Download KajianSirahUstadz Khalil Rusydi

Kisah Umrah Qadha – Ustadz Kholil Rusydi

Kisah Umrah Qadha merupakan kajian islam yang disampaikan oleh: Ustadz Kholil Rusydi dalam tema pembahasan Sirah. Kajian ini disampaikan rutin setelah maghrib setiap hari senin di Pesantren Al lulu wal Marjan Magelang.

Setahun setelah perjanjian Hudaibiyah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berangkat menunaikan umrah, di bulan Dzul Qa’dah sambil menggiring 70 ekor binatang kurban.

Sesampainya di Ya’juj beliau mulai masuk Makkah dengan senjata pengembara, dan mengutus Ja’far bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu untuk melamar Maimunah bin Al-Harits Al-’Amiriyah yang menyerahkan urusannya kepada Al-’Abbas bin ‘Abdul Muththalib radhiyallahu ‘anhu. Kemudian ‘Abbas menikahkannya dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Setiba di Makkah, beliaun shallallahu ‘alaihi wasallam perintahkan kepada para sahabat agar membuka bahu-bahu mereka dan berlari kecil ketika thawaf. Ini dimaksudkan agar kaum musyrikin melihat ketabahan dan kekuatan kaum muslimin. Al-Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu :

قَدِمَ رَسُولُ اللهِ n وَأَصْحَابُهُ وَقَدْ وَهَنَتْهُمْ حُمَّى يَثْرِبَ، قَالَ: فَقَالَ الْمُشْرِكُونَ: إِنَّهُ يَقْدُمُ عَلَيْكُمْ قَوْمٌ قَدْ وَهَنَتْهُمْ الْحُمَّى. قَالَ: فَأَطْلَعَ اللهُ النَّبِيَّ n عَلَى ذَلِكَ فَأَمَرَ أَصْحَابَهُ أَنْ يَرْمُلُوا، وَقَعَدَ الْمُشْرِكُونَ نَاحِيَةَ الْحِجْرِ يَنْظُرُونَ إِلَيْهِمْ فَرَمَلُوا وَمَشَوْا مَا بَيْنَ الرُّكْنَيْنِ. قَالَ: فَقَالَ الْمُشْرِكُونَ: هَؤُلاَءِ الَّذِينَ تَزْعُمُونَ أَنَّ الْحُمَّى وَهَنَتْهُمْ هَؤُلاَءِ أَقْوَى مِنْ كَذَا وَكَذَا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya tiba dalam keadaan penyakit demam Yatsrib (Madinah) telah melemahkan mereka. Dia berkata: “Orang-orang musyrikin mengatakan: ‘Sesungguhnya akan datang kepada kalian satu kaum yang telah dibuat lemah oleh demam.’ Dia berkata: “Maka Allah tampakkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pembicaraan mereka. Lalu beliau perintahkan kepada para sahabatnya agar melakukan ramal (jalan cepat), sementara kaum musyrikin duduk di arah al-hijr (tembok setengah lingkaran) sambil memandangi kaum muslimin. Maka kaum muslimin pun melakukan ramal (jalan dengan cepat) dan berjalan biasa di antara dua rukun tersebut. Dia berkata: “Orang-orang musyrikin itu berkata: ‘Mereka ini yang kalian sangka bahwa panas telah membuat mereka lemah, (ternyata) mereka ini lebih kuat dari ini dan ini’.”

Simak Kisah Lengkapnya dengan mendownload audio rekamannya KLIK DISINI

 

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan hasil rekaman ataupun link kajian yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi terbaru dari Pesantren Al lulu wal Marjan, melalui:
Facebook Page: Pesantrenluluwalmarjan
Twitter: @ponpesallulu
Instagram: @pesantrenluluwalmarjan
Website: pesantrenluluwalmarjan.org

Dapatkan rekaman audio kajian di Pesantren Al Lu’lu’ Wal Marjan lainnya, melalui:
Soundcloud: pesantrenluluwalmarjan
Download Kajian: klik disini


Penyusun: Septiyan Nurpratama pada 31 Oktober 2018 , di Kantor Staff Pesantren Al lulu Wal Marjan Magelang

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close
Close