Artikel IslamArtikel Pilihan

Kedudukan Shalat Dalam Islam

Di antara rukun islam yang lima, shalat adalah salah satunya. Ibarat suatu gelas yang digenggam dengan jari jemari, kita lepas satu persatu jari kita, dimulai dari jari kelingking berturutan sampai jari telunjuk, apa yang akan terjadi? Gelas tadi akan jatuh dan pecah, begitulah shalat, gelas ibarat islam dan jari telunjuk ibarat shalat.

Semua umat islam sepakat bahwa shalat hukumnya wajib, Allah ta’ala berfirman:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’(QS AlBaqarah : 43)

Dalam ayat di atas, kita diperintahkan untuk mendirikan shalat, dimana arti hukum suatu perintah adalah wajib. Namun fakta yang terjadi di kalangan masyarakat banyak yang mengaku islam, namun belum bisa melaksanakan kewajiban tersebut.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata “Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.” (Ash Sholah, hal. 7)

Berikut beberapa keagungan dan kedudukan shalat dalam agama yang disebutkan dalam alquran maupun hadits Nabi ﷺ.

Shalat Tolak Ukur Amalan Seseorang

Shalat merupakan tolak ukur semua amalan, karena shalatlah yang pertama kali akan diadili, sebagaimana sabda Nabi muhammad ﷺ:

أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ الصَّلَاةُ، وَأَوَّلُ مَا يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ فِي الدِّمَاءِ

Perkara yang pertama kali dihisab adalah shalat. Sedangkan yang diputuskan pertama kali di antara manusia adalah (yang berkaitan dengan) darah.” (HR. An-Nasa’i no. 3991. Dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani).

Shalat Pembeda

Kedudukan shalat dalam islam salah satunya adalah sebagai pembeda antara orang islam dan kafir, sebagaimana sabda Nabi Muhammad ﷺ dari sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu‘anhuma:

إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالكُفْرِ ، تَرْكَ الصَّلاَةِ
“Sesungguhnya (batas) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan sholat.” (HR. Muslim)

Kunci Keharmonisan Keluarga

Allah ta’ala berfirman:

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

“Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’(QS. Al Baqarah : 238)

Ayat di atas menunjukkan perintah shalat, namun ayat tersebut terletak di tengah-tengah ayat tentang keluarga. Ini menunjukkan salah satu kunci keharmonisan suatu keluarga adalah selalu menjaga dan memelihara shalat. Karena ketaqwaan hamba dengan Allah ta’ala juga berpengaruh terhadap hubungan dengan sesama manusia, terlebih dengan keluarganya.

Shalat Pelebur Dosa

Diantara kedudukan  shalat yang akan diraih seorang hamba apabila menjaga shalatnya dan menjauhi dosa-dosa besar adalah terhapusnya kesalahan-kesalahan. Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda:

“Bagaimana pendapat kalian seandainya di depan pintu seorang dari kalian ada sungai yang dia mandi darinya setiap hari lima kali, apakah masih tersisa kotorannya walau sedikit?” Para Sahabat menjawab, “Tidak tersisa kotorannya sedikitpun’” Beliau bersabda, “Demikianlah sholat lima waktu, dengannya Allah Ta’ala menghapus kesalahan-kesalahan”.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Semoga Allah ta’ala memberikan kita semua taufik dan hidayah-Nya agar kita semua dimudahkan dalam menjalankan amal-amal kebaikan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close