Artikel IslamArtikel PilihanKhutbah Jumat

Keindahan Surga

Keindahan Surga
Khutbah Jum’at, 11 November 2022
Ustadz Imam Rosyadi

Sesungguhnya Allah ta’ala mengutus Rasul dan Nabi melainkan untuk mengajak manusia kepada tauhid, menjauhkan manusia dari kesyirikan. Karena dosa kesyirikan merupakan dosa yang sangat besar di sisi Allah ta’ala.

Marilah kita senantiasa bersyukur kepada Allah ta’ala, atas nikmat iman dan takwa yang telah diberikan kepada kita dengan syukur yang sesungguhnya, sehingga Allah ta’ala  meneguhkan iman dan takwa sebagai balasan bagi hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur.

Termasuk dalam anugerah keimanan yang kita syukuri adalah keimanan dan keyakinan yang diberikan oleh Allah. Kemudian memantapkan dalam hati kita dengan berupaya percaya akan adanya surga dengan segala kenikmatannya serta percaya adanya neraka dengan segala penderitaannya.

Dengan keimanan terhadap nikmat-nikmat surga, kita akan menjadi semakin terdorong (termotivasi) untuk melakukan amal kebaikan. Sesungguhnya Allah menjanjikan surga dengan segala puncak kenikmatannya sebagai balasan untuk orang-orang yang beriman di dunia maupun di akhirat.

Sejak di dunia orang-orang beriman mendapatkan kebahagiaan, karena selalu beramal shalih demi cita-cita yang mulia yaitu mendapatkan surga Allah. Allah ta’ala berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَاكَانُوا يَعْمَلُونَ

Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. An-Nahl: 97).

Surga adalah tempat yang mulia, yang telah Allah ta’ala siapkan untuk hamba-hamba-Nya yang beriman. Setiap orang beriman pasti menginginkan agar menuju surga-Nya kelak di hari kiamat. Syariat pun menyebutkan berbagai sifat dan kenikmatan yang didapatkan sebagai bentuk motivasi kita untuk senantiasa beramal baik dan beramal shalih.

Berikut sedikit gambaran indahnya surga, sebagaimana yang telah diterangkan oleh Allah di dalam Alquran dan juga oleh Rasulullah di dalam hadits-haditsnya.

  1. Delapan pintu surga

Pintu-pintu yang bermacam-macam; ada pintu shalat, pintu jihad, sedekah, pintu ar-Rayyan yang dikhususkan bagi ahli puasa dan pintu-pintu yang lainnya.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَنْفَقَ زَوْجَيْنِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، نُودِيَ مِنْ أَبْوَابِ الجَنَّةِ: يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا خَيْرٌ، فَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّلاَةِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الصَّلاَةِ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الجِهَادِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الجِهَادِ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصِّيَامِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الرَّيَّانِ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّدَقَةِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الصَّدَقَةِ

Barangsiapa yang menginfaqkan dua jenis (berpasangan) dari hartanya di jalan Allah, maka dia akan dipanggil dari pintu-pintu surga, ‘Wahai Abdullah, inilah kebaikan (dari apa yang kamu amalkan). Barangsiapa dari kalangan ahli shalat, dia akan dipanggil dari pintu shalat. Barangsiapa dari kalangan ahli jihad, dia akan dipanggil dari pintu jihad. Barangsiapa dari kalangan ahli puasa (shiyam), dia akan dipanggil dari pintu ar-Rayyan. Barangsiapa dari kalangan ahli sedekah, dia akan dipanggil dari pintu sedekah.

Lalu Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu berkata:

بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا عَلَى مَنْ دُعِيَ مِنْ تِلْكَ الأَبْوَابِ مِنْ ضَرُورَةٍ، فَهَلْ يُدْعَى أَحَدٌ مِنْ تِلْكَ الأَبْوَابِ كُلِّهَا

Demi bapak dan ibuku (sebagai tebusan) untukmu, wahai Rasulullah. Jika seseorang dipanggil dari pintu-pintu yang ada, maka itu sebuah kepastian. Namun apakah mungkin seseorang akan dipanggil dari semua pintu yang ada?

قال النبي : نَعَمْ وَأَرْجُو أَنْ تَكُونَ مِنْهُمْ

Benar, dan aku berharap Engkau termasuk di antara mereka.
(HR. Bukhari no. 1897)

Dalam hadis lain Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam pernah menjelaskan bahwa:

مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُسْبِغُ الْوَضُوْءَ ثُمَّ يَقُوْلُ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إِلَّا الله وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ الله وَرَسُوْلُهُ إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ

Barangsiapa di antara kalian berwidhu kemudian menyempurnakan wudhunya lalu berdo’a Asyhadu Alla Ilaaha Illallah Wa Anna Muhammadan Abduhu Warasuluh maka akan dibukakan pintu yang 8 untuknya dan masuk melalui pintu manapun” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

  1. Tingkatan-tingkatan surga.

Surga memiliki 100 tingkatan, Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ فِي الجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ، أَعَدَّهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِهِ، كُلُّ دَرَجَتَيْنِ مَا بَيْنَهُمَا كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ

Sesungguhnya surga memiliki seratus derajat (tingkatan ke atas, pen.) yang Allah Ta’ala siapkan untuk orang-orang yang berjihad di jalan-Nya. Jarak antara dua derajat itu sebagaimana jarak antara langit dan bumi.
(HR. Bukhari no. 7423)

Namun dari tingkatan-tingkatan tersebut ada tingkatan yang paling mulia yaitu tingkatan yang paling atas yaitu adalah surga Firdaus

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَسَلُوهُ الفِرْدَوْسَ، فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الجَنَّةِ، وَأَعْلَى الجَنَّةِ، وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ، وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الجَنَّةِ

“Jika kalian meminta sesuatu kepada Allah, mintalah (surga) Firdaus. Karena surga Firdaus adalah surga yang paling tengah dan paling tinggi. Di atasnya adalah ‘Arsy (milik) Ar-Rahman, darinya mengalirlah sungai-sungai surga.”
(HR. Bukhari no. 7423)

  1. Tanah di surga adalah Misk (kasturi).

Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:

أُدْخِلْتُ الْجَنَّةَ فَإِذَا فِيْهَا جَنَابِذُ اللُّؤْلُؤِ وَإِذَا تُرَابُهَا الْمِسْكُ.

Saya dimasukkan ke surga, ternyata di dalamnya ada kubah-kubah dari mutiara dan tanahnya dari misk (kasturi).
(H.R Bukhari).

Ibnu Shayyad pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam tentang tanah di surga, maka beliau menjawab:

Pasir lembut yang putih, misk yang murni,
(H.R. Muslim: 2928).

  1. Istana-istana megah dan indah.

Allah ta’ala berfirman:

يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke istana-istana yang baik di surga ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.
(QS. Ash-Shaff 12)

As Sa’di rahimahullahu ta’ala mentafsirkan mengenai ayat ini bahwa: di bawah tempat tinggal, istana, ruangan kamar, dan pepohonannya mengalir sungai-sungai dari susu yang rasanya tidak berubah, sungai dari khamr nikmat untuk mereka yang meminumnya, sungai dari madu murni, dan mereka mendaptkan berbagai macam buah-buahan.

Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam pernah bercerita:

دَخَلْتُ الْجَنَّةَ فَإِذَا أَنَا بِقَصْرٍ مِنْ ذَهَبٍ، فَقُلْتُ: لِمَنْ هذا؟ فَقَالُوْا: لِرَجُلٍ مِنْ قُرَيْشٍ. فَمَا مَنَعَنِيْ أَنْ أَدْخُلَهُ يَا ابْنَ الْخَطَّابِ إِلَّا مَا أَعْلَمُ مِنْ غَيْرَتِكَ. قَالَ: وَعَلَيْكَ أَغَارُ يَا رَسُوْلَ الله؟

Aku pernah masuk surga, tiba-tiba saya berada dalam sebuah istana emas, saya bertanya, ‘Milik siapa istana ini?’ Mereka menjawab, ‘Milik seseorang dari Quraisy (Umar bin al-Khaththab)’.” “Tidak ada yang menghalangiku untuk memasukinya wahai Ibnu al-Khaththab, kecuali karena apa yang saya ketahui dari kecemburuanmu.” Umar mengatakan, “Apakah kepadamu aku cemburu wahai Rasulullah?
(H.R Bukhari, no. 7024 dan Muslim, no. 2394)

Sebuah contoh lain yang menceritakan kondisi istana di surga; malaikat Jibril ‘alaihissalam pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam dan berkata kepada beliau:

Khadijah akan datang kepadamu membawa bejana berisi lauk pauk, makanan, dan minuman. Apabila dia datang, maka sampaikanlah salam dari Rabbnya dan dariku, lalu berilah kabar gembira kepada-nya dengan sebuah istana di surga dari mutiara berongga, tiada hiruk pikuk maupun keletihan di dalamnya.
(H.R. al-Bukhari, no. 3821 dan Muslim, no. 2432).

  1. Kamar-kamar di surga

Allah ta’ala berfirman:

لَكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ غُرَفٌ مِّن فَوْقِهَا غُرَفٌ مَّبْنِيَّةٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ وَعْدَ اللهِ لاَ يُخْلِفُ اللهُ الْمِيعَادَ

Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Rabb-nya mereka mendapat kamar-kamar (di surga), di atasnya dibangun pula kamar-kamar yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Allah telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri janji-Nya.
(QS. Az-Zumar 20)

Dari ‘Ali, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ فِي الجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا

“Sesungguhnya surga itu memiliki kamar. Sisi luarnya dapat dilihat dari dalam, begitu juga sisi dalamnya dapat dilihat dari luar.”

Kemudian seorang badui berkata, “Wahai Rasulullah, untuk siapakah kamar-kamar itu?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

لِمَنْ أَطَابَ الكَلَامَ، وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ، وَأَدَامَ الصِّيَامَ، وَصَلَّى بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ

Untuk orang yang selalu berkata baik, suka memberi makan orang lain, membiasakan puasa, dan suka melakukan shalat karena Allah di waktu malam ketika manusia tidur terlelap.
(HR. Tirmidzi no. 1984, dinilai hasan oleh Al-Albani).

  1. Kemah-kemah di surga.

Allah Ta’ala berfirman:

حُورٌ مَّقْصُورَاتٌ فِي الْخِيَامِ

Bidadari-bidadari yang jelita, putih bersih dipingit dalam kemah-kemah.
(QS. Ar-Rahman 72)

Dan nabi kita shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:

إِنَّ لِلْمُؤْمِنِ فِي الْجَنَّةِ لَخَيْمَةً مِنْ لُؤْلُؤَةٍ وَاحِدَةٍ مُجَوَّفَةٍ، طُوْلُهَا سِتُّوْنَ مِيْلًا، لِلْمُؤْمِنِ فِيْهَا أَهْلُوْنَ يَطُوْفُ عَلَيْهِمُ الْمُؤْمِنُ، فَلَا يَرَى بَعْضُهُمْ بَعْضًا.

Sesungguhnya orang Mukmin di surga memiliki sebuah tenda dari mutiara berongga, panjangnya enam puluh mil. Di dalamnya dia memiliki istri-istri yang dia gilir, sebagian mereka tidak melihat sebagian yang lain.
(HR. Muslim 2838)

  1. Dipan di dalam surga.

Para penghuni surga berada di atas dipan-dipan yang indah lagi nyaman. Allah ta’ala berfirman:

مُتَّكِئِينَ عَلَى سُرُرٍ مَّصْفُوفَةٍ وَزَوَّجْنَاهُم بِحُورٍ عِينٍ

Mereka bertelekan di atas dipan-dipan yang berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.
(QS. Ath-Thur 20)

  1. Tahta di dalam surga yang sangat indah dengan sandaran yang sangat nikmat.

Allah Ta’ala berfirman:

أُوْلَئِكَ لَهُمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهِمُ اْلأَنهَارُ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍ وَيَلْبَسُونَ ثِيَابًا خُضْرًا مِّن سُنْدُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُّتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى اْلأَرَائِكِ نِعْمَ الثَّوَابُ وَحَسُنَتْ مُرْتَفَقًا أُوْلَئِكَ لَهُمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهِمُ اْلأَنهَارُ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍ وَيَلْبَسُونَ ثِيَابًا خُضْرًا مِّن سُنْدُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُّتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى اْلأَرَائِكِ نِعْمَ الثَّوَابُ وَحَسُنَتْ مُرْتَفَقًا

Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka Surga ‘Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas tahta yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah.
(QS. Al-Kahfi 31)

  1. Busana di surga adalah busana yang terbuat dari sutera.

Ketika kita berada di dunia, memakai sutera adalah larangan keras dari Rasulullah bagi kaum laki-laki dan diperbolehkan bagi kaum wanita. Akan tetapi di surga nanti, keharaman memakai sutera terhapus, dan penghuni surga akan mengenakannya kelak, dan baju-baju tersebut tidak akan usang selamanya.

Allah Ta’ala berfirman:

يَلْبَسُونَ مِن سُندُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُّتَقَابِلِينَ

Mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan.
(QS. Ad-Dukhan 53)

  1. Buah-buahan di surga.

Buah-buahan segar yang sangat amat nikmat, kelezatannya tiada tara dan terus berbuah, tiada pernah habis sepanjang masa, merendah dekat sekali, mudah untuk dipetik oleh penduduk surga yang berjalan-jalan berkeliling surga, sambil memetik buah-buahan yang mereka lewati di tepi-tepi jalan-jalan surga. Satu biji anggurnya saja andaikan dimakan oleh penduduk bumi dan langit, tetap tidak akan habis.

Allah Ta’ala berfirman:

أُكُلُهَا دَائِمٌ وَظِلُّهَا تِلْكَ عُقْبَى الَّذِينَ اتَّقَوْا

Buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Ar-Ra’d 35)

  1. Pohon-pohon di surga.

Allah ta’ala berfirman:

ذَوَاتَآ أَفْنَانٍ

Kedua surga itu mempunyai pepohonan dan buah-buahan.
(QS. Ar-Rahman 48)

  1. Melihat waja allah.

Nikmat terbesar yang akan diperoleh penduduk surga adalah ketika mereka melihat Allah Ta’ala secara langsung. Ini adalah salah satu prinsip pokok akidah ahlus sunnah wal jamaah, berbeda dengan akidah sebagian kelompok yang menyimpang dari ahlus sunnah.

Diriwayatkan dari Shuhaib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِذَا دَخَلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ، قَالَ: يَقُولُ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: تُرِيدُونَ شَيْئًا أَزِيدُكُمْ؟ فَيَقُولُونَ: أَلَمْ تُبَيِّضْ وُجُوهَنَا؟ أَلَمْ تُدْخِلْنَا الْجَنَّةَ، وَتُنَجِّنَا مِنَ النَّارِ؟

Apabila penduduk surga telah masuk ke dalam surga, Allah Ta’ala berfirman, ‘Apakah kalian ingin sesuatu yang perlu Aku tambahkan kepada kalian?’ Penduduk surga menjawab, ‘Bukankah Engkau telah membuat wajah-wajah kami menjadi putih? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam surga dan menjauhkan kami dari neraka?

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

فَيَكْشِفُ الْحِجَابَ، فَمَا أُعْطُوا شَيْئًا أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِنَ النَّظَرِ إِلَى رَبِّهِمْ عَزَّ وَجَلَّ

Lalu Allah membukakan penutup (hijab). Tidak ada satu pun anugerah yang telah diberikan kepada mereka yang lebih mereka cintai daripada anugerah dapat memandang Rabb mereka
(HR. Muslim no. 181).

Marilah kita meningkatkan taqwa kita, amal kebaikan kita agar mendapatkan ridha Allah ta’ala, agar kelak mendapatkan surga-Nya.

Demikian ringkasan khutbah ini kami sampaikan, semoga dapat memberikan manfaat dan barakah bagi yang membacanya.

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Ahlan wa Sahlan di Website Resmi Pesantren Al Lu'lu' Wal Marjan Magelang
👋 Ada Yang Bisa Kami Bantu?
Close
Close