Download KajianUstadz Rizal Yuliar

Tabah Menghadapi Gangguan

Tabah Menghadapi Gangguan
Ust Rizal Yuliar Putrananda
18 Juli 2022

Pada awal pertemuan kajian rutin malam ini, setelah kajian diliburkan karena bertepatan dengan beberapa kegiatan Pesantren, pemateri memberikan nasihat kepada seluruh jama’ah kajian baik yang datang secara langsung maupun yang menyaksikan via channel youtube pesantren, agar sepantasnya kita banyak beristighfar memohon ampun kepada Allah ta’ala, kekufuran kita banyak, keteledoran, kekhilafan dan ketergelinciran sering kali kita lakukan.

Ada sebuah optimisme (harapan) semoga kita termasuk yang dipanjangkan usianya namun baik amalnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyatakan:

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِى بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُه  قَالَ فَأَىُّ النَّاسِ شَرٌّ قَالَ  مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ

Dari Abdurrahman bin Abu Bakrah, dari bapaknya, bahwa seorang laki-laki berkata, “Wahai Rasûlullâh, siapakah manusia yang terbaik?” Beliau menjawab, “Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya”. Dia bertanya lagi, “Lalu siapakah orang yang terburuk?” Beliau menjawab, “Orang yang berumur panjang dan buruk amalnya”. [HR. Ahmad; Tirmidzi; dan al-Hâkim. Dishahihkan oleh al-Albâni rahimahullah dalam Shahîh at-Targhîb wat Tarhîb]

Maka, jikalau kita dipanjangkan usianya hingga 1444 H semoga kita termasuk yang dipanjangkan usia dan baik amalnya. Hanya saja perlu kita ingat bersama bahwa belum tentu kita panjang usia, bisa saja Allah ta’ala mewafatkan kita dalam hitungan jam ke depan, beberapa hari ke depan. Maka selama masih ada kesempatan untuk memperbanyak ucapan istighfar, renungan diiringi taubat atas segala dosa dan kekhilafan maka itulah yang terbaik untuk dilakukan. Di sisi yang lain lagi, jikalau kita dipanjangkan usianya yang perlu diingat adalah titik akhir kita semakin dekat, Allah ta’ala mengingatkan kepada kita:

وَمَا تَدْرِى نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌۢ بِأَىِّ أَرْضٍ تَمُوتُ

Tidak ada satu jiwapun mengetahui apa yang akan terkadi di hari esok dan tidak satu jiwapun mengetahui di bagian bumi Allah manakah dia akan di jemput oleh ajal”  (QS. Luqman 34)

Al-Imam Hasan Al-Basri rahimahullahu mengatakan:

Wahai anak cucu Adam, sesungguhnya engkau hanyalah rangkaian hari-hari, apabila satu hari telah berlalu maka berarti sebagian dari dirimu telah pergi

Maka penting sekali untuk melakukan muhasabah.

Umar Ibn Khatab radhiyallahu ‘anhu pernah menyatakan:

Hitung-hitunglah diri kalian sebelum nanti kalian akan dihitung, timbang-timbanglah diri kalian sebelum nanti kalian akan ditimbang

Persidangan Allah ta’ala maha teliti, maka semoga Allah ta’ala mengampuni dosa-dosa kita, memperbaiki yang tersisa dari perjalanan hidup kita dan menutupnya kelak dengan husnul khatimah. Aamiin.

Pada pertemuan terakhir yang lalu, kita telah masuk kepada Bab yang ke-75 tentang memaafkan siapapun yang bersalah kepada kita dan ini salah satu di antara kemuliaan akhlak ada beberapa bab sebelumnya sudah diingatkan berbagai ayat dan hadits tentang kemuliaan akhlak, dan itu menjadi sangat penting terutama di jaman seperti saat ini.

Yuk, simak lebih cermat dan lanjut lagi melalui rekaman di bawah ini, baarakallahu fiikum.

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Ahlan wa Sahlan di Website Resmi Pesantren Al Lu'lu' Wal Marjan Magelang
👋 Ada Yang Bisa Kami Bantu?
Close
Close