Artikel IslamKhutbah Jumat

Cinta dan Taat

Cinta dan Taat
Khutbah Jum’at, 27 Oktober 2022
Ustadz Ichsanuddin

Imam Abu Daud meriwayatkan sebuah hadits dari Abi Qotadah, Abi Qotadah mengatakan, suatu hari kami bersama Imron bin Husein dan bersama kami seseorang yang bernama Busyair Ibn Ka’ab, maka Imron bin Husein mengatakan “rasa malu seluruhnya adalah kebaikan”. Busyair bin Ka’ab mengatakan “akan tetapi aku dapati di sebagian kitab yang aku baca rasa malu di sana ada padanya ketentraman tapi juga pada rasa malu ada sifat yang tidak baik yaitu sifat lemah”.

Maka Imron mengulangi kembali apa yang ia baca dari hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “rasa malu itu semuanya baik”. Busyair bin Ka’ab mengulang kembali “sebagiannya lemah”, maka Imron bin Husein marah dan berkata “Beraninya engkau! aku bacakan kepadamu hadits Nabi tapi engkau membantahnya dengan apa yang engkau dapatkan dari kitabmu?”. Dalam beberapa riwayat dikatakan bahwa Imron bin Husein mengatakan “demi Allah, aku tidak akan menempati sebuah kota yang di situ ada dirimu”. Lihatlah kepada kemantapan hati Imron dalam memegang seluruh ajaran yang dibawa oleh nabi kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Juga diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, sebuah kisah manakalah Abdullah ibn Umar ibn Khattab radhiyallahu ‘anhuma membacakan sebuah hadits larangan agar kita kaum laki-laki jangan melarang kaum perempuan manakala mereka izin hendak ke masjid, maka Bilal bin Abdullah ibn Umar mengatakan “Demi Allah, saya akan melarang mereka untuk ke masjid”. Maka apa yang dikatan perawi hadits, Abdullah ibn Umar ibn Khattab radhiyallahu ‘anhuma mencelanya dengan celaan yang sangat buruk, belum pernah saya mendegar itu sebelumnya. Subhanallah, saksikan bagaimana mereka menghormati hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bagaimana mereka menghormati perintah nabinya.

Kisah lain disebutkan dari Abi Sa’i Abdullah ibn Mughoffal, suatu ketika beliau mengabarkan bahwa Nabi melarang melempar batu kepada hewan, kemudian beliau melihat ada di antara keluarga beliau yang sudah dibacakan hadits, diperingatkan dari akan hal ini, dia tetap melakukan. Aku telah mengabarkan kepada engkau bahwasanya Rasulullah membenci melempari hewan dengan batu yang engkau melakukan, demi Allah setelah ini aku tidak akan berbicara kembali kepadamu sekian dan sekian, dalam riwayat lain selamanya aku tidak akan bicara lagi kepadamu.

Subhanallah penghormatan mereka terhadap hadits nabi benar-benar tertancap di dalam hati mereka. Kisah lainnya yaitu Imam Ahmad ibn Hambal rahimahullahu ta’ala meriwayatkan sebuah kisah manakala Ibnu Abbas mengatakan bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan tamattu’ ketika Haji, maka salah seorang sahabat mengatakan “tapi hal itu dilarang oleh Abu Bakar dan Umar”, maka marahlah Abdullah ibn Abbas, beliau kemudian mengatakan “hampir saja mereka ini binasa, aku mengatakan Rasulullah bersabda, tapi mereka mengatakan Umar dan Abu Bakar mengatakan demikian dan demikian untuk menolak sabda dan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Dalam hadits lain, riwayat lain mengatakan “Hampir saja Allah menghujani kalian dengan batu saat aku mengatakan Rasulullah bersabda kalian bantah aku dengan mengatakan berkata Abu Bakr dan Umar”.

Di mana kita dibanding mereka, dan di mana penghormatan kita kepada hadits bila dibanding penghormatan mereka para sahabat kepada hadits Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam? Mereka mengaku cinta Allah dan Rasul-Nya dan mereka merealisasikan taat kepada Rasul, adapun kita? Pengakuan hanyalah pengakuan. Bila cintamu ini benar, maka niscaya engkau akan mentaatinya. Sesungguhnya orang yang mencintai dia akan taat kepada orang yang dia cintai.

Sesungguhnya Allah ta’ala sudah menjanjikan ampunan dan pahala yang begitu besar untuk siapa saja yang mau berpegang teguh kepada hadits Nabi, baik itu perkataan, perbuatan ataupun apa saja yang merupakan akhlak-akhlak yang beliau peraktekkan. Allah ta’ala berfirman:

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang” (QS. Ali Imran 31)

Dalam ayat lain Allah ta’ala berfirman:

وَاِنِّيْ لَغَفَّارٌ لِّمَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدٰى

Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk.” (QS. Taha 82)

Dan berkata Imam Malik rahimahullahSunnah (hadits) Nabi itu bagaikan perahu kapalnya Nabi Nuh, siapa yang mau menaikinya dia akan selamat, siapa yang enggan mengamalkan hadits tersebut, dia akan  tenggelam dan binasa”.

Berkata Az Zuhri rahimahullah “Berpegang teguh dengan sunnah nabi adalah keselamatan”. Berkata Al Auza’i “Ini bukanlah zaman yang kita hanya belajar dan belajar, tapi ini adalah zaman di mana kita harus berpegang teguh kepada sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam”.

Dalam dalam sebuah riwayat hadits disebutkan keutamaan orang yang setia berpegang pada Al Quran dan sunnah:

“..الْقَائِمُونَ يَوْمَئِذٍ بِالْكِتَابِ سِرًّا وَعَلانِيَةً كَالسَّابِقِينَ الأَوَّلِينَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنْصَارِ ، لَهُمْ أَجْرُ خَمْسِينَ ” ، قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، مِنَّا أَوْ مِنْهُمْ ؟ ، قَالَ : ” لا بَلْ مِنْكُمْ ”

” Orang orang yang setia berpegang kepada Al Quran dan sunnah di zaman tersebut baginya pahala lima puluh Siddiq, maka para sahabat bertanya, Siddiq dari kita atau mereka? Nbai menjawab Siddiq dari golongan kalian (Sahabat Nabi) (diriwayatkan oleh Abu Nu’aim di dalam Al Hilyah).

Semoga kita dimudahkan oleh Allah ta’ala mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Al-Qur’an yang kita baca, hadits yang kita hafalkan semoga menghantarkan menjadi amal, menjadi orang yang benar-benar jujur dalam mencintai nabinya, benar-benar jujur dalam mengikuti Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Demikian ringkasan khutbah ini kami sampaikan, semoga dapat memberikan manfaat dan barakah bagi yang membacanya.

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Ahlan wa Sahlan di Website Resmi Pesantren Al Lu'lu' Wal Marjan Magelang
👋 Ada Yang Bisa Kami Bantu?
Close
Close