Artikel Islam

Ringkasan Nasihat Apel Pagi 20 Desember 2021

AMAR MAKRUF NAHI MUNGKAR
Oleh: Ustadz Luthfi Ihsanuddin

Amar makruf nahi mungkar adalah salah satu syi’ar islam yg paling mulia dan agung serta termasuk bentuk ibadah wajib. Makruf artinya sebuah nama yang mencakup semua bentuk ketaatan kepada Allah Ta’ala serta berbuat baik kepada manusia. Mungkar lawan dari makruf yaitu setiap perkara yang diharamkan atau dinilai buruk atau dibenci oleh syari’at Islam. Allah Ta’ala memerintahkan kita semua untuk menegakkan amar makruf nahi mungkar. Allah Ta’ala berfirman:

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ

“Hendaknya ada diantara kalian suatu kelompok yang menyeru kepada kebaikan serta memerintahkan kepada kebaikan dan melarang dari kemungkaran(QS. Ali Imron: 104)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

Barang siapa di antara kalian melihat sebuah kemungkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya, jika tidak mampu , dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya keimanan (HR. Muslim) 

Maksud dari mengingkari dengan hati adalah membenci kemungkaran tersebut serta meninggalkan tempat kemungkaran tersebut jika mampu.

Keutamaan serta pentingnya amar makruf nahi mungkar adalah

  1. Termasuk diantar sifat orang mukmin.
  2. Ciri serta keistimewaan umat islam.
  3. Melindungi dari tertimpa atau turunnya adzab Allah Ta’ala.

Dampak buruk dari meninggalkan amar makruf nahi mungkar pada suatu kelompok adalah turunnya adzab dari Allah Ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

Sesungguhnya apabila manusia melihat kemungkaran dan ia mampu merubahnya, tetapi tidak ia lakukan niscaya Allah Ta’ala timpakan adzab secara merata. (HR. Ibnu Majah)

Sebagian ulama menuturkan “Orang yang mendiamkan kebenaran (tidak melakukan amar makruf nahi mungkar padahal ia mampu) seperti halnya syaitan bisu”.

Di akhir apel pagi ini, Ustadz Luthfi berpesan kepada seluruh santri terkait beberapa hal, yaitu:

  1. Perihal tidak menggunakan aset pondok sembarangan tanpa izin, meskipun hal yang sepele seperti gelas /mangkuk milik dapur untuk asatidzah.
  2. Sampai saat ini pondok masih melihat maslahat makan satu piring untuk satu anak, bukan dua atau bahkan tiga karena ada madhorot tabdzir, dan ketidak beraturan.
  3. Yang ketiga sepele tapi penting perihal akhlaq yang mulia yaitu bersabar dan tetap memberikan hak kepada yang lain, perihal antrian, baik antrian makan, antrian kamar mandi dll.
  4. Tidak ada senioritas di pesantren. yang besar selalu main dan jarang diganti, padahal yang menunggu antrian adik-adik banyak, semuanya berhak mendapatkan jatahnya.

Demikian ringkasan ini kami susun. Semoga dapat memberikan manfaat kepada semuanya.
Baarakallahu fiikum

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Ahlan wa Sahlan di Website Resmi Pesantren Al Lu'lu' Wal Marjan Magelang
👋 Ada Yang Bisa Kami Bantu?
Close
Close