling depan dalam menghadapi musuh di medan jihad, dia paling cepat menyambut seruan jihad,dia paling terdepan dalam mencari medan perjuangan. Di dalam amar ma’ruf nahi mungkar dia sosok yang paling semangat dan senantiasa berhias dengan kesabaran dalam setiap gangguan yang dia dapatkan karena semata mengharap balasan dari Allah. Begitu juga dalam hal sholat, Puasa, Dzikir sangat terlihat antusias dan peratian dengan perkara di atas. (Syarah Muslim 16/215)
Untuk menjadi bagian dari mereka tentunya dibutuhkan usaha yang tidak mudah, perjuangan yang tidak pernah putus. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan motifasi berharga dalam kelanjutan hadist di atas:
احْرِصْ على ما ينفعك، واسْتَعِنْ بالله ولا تَعْجِزْ، وإن أصابك شيء، فلا تقل لو أني فعلت كان كذا وكذا، ولكن قل قَدَرُ الله وما شاء فعل، فإن لو تفتح عمل الشيطان
”…Bersemangatlah terhadap sesuatu yang bermanfaat bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah di dalam melakukannya dan janganlah merasa lemah. Jika sesuatu menimpamu, maka jaganlah kamu mengatakan, “Seandainya aku melakukannya, niscaya akan begini dan begitu,’ akan tetapi ucapkanlah Qadarullahi Wa Maa Sya-a Fa‘ala, (inilah ketentuan dari Allah, dan Dia melakukan apa yang dikehendakiNya), karena kata لو (seandainya) dapat membuka tipu daya setan
(HR. Muslim, no. 2664)
Empat langkah yang diajarkan Nabi shalallahu alaihi wa sallam di sini:
Pertama : الحرِص Semangat dan tekat yang kuat
Kedua : الاستعانة Meminta tolong kepada Allah
Ketiga : التفاؤل Optimis jangan merasa lemah
Keempat : الصبرعلى أقدارالله Sabar dengan taqdir Allah
Semoga Allah jadikan kita pribadi yang kuat sehingga Allah jadikan kita di barisan orang-orang yang peling Allah cintai dari pada hamba yang lainnya Amiin.
Demikian ringkasan khutbah yang dapat kami sampaikan, semoga Allah ta’ala Ta’ala senantiasa memberikan taufik kepada kita semua dalam menjalankan amal-amal ibadah kita baarakAllah ta’alau fiikum.