Artikel IslamArtikel PilihanKhutbah Jumat

Meneladani Keluarga Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam

Meneladani Keluarga Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam
Khutbah Jum’at, 07 Juli 2022
Ustadz Ichsanuddin

Allah ta’ala telah memerintahkan umat islam, pengikut nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam agar senantiasa meniti jalan beragama yang ditempuh oleh Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Allah ta’ala berfirman:

إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِّلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Sungguh, Ibrahim adalah seorang imam (yang dapat dijadikan teladan), patuh kepada Allah dan hanif. Dan dia bukanlah termasuk orang musyrik (yang mempersekutukan Allah)” (QS. An-Nahl – 120)

Nabi Ibrahim adalah contoh terbaik, figur seorang hamba yang tunduk patuh kepada Allah ta’ala, jauh dari berbagai macam kesyirikan sehingga Allah ta’ala perintahkan agar kita meniti ajaran agama nabi Ibrahim. Allah ta’ala berfirman:

ثُمَّ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ اَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ اِبْرٰهِيْمَ حَنِيْفًا ۗوَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), “Ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan dia bukanlah termasuk orang musyrik.” (QS. An-Nahl 123)

Mari sejenak kita kembali mendulang kisah perjalanan Nabi Ibrahim, bagaimana perjalanan belaiu sehingga Allah ta’ala memilih beliau menjadi seorang imam, pengajar kebaikan dan contoh bagi seluruh umat.

Berawal dari ujian yang datang silih berganti menerpa di kehidupan beliau, beliau menikah dengan Sarah dan tidak kurang dari 86 tahun beliau menunggu untuk dikaruniai seorang putrapun beliau belum mendapatkannya. Sampai beliau memohon kepada Allah dan terus memohon diiringi dengan kesabaran yang besar. Nabi ibrahim bersabar dalam menunggu dikaruniai putra dan tidak putus dalam berharap. Sebagaimana kesabaran Nabi Zakaria yang mengatakan:

رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُن بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا

Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku” (QS. Maryam 04)

Ujian demi ujian menerpa Nabi Ibrahim, setelah itu Allah ta’ala karuniakan Nabi Ismail ‘alaihissalam. Tapi tidak berhenti di situ, Allah ta’ala memerintahkan Nabi Ibrahim setelah lahirnya Ismail untuk membawa keduanya (Ismail dan Hajar) menuju tempat yang jauh dari kehidupan di sisi rumah Allah (Al-Haram). Allah ta’ala berfirman:

رَبَّنَآ اِنِّيْٓ اَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِيْ بِوَادٍ غَيْرِ ذِيْ زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِۙ رَبَّنَا لِيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ فَاجْعَلْ اَفْـِٕدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِيْٓ اِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِّنَ الثَّمَرٰتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَ

Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur” (QS. Ibrahim 37)

Kesabaran berbalut keyakinan menjadikan beliau kuat manakala harus meninggalkan Ismail kecil dan Istrinya, bahkan istrinya pun berteriak memanggil saat ditinggalkan: “Wahai Ibrahim, apakah engkau akan tinggalkan kami yang di sana tidak ada kehidupan, bahkan tidak ada sedikitpun sesuatu yang mendukung keberlangsungan kehidupan?”. Pertanyaan tersebut diulang hingga tiga kali, dan seketika itu beliau memahami ini bukan kehendak Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, beliau mengganti pertanyaannya, “Wahai suamiku, apakah Allah yang memerintahkanmu melakukan ini?” Saat itu Nabi Ibrahim pun menoleh kepada Istrinya dan mengatakan “Iya, Allah yang memerintahkanku” kemudian Hajar menjawab “Kalau itu perintah Allah, selama engkau menunaikan perintah Allah, selama kita tunduk dengan perintah Allah, Allah tidak akan menyianyiakan kita”.

Kesabaran di atas kesabaran, di saat Nabi Ismail beranjak menjadi anak yang tumbuh kembang lucu-lucunya, datang perintah Allah ta’ala untuk menyembelih putranya (Nabi Ismail), Nabi Ibrahim ‘alaihissalam berkata: “Wahai anakku, aku melihat di atas aku tidur aku bermimpi aku menyembelihmu”. Mimpi seorang Nabi adalah wahyu, maka dengan penuh keyakinan dan keberanian beliau berkata kepada putranya dan dengan penuh kesabaran diiringi rasa yakin Nabi Ismail pun mengatakan kepada Nabi Ibrahim ‘alaihimassalam: Wahai Ayahku, tunaikan perintah yang Allah perintahkan kepadamu, niscaya engkau akan mendapati aku dalam keadaan sabar

Kesabaran di atas ketaatan, kesabaran untuk menolak bermaksiat kepada Allah, kesabaran atas seluruh cobaan yang ada. Kalau kita mau bersabar, Allah akan menjamin, Allah akan menjaga, Allah akan mencukupi kita sebagaimana Allah mencukupi keluarga Nabi Ibrahim. Dan Allah ta’ala mengisahkan bahwa ujian demi ujian menjadikan beliau (Nabi Ibrahim) sebagai pemimpin yang diikuti seluruh umat, Allah ta’ala berfirman:

وَإِذِ ابْتَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ ۖ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا  قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِي قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Dia (Allah) berfirman, “Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia.” Dia (Ibrahim) berkata, “Dan (juga) dari anak cucuku?” Allah berfirman, “(Benar, tetapi) janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zalim” (QS. Al-Baqarah 124)

Buah dari kesabaran, buah dari pada keyakinan, berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu:

بالصبر و اليقين تنال الإمامة في الدين

Dengan kesabaran dan keyakinan kepemimpinan dalam beragama akan dapat kita raih

Dengan kesabaran berbalut keyakinan Allah ta’ala jadikan kita orang-orang terdepan di hadapan Allah ta’ala. Allah berfirman:

وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا ۖ وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ

Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami selama mereka sabar. Mereka meyakini ayat-ayat Kami” (QS. As-Sajadah 24)

Kita akan menjadi orang yang terdepan kalau kita mau bersabar dalam belajar, beramal, berdakwah dan saat menghadapi seluruh konsekuensi berjuang di jalan Allah ta’ala. Dalam penggalan kisah yang telah disebutkan kita bisa belajar, yang pertama kesabaran dan Allah ta’ala memberikan kabar gembira kepada kita yang mau bersabar. Allah ta’ala berfirman:

يأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung” (QS. Ali-Imran 200)

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata:

Kesabaran dalam keimanan kita bagaikan kepala untuk tubuh kita”. Betapa pentingnya kesabaran, mari latih diri kita untuk senantiasa bersabar dan iringi kesabaran kita dengan keyakinan Allah akan menolong kita, Allah akan mengganti pahala yang sangat-sangat lebih mulia di akhirat kelak.

Pelajaran yang kedua, iringi dengan keyakinan bahwa “Sabar adalah separuh keimanan sedangkan keyakinan adalah seluruh keimanan tersebut”. Imam Ath-Thahawi mengatakan :

من الله الرسالة و على الرسول البلاغ و علينا التسليم

Risalah Islam itu dari Allah, Rasul tugasnya menjelaskan dan kewajiban kita adalah menjalankan, berserah diri

Yakinlah ketika kita melaksanakan perintah Allah, akan Allah balas dengan yang setimpal, dengan yang lebih baik. Yakinlah manakala kita meninggalkan sesuatu karena Allah, Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik, yakinlah manakala kita mau bersabar di atas musibah, Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita.

Demikian ringkasan khutbah ini kami sampaikan, semoga dapat memberikan manfaat dan barakah bagi yang membacanya.

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Ahlan wa Sahlan di Website Resmi Pesantren Al Lu'lu' Wal Marjan Magelang
👋 Ada Yang Bisa Kami Bantu?
Close
Close